Harus Tahu, Cara Mendeteksi Dini Penyakit Gagal Jantung

Ilustrasi. Masyarakat harus tahu cara mendeteksi dini penyakit gagal jantung. Foto: Pixabay

Jakarta (gokepri.com) – Penyakit gagal jantung merupakan kondisi serius dan harus dideteksi sejak dini. Hal itu agar dapat meminimalisir faktor risikonya.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah , dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FESC mengatakan penyakit gagal jantung harus ditangani secara khusus dan serius. Penyebabnya bisa berasal dari berbagai macam penyakit.

“Penyakit jantung koroner dan penyakit darah tinggi yang tidak terkontrol menjadi penyebabnya,” kata Leonardo dalam siaran persnya, Selasa 20 Juni 2023.

HBRL

Baca Juga: Kenali Gejala Awal Jantung Rematik pada Anak

Penyebab lainnya adalah penyakit jantung katup, kelainan jantung bawaan yang tidak dikoreksi, kelainan otot jantung spesifik (kardiomiopati), penyakit metabolik (kencing manis), atau gangguan hormon tiroid.

Selain itu kegemukan, anemia, kelainan genetik, penyakit ginjal kronik, penyakit paru kronik, alkoholisme, infeksi atau peradangan jantung (miokarditis) juga bisa menjadi penyebab.

Efek toksik dari obat-obatan (pasca kemoterapi atau radioterapi kanker), dan kelainan otot jantung yang terkait dengan kehamilan juga bisa menjadi penyebab gagal jantung.

Gejala dari penderita gagal jantung di antaranya sesak napas, terutama saat sedang beraktivitas atau sedang berbaring.

Penderita biasanya membutuhkan ganjalan beberapa bantalan kepala saat posisi tidur agar dada tidak terasa sesak.

Penderita juga akan cepat merasa lelah dan tak bertenaga saat beraktivitas. Kedua tungkai membengkak, perut begah dan membesar serta mual dan nafsu makan menurun. Selain itu juga mudah berdebar dan gerak nadi cepat, mudah pingsan dan batuk saat tidur malam atau berbaring terlentang.

Namun demikian, gejala-gejala itu kadang tidak terjadi pada penderita gagal jantung stadium awal. Demikian juga pada penderita usia lanjut yang kurang bergerak.

Leonardo menyarakna agar penderita penyakit yang bisa menyebabkan gagal jantung untuk memeriksakan diri secara menyeluruh.

“Orang dengna faktor risiko gagal jantung harus memeriksakan kesehatan agar gagal jantung dapat diminalisir lebih dini,” ujarnya.

Pemeriksaan untuk mengetahui gejala gagal jantung berupa pemeriksaan fisik untuk mengetahui keluhan, pemeriksaan rekam jantung (EKG), pemeriksaan ekokardiografi jantung untuk menilai struktur dan fungsi jantung.

Lalu ada pemeriksaan lanjutan yaitu pemeriksaan laboratorium darah untuk mendiagnosisi maupun menilai kelainan penyerta yang berakitan dengan fungsi ginjal, diabetes, anemia, fungsi tiroid, dan kadar zat besi.

Kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan lag berupa ekokardiografi transesofageal (melalui kerongkongan)/MRI jantung/pencitraan nuklir/CT Scan jantung. Hal ini dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis maupun menentukan penyebab pasti dari gagal jantung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait