Cirebon (gokepri.com) – Politisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengaku tidak setuju anak muda perempuan cepat menikah alias menikah dini.
Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan di Stadion Utama Bima, Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu 3 Juni 2023. Ia lebih menginginkan anak-anak muda perempuan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.
“Saya kepingin anak-anak muda perempuan ini, dia tidak menikah dini,” kata Ganjar.
Baca Juga: Bocoran Puan Soal Sosok Pendamping Ganjar
Bakal calon presiden (Capres) yang diusung PDI Perjuangan ini berharap generasi muda, khususnya perempuan dapat melanjutkan pendidikan.
“Dengan satu harapan, anak-anak muda inilah yang nanti menjadi pemimpin besar di republik ini,” ujarnya.
Sebelumnya, ia sempat menanyakan cita-cita seorang gadis bernama Nisa yang membacakan teks Pancasila dalam acara konsolidasi pemenangan DPC PDI Perjuangan Cirebon.
Nisa baru saja lulus dari SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Nisa menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan.
Acara konsolidasi pemenangan DPC PDI Perjuangan Cirebon tersebut dihadiri struktural partai dari tingkat anak ranting hingga provinsi dan organ sayap partai telah hadir.
Ganjar Pranowo juga bersilaturahmi ke KH Adib Rofiuddin Izza, Pengasuh Pondok Al-Inaaroh Al-Hikam Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat.
Untuk diketahui, pendaftaran bakal capres dan cawapres dijadwalkan pada 19 Oktober hingga 25 November 2023.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), pasangan capres dan cawapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
Saat ini, ada 575 kursi di parlemen, sehingga pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









