Dewan Pers Gelar Pelatihan Peliputan Pilkada di Kepri

Dewan Pers menggelar workshop peliputan Pemilu/Pilkada 2024 di Kota Batam. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Dewan Pers menyampaikan, pers memiliki peran penting dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan serentak pada November 2024 mendatang.

Anggota Dewan Pers, Yadi Heriyadi Hendriana mengatakan, pers memiliki peran edukasi melalui informasi yang proporsional tentang Pilkada. Sehingga masyarakat dapat diajak untuk berpartisipasi aktif dan mengawasi penyelenggaraan Pilkada.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kualitas peliputan terhadap Pilkada oleh media, Dewan Pers menyelenggarakan workshop atau pelatihan Ppliputan Pemilu – Pilkada 2024 yang berlangsung di Hotel Harris Resort Waterfront, Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat, 5 Juli 2024.

HBRL

Baca Juga: Honor Ketua PPK Pilkada Kepri 2024 Rp2,5 Juta, Masa Kerja 8 Bulan

Yadi juga menuturkan, workshop untuk media ini juga dilaksanakan di seluruh Indonesia. Pihaknya menargetkan pelatihan dan sosialisasi ini selesai sebelum masuk tahapan penyelenggaraan Pilkada.

“Jadi kita target sebelum Pilkada selesai semua. Targetnya, teman-teman jurnalis hadir untuk sosialisasi tentang Pilkada ini. Bagaimana kerja wartawan yang benar dalam meliput Pilkada, itu perlu kita sampaikan,” jelas Yadi.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab untuk memelihara iklim demokrasi yang aman dan memberikan pemahaman terkait calon pemimpin yang akan dipilih oleh masyarakat.

“Ini bagus sekali, karena pers itu penjaga demokrasi. Ini adalah tugas pers untuk membuat para pemilih atau masyarakat tidak salah dalam memilih,” katanya.

Pelatihan dihadiri juga sejumlah organisasi pers, ahli pers dan berbagai jurnalis. Mulai dari media cetak, elektronik dan cyber. Selain itu ada juga, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), penyelenggara Pilkada, KPU dan Bawaslu dan juga pemerintah daerah.

Acara ini dibuka oleh Ketua Komisi Kemitraan dan Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan sekira pukul 10.00 WIB. Usai dari pemaparan narasumber, pelatihan peliputan ini dirangkaikan dengan diskusi kelompok. Setiap peserta dibagi menjadi 5 kelompok dengan membahas topik-topik yang berbeda terkait Pilkada. Misalnya netralitas ASN, tokoh calon kepala daerah, dan lain sebagainya.

Setiap kelompok mengerjakan rencana liputan. Mulai dari latar belakang, angle liputan, daftar narasumber, daftar pertanyaan untuk narasumber, data-data pendukung dan kelengkapan foto, video dan info grafis.

“Saya kira ini adalah indikator kita harus memberikan berita terbaik, positif dan bisa mengarahkan ke publik, supaya publik tidak salah memilih nanti,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait