TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperketat pengawasan terhadap praktik penimbunan bahan pangan selama bulan Ramadan.
Kepala Disperindag Kepri Aries Fhariandi menegaskan, pihaknya bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk memantau pasar guna menjaga stabilitas harga dan pasokan.
“Bagi siapa pun yang terbukti menimbun bahan pangan demi keuntungan pribadi, akan kami tindak tegas bersama aparat kepolisian,” ujar Aries di Tanjungpinang, Minggu (2/3/2025).
Baca Juga: Jelang Ramadan, Pemko Batam Antisipasi Lonjakan Harga Sembako
Menurutnya, langkah ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga wajar hingga Idul Fitri 1446 Hijriah.
Aries memastikan harga dan stok bahan pokok di awal Ramadan dalam kondisi aman. Disperindag Kepri telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar sebelum Ramadhan untuk mencegah lonjakan harga komoditas.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pemerintah menjamin ketersediaan stok pangan selama Ramadhan hingga Lebaran.
“Stabilitas harga hanya bisa dijaga dengan kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha,” tambahnya.
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan mendesak pemerintah daerah untuk lebih aktif memantau harga bahan pokok di pasar. Ia mengingatkan agar lonjakan harga tidak membebani masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Iman juga mengimbau pedagang tidak menaikkan harga sesuka hati hanya karena meningkatnya permintaan selama Ramadan.
“Dari hasil pantauan di lapangan, harga dan stok bahan pokok masih stabil. Jika ada kenaikan, itu masih dalam batas wajar,” kata Iman.
Disperindag Kepri mencatat harga sejumlah bahan pokok di pasaran, antara lain beras medium Rp12.643/kg, tepung terigu Rp10.929/kg, minyak goreng curah Rp15.750/kg, daging sapi beku: Rp100.167/kg, ayam broiler Rp39.571/kg, cabai merah Rp77.714/kg dan gula pasir Rp16.140/kg
Pemerintah berkomitmen terus mengawasi harga dan pasokan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau selama bulan suci Ramadan. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









