Diplomasi Telepon Anwar Ibrahim Bebaskan Tujuh Tanker Malaysia dari Selat Hormuz

Anwar ibrahim iran
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian beberapa waktu lalu. Foto: Telegram Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membebaskan tujuh kapal tanker minyak yang tertahan di Selat Hormuz.

KUALA LUMPUR (gokepri) – Satu panggilan telepon kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian cukup bagi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim untuk membebaskan tujuh kapal tanker minyaknya yang tertahan di Selat Hormuz. Anwar menyebut keberhasilan itu buah dari hubungan diplomatik yang ia jaga dengan Teheran meski sempat dikritik habis-habisan di dalam negeri.

“Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan,” kata Anwar dalam sambutannya di hadapan warga Malaysia di Johor Bahru, Ahad (5/4). Respons Pezeshkian, menurut Anwar, langsung dan tegas: “Take it from me. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan.”

HBRL

Baca Juga: Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Infrastruktur Dihancurkan

Anwar tidak merinci kapan percakapan itu terjadi. Sebelum menyinggung soal kapal, ia menyebut keduanya sempat berdiskusi tentang perang dan sejumlah isu bilateral lainnya. Pezeshkian, kata Anwar, memanggilnya “brother Anwar” dan langsung memberi jaminan keamanan bagi armada Petronas serta kapal-kapal Malaysia lainnya agar minyak bisa kembali mengalir ke negeri itu.

Pembebasan kapal itu datang di tengah tekanan politik di dalam negeri. Sejumlah pihak sebelumnya mengkritik Anwar karena terlalu dekat dengan Iran dan dianggap mengabaikan kepentingan hubungan dengan Amerika Serikat. “Amerika akan menekan kita. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tapi kamu malah baik dengan Iran,” Anwar menirukan kritikan yang pernah ia terima.

Bahkan setelah diplomasi kapal berhasil, serangan tidak berhenti. Oposisi menuding harga bahan bakar minyak tetap mahal meski kapal sudah bebas melintas. Anwar mengakui biaya pengiriman dan asuransi kapal memang naik, tapi menolak argumen itu. “Setidaknya ada minyak. Negara lain sampai menjatah BBM, tidak ada minyak,” tegasnya.

Ia lalu melempar pertanyaan retoris kepada hadirin, berapa banyak pemimpin negara yang bisa langsung berbicara dengan Presiden Iran dan mendapat jaminan keamanan armadanya pada saat itu juga? “Ini bukan karena saya, tetapi karena pendirian kabinet. Karena prinsip negara kita,” ujar Anwar. ANTARA

Baca Juga: Bahan Baku Plastik Langka, Aphindo Waspadai Gelombang PHK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait