BATAM (gokepri) – Setelah dua hari bekerja tanpa henti, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Kepulauan Riau berhasil mengidentifikasi seluruh korban kebakaran kapal tanker MT Federal II yang meledak di galangan PT ASL Marine Shipyard, Batam.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kepri Komisaris Besar Polisi M. Zakir mengatakan, kesepuluh jenazah telah dipastikan identitasnya melalui kecocokan sidik jari, data medis, properti pribadi, dan profil gigi. “Proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur DVI, dan seluruh korban kini sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Zakir di RS Bhayangkara Polda Kepri, Kamis, 16 Oktober 2025.
Operasi DVI berlangsung sejak Rabu siang hingga Kamis pagi. Sepuluh jenazah yang dievakuasi dari lokasi kebakaran dikirim ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan medis dan forensik. Proses identifikasi rampung Kamis dini hari pukul 05.00 WIB, dan penyerahan kepada keluarga selesai menjelang siang.
Menurut Zakir, dua jenazah diserahkan ke keluarga di Batam, satu ke Pekanbaru, satu ke Pagar Alam, Sumatera Selatan, dan lima lainnya ke Medan, Sumatera Utara. “Pemulangan jenazah dilakukan secara kolektif,” ujarnya.
Penyebab kematian para korban, kata Zakir, didominasi luka bakar serius. “Luka bakar bervariasi, dari ringan hingga berat. Beberapa korban bisa diidentifikasi secara fisik, tetapi kami tetap menjalankan prosedur forensik penuh,” ucapnya.
Daftar Korban Meninggal:
1.Prengki Protestane Pane, warga Batu Aji
2.Anton, warga Sagulung
3.Chandra Edi Saputra Pasaribu, warga Sagulung
4.Andi Haryono, warga Batu Aji
5.Habibullah Siregar, warga Medan
6.Krisman Simatupang, warga Batu Aji
7.Ramadan Rizki
8.Maradong Tampubolon, warga Batu Aji
9.Dimas Saputra, warga Pagar Alam
10.Indris Sardi, warga Bilah Buluh, Aceh
Ledakan dini hari di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, menewaskan sepuluh pekerja dan melukai 21 lainnya. Kapal tanker MT Federal II yang tengah dalam perbaikan meledak sekitar pukul empat pagi, Rabu, 15 Oktober 2025.
Seorang pekerja selamat menceritakan ledakan itu terjadi begitu cepat. “Aku di atas mau pasang nozzle baru. Teman bilang, ‘tunggu, panas dari bawah’. Tiba-tiba ledakan besar dari tangki,” ujarnya dengan suara bergetar.
Menurutnya, blower angin di dalam kapal tiba-tiba mati, membuat asap dan panas terperangkap di tangki berisi minyak mentah. Saat itu, aktivitas pemotongan logam memicu percikan api yang memicu ledakan. “Banyak teman di dalam, tapi sebagian besar berhasil keluar,” katanya lirih.
Ini bukan kali pertama kecelakaan kerja terjadi di Federal II. Pada Juni lalu, kapal yang sama juga meledak dan menewaskan empat pekerja.
Baca Juga: Sepuluh Korban Kapal MT Federal II Dipulangkan ke Keluarga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









