Harga Tiket Feri Mahal, Kunjungan Wisman ke Kepri Berkurang

BPS Kepri mengadakan rapat bersama OPD Provinsi Kepri, Senin (3/6/2024). Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Tingginya harga tiket penumpang kapal feri tujuan Singapura – Kepri dan sebaliknya membuat kunjungan wisatawan mancanegara di Kepulauan Riau (Kepri) berkurang.

Hal ini diungkap oleh Sekertaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Adi Prihantara, di Kantor BPS Kepri Tanjungpinang, Senin 3 Juni 2024. Menurut dia, harga tiket kapal feri menjadi atensi tersendiri yang harus diselesaikan.

“Harga tiket kapal itu juga jadi faktor utama kunjungan wisman ke Kepulauan Riau turun,” kata Adi.

Baca Juga: Sepanjang April 2024, BPS Catat 102.894 Wisman Kunjungi Kepri

Ia mengatakan, tingginya harga tiket kapal feri dari Kepri tujuan ke Singapura berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi pariwisata di Kepulauan Riau. Kata dia, pemprov Kepri saat ini tengah mencari jalan tengah agar permasalahan harga tiket bisa ditekan.

“Kami akan bahas lagi. Pembahasan harga tiket ini perlu pertimbangkan,” kata dia.

Menurut Adi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memberikan data terkait naiknya harga tiket. Sebab, KPPU mempunyai akses langsung ke operator kapal.

“Kami sudah tahu tinggal nanti kami bersama KPPU yang punya data mencari jalan keluarnya,” kata dia.

Adi mengatakan yang menjadi penghambat Pemprov Kepri dalam melakukan intervensi kepada operator karena Pemprov tidak memiliki wewenang khsusus. Selama ini yang menjadi permasalahan naiknya harga tiket adalah BBM dan biaya oprasional.

“Kita tidak bisa intervensi karena aturan nya dari pusat,” kata dia.

Selain harga tiket, yang membuat kunjungan wisman ke Kepri turun adalah harga Visa on Arrival (VoA). Besaran VoA di Kepri saat ini mencapai 50 USD. Hal ini juga menjadi atensi tersendiri bagi Pemprov Kepri.

“Jadi ada dua faktor tiket kapal dan VoA,” kata dia

Sementara, BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Kepulauan Riau pada April 2024 mencapai 102.894 kunjungan atau mengalami penurunan sebesar 24,06 persen dibandingkan pada bulan Maret sebanyak 144.786 kunjungan.

“Jika dibandingkan dengan April 2023 terjadi penurunan sebesar 13,40 persen,” kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus di Tanjungpinang, Senin 3 Juni 2024.

Darwis menyebut penurunan jumlah kunjungan wisman selama April 2024 kemungkinan akibat tidak adanya hari libur panjang atau long weekend pada bulan yang sama. Faktor ini yang menyebabkan, wisman menahan diri untuk berlibur ke Kepri.

Selain itu, penurunan wisman bulan ke bulan (m to m) disebabkan peak season libur semester sekolah tingkat dasar dan menengah di Singapura terjadi pada bulan Maret 2024.

Faktor ini juga menajdi salah satunya. Apalagi, kata dia, kunjungan wisman Kepri didominasi warga negara serumpun dari jiran, seperti Malaysia dan Singapura.

“April 2023 itu dua kali long weekend sementara di April 2024 tidak ada,” kata dia.

Berdasarkan data, wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau pada bulan April 2024 didominasi oleh wisman Singapura dengan persentase 43,47 persen. Jumlah kunjungan terbanyak kedua adalah wisman Malaysia sebesar 18,34 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN