Kepulauan Riau menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang mengekspor ayam hidup ke Singapura, pasar dengan standar kesehatan hewan paling ketat di Asia Tenggara. Lebih dari 334.000 ekor ayam dari Kabupaten Bintan telah dikirim berkat peternakan modern dan pengawasan ketat.
INFO GOKEPRI – Menjual ayam hidup ke Singapura bukan perkara mudah karena standar kesehatan hewan negara itu dikenal sangat ketat. Sementara Wilayah perbatasan kerap menghadapi tantangan dalam membangun industri pangan berdaya saing tinggi. Namun, Kepulauan Riau menunjukkan arah berbeda melalui keberhasilan ekspor ayam hidup ke Singapura.
Kepulauan Riau menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil melewati seleksi tersebut. Lebih dari 334.000 ekor ayam hidup dari Kabupaten Bintan kini rutin menyeberang ke pasar internasional melalui jalur laut.
Di balik capaian itu ada komitmen yang terus dijaga oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Ia secara langsung melepas pengiriman ekspor unggas ini sebagai penanda bahwa wilayah perbatasan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional, bukan hanya di pasar domestik.
Dua peternakan modern di Kabupaten Bintan menjadi tulang punggung ekspor ini yakni PT Ciomas Adisatwa dan PT Indojaya Agrinusa dari Japfa Group. Keduanya menerapkan sistem pemeliharaan terintegrasi, biosecurity berlapis, serta pengawasan kesehatan hewan secara berkelanjutan mulai dari kandang hingga proses distribusi.
“Keberhasilan ekspor ayam hidup ke Singapura ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepulauan Riau. Ini membuktikan sektor peternakan kita mampu bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang baik dan standar kesehatan yang tinggi,” kata Ansar Ahmad, Kamis 7 Mei 2026.. Ia menyebut capaian ini sebagai hasil sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga kesehatan hewan, dan para peternak unggas di Kepri.

Ia menilai keberhasilan tersebut memperlihatkan transformasi sektor peternakan unggas di Kepri yang semakin modern dan kompetitif. Standar kesehatan dan kualitas produksi yang diterapkan mampu memenuhi persyaratan ketat Pemerintah Singapura.
Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan terus membina dan mengawasi mutu unggas dari kandang hingga pengiriman. Pengawasan melekat itu menjadi kunci lolosnya produk Kepri dari persyaratan impor Singapura yang ketat.
Di Kabupaten Bintan, aktivitas peternakan modern kini berkembang lebih terintegrasi. Jalur distribusi laut yang terhubung langsung ke Singapura ikut mempercepat pengiriman sekaligus menjaga kualitas unggas selama perjalanan.
Ansar mengatakan penguatan sektor peternakan unggas akan terus menjadi bagian penting pembangunan ekonomi daerah. Selain membuka peluang investasi, sektor tersebut juga mendukung ketahanan pangan nasional dari wilayah perbatasan.
“Kami ingin sektor peternakan unggas di Kepri terus berkembang dengan kualitas produksi yang semakin baik dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya. (ADVERTORIAL)
Baca Juga: Ekspor Ayam Hidup dari Bintan ke Singapura Sudah Enam Kali Sejak 2023
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








