Investasi Masih Terpusat di Batam Bintan Karimun, Apa Upaya Pemprov Kepri?

Pabrik pengolahan ikan PT Bintan Intan Gemilang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meninjau pabrik pengolahan ikan PT Bintan Intan Gemilang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (15/5/2026). Industri pengolahan tersebut diharapkan memperkuat hilirisasi dan ekspor perikanan daerah. Foto: Diskominfo Kepri

Investasi masih terpusat di Batam Bintan Karimun atau BBK. Daerah lain mulai dipetakan.

TANJUNGPINANG (gokepri) — Arus investasi di Kepulauan Riau terus tumbuh, tetapi penyebarannya belum merata. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini menyusun peta potensi investasi sebagai acuan agar modal tidak lagi terkonsentrasi di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), melainkan menjangkau daerah lain yang memiliki potensi ekonomi berbeda.

Dokumen strategis itu ditargetkan rampung pada akhir 2026. Isinya memuat potensi ekonomi, peluang investasi, serta arah pengembangan setiap kabupaten dan kota sebagai dasar penyusunan kebijakan investasi, penataan ruang, dan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Peta Investor Kepri Bergeser, AS dan Jepang Masuk Lima Besar

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepulauan Riau Hasfarizal mengatakan, peta investasi dibutuhkan agar calon investor memperoleh informasi yang utuh sebelum menanamkan modal di Kepri.

Selain menyusun peta investasi, Pemprov Kepri mengembangkan sistem One Kepri Investment Partnership (OKIP). Sistem ini mengintegrasikan data lokasi dan peluang investasi dari tujuh kabupaten dan kota dalam satu platform.

Melalui OKIP, investor dapat membandingkan potensi setiap daerah tanpa harus mencari informasi secara terpisah. Pemerintah berharap proses pencarian lokasi investasi menjadi lebih cepat dan efisien.

“Pelaku usaha tinggal datang ke Kepri membawa modal, dan kami siap membantu dari sisi perizinan,” ujar Hasfarizal di Tanjungpinang, Senin (29/6).

Selama ini, Batam, Bintan, dan Karimun masih menjadi tujuan utama investasi. Ketiga wilayah itu ditopang status Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), yang memberi berbagai insentif bagi dunia usaha, terutama sektor industri pengolahan.

Menurut Hasfarizal, Kepri memiliki keunggulan geografis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Posisi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor dalam dan luar negeri.

Namun, pemerintah ingin pertumbuhan investasi juga menggerakkan daerah lain. Setiap wilayah dinilai memiliki keunggulan ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan strategi promosi yang lebih terarah.

Natuna, misalnya, memiliki potensi minyak dan gas. Anambas mengandalkan pariwisata bahari, sedangkan Lingga memiliki sumber daya pertambangan. Adapun Tanjungpinang didorong berkembang sebagai kawasan industri yang didukung status perdagangan bebas.

Hasfarizal optimistis minat investasi akan terus meningkat seiring penyederhanaan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sistem tersebut menjadi pintu layanan terpadu bagi pelaku usaha untuk mengurus perizinan secara elektronik.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga situasi yang kondusif. Kepastian keamanan, menurut dia, menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor sebelum menanamkan modal.

“Setiap investasi yang masuk akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Hasfarizal.

Berdasarkan data DPMPTSP Kepri, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 64,68 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 43,44 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 21,24 triliun.

Capaian itu melampaui target Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau hingga 136 persen dan target Kementerian Investasi/BKPM sebesar 112 persen. Meski demikian, sebagian besar investasi masih terkonsentrasi di kawasan BBK sehingga pemerataan investasi menjadi tantangan berikutnya. ANTARA

Baca Juga: Batam Jadi Lokasi Pusat Data AI Firmus dan Nvidia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait