Harga Beras Naik, Bulog Diminta Percepat Operasi Pasar

stok beras natuna jelang idulfitri
Ilustrasi Beras di gudang Bulog Natuna. Foto: ANTARA

JAKARTA (gokepri) – Pemerintah meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mengendalikan kenaikan harga.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, Indonesia kini memasuki panen gadu, sehingga produksi tidak sebesar saat panen raya. “Sekarang panen gadu, jadi kebutuhan beras lebih banyak, produksinya lebih kecil, maka harganya agak naik,” ungkap Zulhas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Jumat (25/7).

Untuk mengantisipasi melonjaknya harga beras di tingkat konsumen, pemerintah meminta Bulog untuk mempercepat operasi pasar. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, pemerintah telah menugaskan BUMN Pangan itu untuk menggelontorkan 1,3 juta ton beras SPHP hingga akhir tahun.

HBRL

Ia memastikan proses penyaluran dilakukan dengan pengawasan ketat dan dipasarkan dalam bentuk beras SPHP. “Sudah ada 1,3 juta ton guyur ke pasar, tapi dengan pengawasan yang ketat,” tuturnya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara resmi menugaskan Perum Bulog melaksanakan program SPHP selama periode Juli hingga Desember 2025. Penugasan itu tercantum dalam Surat Kepala Bapanas No.173/TS.02.02/K/7/2025 tertanggal 8 Juli 2025. Penyaluran ditargetkan sebanyak 1,31 juta ton beras yang berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) ke seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto mengatakan, pelaksanaan SPHP berjalan seiring dengan program bantuan pangan beras. “SPHP dan bantuan pangan menjadi dua instrumen intervensi pasar, sehingga diharapkan kedua program ini membuat pasokan dan harga beras lebih stabil,” kata Suyamto, Sabtu (12/7). BISNIS.COM

Baca Juga: Prabowo Peringatkan Pengusaha Beras Nakal!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait