GM PLN Distribusi Riau-Kepri Jelaskan Penyebab Matinya Listrik di Karimun

GM PT PLN (Persero) Distribusi Riau dan Kepri, Khairullah disamping Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mendengar presentasi Pimpinan PLN UP3 Tanjungpinang saat peresmian peningkatkan kelistrikan 24 jam di Kecamatan Selat Gelam. (Ilfitra/gokepri.com)

KARIMUN (gokepri.com) – Sudah dua hari ini, PLN Karimun melakukan pemadaman listrik secara menyeluruh di Pulau Karimun Besar. Pada Sabtu, PLN melakukan pemadaman pada pukul 12.58 WIB. Pemdaman itu berlangsung hingga beberapa jam lamanya.

Kemudian, pada pukul 17.26 WIB pihak PLN kembali melakukan pemadaman sampai dengan waktu yang cukup lama.

Pada Ahad 20 April 2025 sekitar pukul 08.54 WIB pihak PLN kembali berulah dengan melakukan pemadaman listrik. Alasan PLN sama seperti sebelumnya, akan melakukan penelusuran penyebab padamnya listrik.

HBRL

Sebenarnya apa yang menjadi penyebab sering matinya listrik di Karimun. General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Riau dan Kepri, Khairullah memberikan penjelasan panjang lebar.

Khairullah menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi penyebab dilakukannya pemadaman listrik di suatu wilayah termasuk Karimun.

“Kalau yang padam itu, ada beberapa kriteria. Ada yang padam untuk meningkatkan keandalan. Jadi jaringan harus dipelihara dan mesin juga harus dipelihara,” ujar Khairullah saat meresmikan Peningkatan Pelayanan Kelistrikan 24 jam di Pulau Parit, belum lama ini.

Dirinya menyebut, penyebab lain dilakukan pemadaman karena ada gangguan teknis.

“Tapi ada juga kemudian peralatan teknis tiba-tiba terganggu. Sudah dipelihara dengan baik tapi terganggu juga. Jika itu terjadi, maka langsung kita recovery dengan melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Menurut dia, masalah listrik bukan hanya persoalan di powerhouse atau pusat pembangkit saja, tetapi jaringannya kan cukup panjang.

“Nah makanya ini harus ada kesadaran bersama bahwa jaringan listrik itu harus kita rawat bersama. Maka dari itu, kita harus saling mengikhlaskan jika memang ada hal-hal yang dibutuhkan,” katanya.

Khairullah mengakui kalau secara daya listrik Karimun memang sudah surplus, tapi engine (mesin) itu ada yang dipakai untuk pemeliharaan dan sebagainya.

Dirinya juga mengakui beban listrik di Karimun meningkat karena banyaknya muncul perumahan-perumahan yang membutuhkan listrik.

“Bagaimanapun beban tetap meningkat, tapi kemampuan mesin juga kita tingkatkan untuk memenuhi itu,” pungkasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait