“Kami memilih untuk berinvestasi di LinkAja karena secara bersama kami dapat mengakselerasi tujuan dalam mempercepat inklusi finansial di Indonesia. Kolaborasi strategis antara LinkAja dan ekosistem digital kami yang di dalamnya termasuk OVO dan Tokopedia memungkinkan kami untuk menyediakan beragam layanan cashless bagi semua lapisan masyarakat Indonesia dengan aman, nyaman dan mudah diakses,” katanya.
Investasi strategis dari Grab meliputi berbagai sinergi dan potensi kolaborasi yang luas bagi kedua pihak. Sinergi dan kolaborasi dalam hal akses ekosistem maupun teknologi diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga:
Memulai bisnis operasionalnya pada 30 Juni 2019, LinkAja merupakan uang elektronik hasil sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini LinkAja telah memiliki lebih dari 58 juta pengguna terdaftar, dengan lebih dari 80 persen penggunanya berasal dari kota-kota tier 2 dan 3 di Indonesia.
Link Aja, dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. masing-masing menguasai sekitar 20 persen. Sedangkan Telkomsel memiliki 25 persen saham.
Di tengah tantangan ekonomi selama pandemi COVID-19, LinkAja mengklaim mampu meningkatkan Nilai Transaksi Bruto (GTV) dan jumlah transaksi di kuartal ketiga tahun 2020 (Juli-September) sebesar ~3x, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. (can/ant)
Editor: Candra Gunawan








