Tahun 2021, Momentum Kebangkitan Ekonomi Batam

Kamar Dagang dan Industri
Salah satu pekerja di kawasan industri. FOTO/gokepri.com/ist

Batam (gokepri.com) – Pergantian tahun diharapkan menjadi momentum untuk kembali membangkitkan ekonomi Batam. Meskipun saat ini masih dalam pandemi Covid-19.

Sepanjang tahun 2020, ekonomi Kepri khususnya Kota Batam mengalami perlambatan dampak dari pandemi Covid-19. Karena itu tahun baru harus menjadi harapan baru bagi semuanya.

Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid mengatakan harapan paling utama untuk tahun 2021 adalah berhasilnya program vaksinasi yang akan dijalankan di Indonesia mulai Januari 2021 ini.

HBRL

“Sehingga kasus penularan Covid-19 dapat ditekan dan dikendalikan. Karena ini menjadi prasyarat utama pulihnya ekonomi di tahun depan,” kata Rafki kepada gokepri.com, Kamis (31/12/2020).

Menurut dia, jika pengendalian Covid-19 masih belum bisa dilakukan maka pemulihan ekonomi akan semakin sulit dan memakan waktu yang lama.

Namun, pihaknya mengaku tetap optimistis Tahun 2021 nanti perekonomian Indonesia akan bisa keluar dari resesi dan akan mencatatkan pertumbuhan positif.

Hal ini ditunjukkan dengan membaiknya indikator ekonomi makro di akhir tahun 2020 ini. Kebangkitan ekonomi ini tentunya akan semakin terasa jika kasus penularan Covid-19 dapat ditekan secara optimal.

“Hal ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak terutama dari masyarakat untuk dapat selalu menerapkan disiplin protokol kesehatan di mana pun berada,” katanya.

Untuk Kota Batam Rafki berharap pihak terkait untuk semakin tegas menerapkan aturan protokol kesehatan dengan menerapkan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Agar muncul efek jera sehingga masyarakat menjadi semakin disiplin. Sinergi antar lembaga yang berwenang dalam penanganan wabah Covid-19 di Batam juga harus tercipta supaya efeknya bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Pihak pihak terkait tidak bisa jalan sendiri sendiri dan menonjolkan lembaganya saja dalam penanganan penularan Covid-19 di Batam,” kata Rafki.

Kebijakan yang dibuat juga harus konsisten agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat dan investor asing. Kepercayaan bahwa Batam aman dan kasus penularan Covid-19 nya terkendali harus dibangun agar investor asing merealisasikan komitmen investasinya yang sudah cukup lama tertunda.

“Tahun 2021 adalah tahun kebangkitan ekonomi Indonesia dan Batam,” ujarnya.

Tapi ada beberapa sektor yang kemungkinan masih membutuhkan waktu untuk bangkit. Yaitu sektor pariwisata dan semua sektor pendukungnya. Perkiraan baru mulai pulih sepenuhnya di tahun 2022.

Pihaknya berharap sektor ini dibantu dan diberikan insentif oleh pemerintah agar bisa tetap bertahan sampai nanti benar benar sudah puluh. Insentif untuk UMKM juga kita harapkan di perpanjang sampai beberapa tahun ke depan.

“Mengingat adanya beberapa sektor yang membutuhkan waktu lama untuk pilih,” kata Rafki.

(ARD)

Pos terkait