Dari Truk Baru hingga Kompos, Batam Berbenah Urus Sampah

tps liar di batam
Pengangkutan sampah dari salah satu TPS liar di Batam, Rabu (8/1/2025). Foto: Media Center Pemko Batam.

JAKARTA (gokepri) — Batam berbenah menghadapi persoalan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menambah armada pengangkut dan alat berat. Warga pun digandeng untuk memilah sampah dari rumah.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie, mengatakan penambahan armada pada 2025 ini meliputi 14 truk amrol dan dua dump truk. Selain itu, DLH juga menambah satu buldoser dan 40 tempat sampah kontainer. “Penambahan ini untuk mengganti 34 unit yang rusak,” kata Herman di Batam, Jumat 10 Januari 2025.

Herman mengajak seluruh warga Batam memilah sampah organik dan anorganik. Pemilahan ini diharapkan mengurangi tumpukan sampah harian. Ia mencontohkan, sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran dipisahkan dari sampah anorganik seperti botol dan plastik.

HBRL

Sampah anorganik yang bisa didaur ulang dapat disalurkan ke bank sampah untuk menghasilkan nilai ekonomi. “Jika dipilah, sampah anorganik bisa langsung dimanfaatkan pemulung. Jika tercampur, pemilahan akan sulit dan nilai ekonomisnya pun turun karena kualitasnya tidak bersih. Sampah yang bersih tentu bernilai lebih tinggi,” jelas Herman.

Baca Juga:
Batam Darurat Pengelolaan Sampah, Pemko Kerahkan Semua Lini

Setiap hari, warga Batam menghasilkan 1.200 ton sampah. Jumlah ini belum termasuk sampah dari rumah makan, industri, dan pusat perbelanjaan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam juga mengajak warga memanfaatkan sampah organik menjadi kompos. Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan setiap orang menghasilkan sekitar 0,7 hingga 0,9 kilogram sampah per hari. Tanpa penanganan yang baik, masalah sampah akan semakin parah.

Jefridin menekankan pentingnya pengurangan sampah melalui pemilahan. “Memilah sampah adalah salah satu solusi. Selain lingkungan bersih, pemilahan juga dapat menambah pendapatan keluarga,” kata Jefridin di Batam, Selasa lalu. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait