Dukung Efisiensi UMKM, PGN Layani Produsen Roti di Dumai

pgn umkm
Popo Mulyadi, pemilik Paramount Bakery. Usaha roti ini memakai gas bumi PGN sebagai bahan bakar sejak tahun 2019. (foto: Dok PGN)

Dumai (gokepri.com) – Gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berdampak besar bagi usaha kecil dan menengah di Dumai. Di saat harga bahan baku meningkat, mereka bisa berhemat dari sisi bahan bakar. Produksi lancar, roda bisnis pun tetap berputar.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) hadir memberikan solusi melalui energi baik gas bumi yang efisien dan dapat dirasakan langsung oleh usaha kelas kecil dan menengah di wilayah Dumai.

Adalah salah satu usaha roti di Dumai, Paramount Bakery yang berdiri sejak tahun 2004. Paramount Bakery memakai gas bumi PGN sebagai bahan bakar sejak tahun 2019.

“Ekonomis, praktis, dan hemat tentunya. Dari segi keuangan pasti, apalagi produksi. Sekarang pakai gas sudah stabil mau bikin roti berapa saja jalan terus, sekuatnya,” kata Popo Mulyadi selaku pemilik Paramount Bakery.

Popo mengungkapkan, setiap bulannya ia mengeluarkan biaya sekitar tiga juta rupiah, sehingga didapatkan penghematan sekitar 60% sejak menggunakan gas bumi PGN.

Popo pun menceritakan bahwa sebelum berlangganan PGN, Ia sering kali dibuat kesulitan untuk menjaga api terus menyala untuk proses oven roti. Apabilah salah perkiraan, dipastikan roti dalam oven tidak mengembang, karena kompor mati di tengah proses oven.

pgn umkm
Popo Mulyadi, pemilik Paramount Bakery. Usaha roti ini memakai gas bumi PGN sebagai bahan bakar sejak tahun 2019. (foto: Dok PGN)

Saat pertama kali didirikan, Popo mengerjakan usahanya sendiri dibantu istrinya. Kini usahanya berjalan pesat dan menyediakan bermacam jenis roti yang telah dipasarkan di wilayah Kota Dumai dan sekitarnya.

Arief Nurrachman selaku Area Head, Dumai dan Sekitarnya menyampaikan bahwa harga gas bumi untuk Pelanggan Kecil 2 (PK-2) yang meliputi UMKM, hotel, restoran/rumah makan, rumah sakit swasta, lembaga pendidikan swasta, pertokoan atau ruko dan kegiatan komersial sejenisnya sebesar Rp. 6.000/m3.

Sedangkan untuk kebutuhan pelanggan Pelanggan Kecil (PK)-2, normalnya konsumsi gas bumi berkisar antara range 50 – 1.000 m3, sehingga harga jual yang ditetapkan tidak akan memberatkan para pengguna gas bumi untuk usaha bagi masyarakat.

“Semoga kedepannya, PGN dapat terus meningkatkan layanan dan pengembangan infrastruktur gas bumi agar nilai lebih gas bumi bisa semakin luas dirasakan oleh masyarakat. Khususnya bisa mendorong usaha rumahan maupun menengah, agar bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat Dumai,” ujar Arief.

Sebagai pionir pemanfaatan gas bumi PGN telah menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor antara lain rumah tangga, komersial dan industri di Kota Dumai dan PGN akan terus membangun infrastruktur dan memperluas pemanfaatan gas bumi di seluruh wilayah Indonesia.

Di Wilayah Dumai, PGN telah mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 68 KM, sehingga dapat melayani lebih dari 4.900 pelanggan rumah tangga, 1 pelanggan kecil dan 8 pelanggan komersial industri yang tersebar di 3 kawasan industri.

PGN juga mengharapkan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat agar PGN dengan peran sub holding gas dapat memperluas layanan energi baik gas bumi, energi ramah lingkungan, praktis, dan bebas subsidi bagi ketahanan energi nasional.

(can)

|Baca Juga: PGN Siapkan 7 Program Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi

BAGIKAN