JAKARTA (gokepri) — Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa peta politik Pilkada 2024 berpotensi berubah setelah Airlangga Hartarto mundur dari posisi Ketua Umum Partai Golkar.
“Ada indikasi perubahan tersebut. Namun, di tingkat kabupaten/kota, konfigurasinya cenderung merepresentasikan peta politik daerah. Di tingkat provinsi, memang terdapat berbagai skenario yang dipengaruhi oleh kepentingan kekuasaan,” kata Hasto di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (10/8).
Hasto tidak merinci daerah mana saja yang akan terdampak perubahan peta politik, namun ia menegaskan bahwa pilkada di daerah padat penduduk akan menjadi yang paling terpengaruh.
“Karena ada pandangan bahwa pilkada serentak ini akan menjadi fondasi kekuasaan yang penting, mengingat tidak akan ada lagi pilkada hingga lima tahun mendatang. Ini menjadi landasan bagi kepentingan politik di tahun 2029,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Hasto menyampaikan bahwa PDI-P memandang fondasi kekuasaan dalam Pilkada 2024 adalah dengan memperkuat rakyat, mengatasi kemiskinan ekstrem, dan membangun kedaulatan pangan.
“Itulah fondasi politik yang sejati, bukan dengan mengatur kekuasaan atau menggunakan hukum sebagai alat untuk menyiapkan 2029. Pendekatan seperti itu elitis dan bertentangan dengan prinsip demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” jelasnya.
Hasto juga menegaskan bahwa pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar telah dilaporkan kepada Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.
Baca:
- Respons PDIP Setelah Airlangga Mundur dari Kursi Ketua Umum Golkar
- Pernyataan Resmi Airlangga Mundur dari Ketua Umum Partai Golkar
- Airlangga Hartarto Mundur dari Jabatan Ketum Golkar, Munaslub Digelar 25 Agustus
“Kabar ini sangat mengejutkan, terutama di tengah persiapan pilkada serentak. Kejadian politik ini tergolong luar biasa dan menyentuh aspek kedaulatan partai,” kata Hasto.
Ia menambahkan bahwa Airlangga adalah sosok komunikator yang baik dan mitra yang handal dalam membangun kerja sama politik.
“Selama pilkada, kami banyak bekerja sama dengan Partai Golkar, selain dengan partai-partai lain seperti Gerindra, PKB, PPP, Perindo, Hanura, dan Partai Amanat Nasional,” ujarnya. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








