BATAM (gokepri) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Riau berencana menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita menjadi Rp15.700 per liter dari sebelumnya Rp14 ribu.
Kepala Disperindag Kepri, Aries Fhariandi, menjelaskan rencana kenaikan harga minyak goreng rakyat tersebut sesuai dengan arahan Kementerian Perdagangan. Namun, rencana kenaikan harga ini masih akan dibahas bersama Kementerian Perekonomian.
Baca: Minyak Goreng MinyaKita Jadi Primadona di Batam
“Saat ini belum. Kami masih menunggu keputusan dari Kementerian Perdagangan. Jika sudah pasti, akan ada sosialisasi dari pemerintah,” kata dia, Jumat 5 Juli 2024.
Disperindag Kepri akan terus memantau situasi dan berupaya agar kenaikan harga ini tidak terlalu membebani masyarakat.
“Harga minyak di Kepri saat ini masih sesuai dengan HET Rp14 ribu untuk Minyakita. Kami menunggu kebijakan dari pemerintah terkait kenaikan harga ini,” kata Aries.

Selain harga minyak, kenaikan harga juga terjadi pada beras bulog. Meski naik, persediaan atau stok beras di Kepri masih aman.
“Stok beras aman. Kami terus berkoordinasi dengan Bulog dan distributor. Stok beras untuk 3-4 bulan ke depan aman. Kami terus memantau stok dan pasokan, terutama kelancaran distribusi karena Kepri bukan daerah penghasil beras,” kata Aries.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog sekitar 700 ton dan secara bertahap akan masuk lagi sekitar 1.000 ton. Dengan demikian, stok beras yang ada mampu bertahan hingga tiga bulan ke depan.
Sementara itu, stok minyak goreng sekitar 7.000 liter, lalu gula pasir 30 ton, daging beku 900 kilogram, dan beras premium 8 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti Fedro









