Ditopang Manufaktur, Ekonomi Singapura Akhirnya Tumbuh Positif

Ekonomi Singapura 2021
Keppel Terminal di Singapura. (foto: Reuters)

Batam (Gokepri.com) – Di luar perkiraan, pertumbuhan ekonomi Singapura naik positif kuartal pertama tahun ini ditopang penguatan manufaktur.

Ekonomi Singapura pada kuartal I/2021 bergerak sampai 0,2 persen. Angka PDB itu naik dibanding periode kuartal I/2020 dan di luar perkiraan. Reuters memperkirakan pertumbuhan ekonomi Singapura masih terjadi kontraksi minus 0,2 persen.

Pergerakan ekonomi Singapura ini memberi angka positif bahwa ekonomi Singapura dalam jalan yang tepat untuk pulih setelah mengalami resesi terburuk sepanjang tahun lalu. Reuters melaporkan, Singapura berhasil mengendalikan pandemi dan menjalankan program vaksinasi yang menjadi kunci pemulihan ekonomi. Meski begitu, pembukaan akses perbatasan dinilai menjadi kunci pertumbuhan.

Angka pertumbuhan 0,2 persen, merupakan pertumbuhan positif pertama sejak Singapura dihantam pandemi tahun lalu, ketika kasus pertama ditemukan pada 23 Januari 2020.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh 2 persen antara Januari dan Maret 2021, melanjutkana pertumbuhan 3,8 persen pada kuartal terakhir tahun lalu.

Data ini adalah estimasi awal dari Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura pada Rabu (14/4/2021).

Pada kuartal I/2020, Singapore mencetak pertumbuhan 0 persen, diikuti oleh kontraksi pada tiga kuartal selanjutnya tahun lalu. Secara keseluruhan tahun, PDB Singapura mengalami penurunan hingga minus 5,4 persen. Itu adalah kontraksi pertama sejak 2001 dan yang terburuk sejak kemerdekaan Negeri Singa.

“Ekspansi ini adalah sinyal kuat yang menunjukan ekonomi kami meskipun lamban, tetapi mulai pulih dari dampak Covid-19 tahun lalu,” kata Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing di Facebook.

“Sementara kami tetap optimistis secara berhati-hati, banyak risiko penurunan yang kami harus perhatikan dengan seksama,” tambahnya. Ekonomi Singapura tumbuh ditopang oleh aktivitas manufaktur.

Dikutip dari Channel News Asia, sektor ini tumbuh 7,5 persen (yoy), didukung oleh ekspansi produksi elektronik, kimia, rekayasa presisi, dan manufaktur biomedis.

Sektor konstruksi terus mengalami kontraksi, meskipun pada tingkat yang lebih lambat, karena aktivitas di sektor swasta dan publik meningkat. Sektor ini menyusut 20,2 persen pada kuartal pertama, dibandingkan dengan penurunan 27,4 persen pada kuartal keempat tahun 2020.

Di antara sektor jasa, perdagangan grosir dan eceran serta transportasi dan penyimpanan sektor perdagangan menyusut 4,1 persen pada kuartal pertama.

Kelemahan berkelanjutan di sektor transportasi dan penyimpanan terutama disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang memengaruhi segmen transportasi udara, air, dan darat. Hal ini dimitigasi dengan ekspansi di sektor perdagangan grosir dan eceran. (Can/Reuters/Channel News Asia)

BAGIKAN