Dampak Polusi Bagi Kulit, Sebabkan Jerawat hingga Kanker

dampak polusi bagi kulit
Ilustrasi. Polusi sangat berdampak bagi kesehatan manusia, salah satunya bagi kulit. Foto: Freepik.com

Batam (gokepri.com) – Polusi sangat berbahaya dan menimbulkan dampak bagi tubuh manusia, salah satunya bagi kulit. Partikel polusi dapat merusak sel-sel kulit yang sehat sehingga menyebabkan jerawat hingga kanker kulit.

Partikel polusi halus memiliki kandungan ozon, nitrogen dioksida, karbondioksida, bahan organik volatil dan timbal. Kandungan-kandungan tersebut dapat merusak kulit yang sering terpapar.

Dilansir laman Hellosehat, berikut ini beberapa dampak paparan polusi bagi kulit.

Baca Juga: Diabetes Juga karena Faktor Polusi Udara

1. Jerawat

Jerawat dan komedo merupakan salah satu dampak yang paling sering terjadi jika kulit wajah terpapar polusi.

Hal ini karena partikel polisi menyumbat pori-pori kulit sehingga membentuk komedo. Bakteri yang berkembang biak pada pori-pori yang tersumbat kemudian menyebabkan peradangan dan terjadilah jerawat.

2. Psoriasis

Polusi udara dan faktor genetik sangat berperan dalam perkembangan psoriasis. Dalam penelitiannya, JAMA Dermatology menyebut polusi udara dapat meningkatkan risiko psoriasis pada kulit.

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang ditandai oleh pembentukan sel-sel kulit berlebih dan menumpuk di permukaan kulit. Hal ini dapat membentuk plak kemerahan yang terasa gatal dan bersisik.

3. Eksim

Eksim merupakan kondisi kulit yang ditandai oleh peradangan, kemerahan, kulit kering, gatal, dan dalam beberapa kasus menyebabkan lepuhan.

Polusi udara mengandung berbagai zat kimia dan partikel yang dapat berinteraksi dengan kulit dan menyebabkan peradangan.

Paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat merusak lapisan pelindung kulit, mengganggu keseimbangan kelembaban, dan meningkatkan risiko peradangan kulit.

4. Hiperpigmentasi

Paparan polusi udara dapat menyebabkan peradangan pada kulit, yang dapat memicu produksi melanin yang berlebihan. Ini dapat menyebabkan pembentukan bintik-bintik gelap.

Hiperpigmentasi merupakan kondisi kulit ketika terdapat peningkatan dalam produksi melanin atau pigmen alami yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Akibatnya, area kulit tertentu menjadi lebih gelap dari sekitarnya.

4. Penuaan dini

Polusi udara mengandung partikel polusi dengan ukuran diameter kurang dari 2,5 mikrometer.

Partikel ini dapat masuk ke dalam pori-pori kulit dan merusak kolagen dan elastin. Keduanya adalah protein yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis.

Kerusakan protein kulit menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti keriput dan garis halus.

Polusi udara juga dapat merusak skin barrier yaitu lapisan penghalang antara tubuh dan lingkungan eksternal.

Kerusakan skin barrier ditandai dengan peningkatan sensitivitas kulit, muncul bintik-bintik hitam, serta kulit kering yang ekstrem.

6. Kanker kulit

Kanker kulit yang terjadi karena polusi memang kasusnya tidak banyak. Namun menurut penelitian dalam American Academy of Otolaryngology, polusi udara dapat menyebabkan kerusakan ozon.

Penurunan kadar ozon sebesar 1% dan peningkatan paparan sinar ultraviolet B (UVB) sebesar 2%, akan meningkatkan risiko kanker kulit sebesar 2 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

BAGIKAN