EKONOMI KEPRI: Momentum Genjot Ekspor di Penghujung 2021

Ekonomi Kepri 2021
Kepala Bank Indonesia wilayah Kepri Musni Hardi K Atmaja menyampaikan sambutan acara pelatihan wartawan di Holiday Inn Resort, Kota Batam, Jumat 12 November 2021. (foto: gokepri/Candra Gunawan)

Batam (gokepri.com) – Pemulihan permintaan ekspor pasar global memicu penguatan kinerja perdagangan provinsi Kepri yang diprediksi menopang perbaikan ekonomi hingga akhir 2021.

Bank Indonesia memproyeksi ekonomi Kepri bakal tumbuh positif pada triwulan keempat tahun ini. Selain faktor kinerja ekspor yang terus menguat, penurunan kasus Covid-19 juga menjadi penentu. Kepri telah berstatus PPKM Level 1 yang membuat mobilitas masyarakat lebih dinamis dan akan mendorong konsumsi rumah tangga.

“Kami optimistis pada triwulan kempat ekonomi Kepri bangkit dari triwulan ketiga,” ujar Kepala BI Kepri Musni Hardi K Atmaja di sela-sela pelatihan wartawan di Holiday Inn Resort, Jumat 12 November 2021.

Musni mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan ketiga 2021 melambat 2,97 persen dari triwulan sebelumnya. PPKM menjadi faktor utama pelemahan pertumbuhan ekonomi period itu.

“Dampak PPKM cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Melambatnya lebih besar dari yang kami pikirkan,” ujarnya.

Untuk peningkatan ekonomi pada triwulan keempat, Musni mengimbau masyarakat tetap menerapkan prokes dalam upaya penanganan covid-19.

“Kami yakinkan bahwa Kepri aman covid, dan mobilitas perekonomian akan meningkat lagi pada Desember mendatang,” ungkap Musni.

Meski pertumbuhan tak sesuai ekspektasi, namun BI melihat tren penguatan perdagangan ekspor dan impor. Ada pertumbuhan pada triwulan ketiga 2021 meski masih dalam masa pandemi.

Kinerja ekspor meningkat seiring meningkatnya permintaan mitra dagang utama Kepri namun di sisi lain permintaan domestik justru melambat karena PPKM.

Industri China dan AS kembali banyak beroperasi sehingga permintaan ekspor dari kawasan perdagangan bebas di Kepri ikut meningkat sepanjang tahun ini terutama komoditas elektronik.

“Selain itu juga realisasi belanja fiskal (belanja barang, belanja modal, dan bantuan sosial), serta investasi nonbangunan (tumbuh),” kata Musni.

Ia optimistis kenaikan indikator ekonomi pada triwulan ketiga 2021 menjadi modal pertumbuhan triwulan keempat. “Banyaknya permintaan ekspor akan menguntungkan indonesia,” ujar dia.

Baca Juga: