KARIMUN (gokepri.com) — Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri) Iman Sutiawan meminta semua aktivitas di kawasan hutan mangrove Pulau Sugi, Kabupaten Karimun, dihentikan sementara. Instruksi ini disampaikan menyusul adanya laporan bahwa lahan tersebut diduga akan dijual ke perusahaan.
Permasalahan ini mencuat setelah sebuah video viral di platform TikTok mengungkap bahwa lahan mangrove di wilayah tersebut telah diperjualbelikan kepada pihak perusahaan.
“Kami instruksikan semua pihak, termasuk perusahaan, melalui kepala desa dan camat, untuk menghentikan segala aktivitas. Jika ada proses ganti rugi, hentikan dulu sampai semuanya jelas. Ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” tegas Iman, Minggu (2/2/2025) di Batam.
Baca Juga: Heboh! Hutan Mangrove di Sugie Karimun Dijual ke Investor, Ini Kata Camatnya
Iman bersama beberapa anggota DPRD Kepri juga telah bertemu dengan Kepala Desa Sugi, Mawasi, untuk mendapatkan informasi langsung dari pihak desa dan masyarakat setempat terkait isu yang ramai diperbincangkan.
Menurut Iman, lahan yang menjadi sorotan mencapai sekitar 90 hektare. Namun, status legalitasnya masih belum jelas dan penuh dengan simpang siur.
“Di satu sisi, kepala desa sudah mencabut izin melalui surat resmi, tetapi ada informasi soal pencairan uang muka. Ini yang perlu diluruskan. Kami minta pihak perusahaan segera memberikan klarifikasi,” ujar Iman.
Selain masalah legalitas lahan, DPRD Kepri juga menyoroti dampak lingkungan yang mungkin timbul dari aktivitas perusahaan di kawasan hutan mangrove tersebut. Hutan mangrove berfungsi sebagai habitat penting bagi ekosistem laut seperti ketam dan udang yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Kami belum tahu apakah perusahaan berniat merusak mangrove atau tidak. Namun, yang jelas aktivitas di sana bisa berdampak besar bagi masyarakat nelayan,” katanya.
Untuk mencari solusi terbaik, DPRD Kepri berencana menggelar pertemuan dengan Gubernur Kepri, Bupati Karimun, serta pihak terkait lainnya.
“Kami akan menyurati perusahaan agar segera memberikan penjelasan. Kami berharap masalah ini dapat segera diselesaikan dengan solusi terbaik bagi semua pihak,” kata Iman. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









