Batam (gokepri.com) – Penyebaran Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu, membuat ratusan ribu orang kehilangan pekerjaannya. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kepri terus bertambah.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja mengatakan TPT Kepri, sampai Agustus tahun 2020 sebesar 10,34 persen.
Jika dibandingkan dengan Agustus tahun sebelumnya, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,84 persen atau 7,50 persen.
“Hal itu memang tidak terlepas dari dampak Covid-19, yang sangat berpengaruh besar terhadap ekonomi di Kepri,” kata Musni, dalam kegiatan Forum Ekonomi Kepri, Selasa (23/3/2021).
Data Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah warga Kepri yang menganggur pada tahun lalu adalah sebanyak 288.549 atau mengalami kenaikan sebanyak 42.210 dibandingkan tahun sebelumnya.
Musni juga mengatakan tidak hanya tingkat pengangguran saja yang meningkat pada tahun 2020. Menurutnya tingkat kemiskinan juga mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tingkat kemiskinan (September) tahun 2020 sebesar 6,13 persen. Sedangkan tahun sebelumnya dengan periode sama sebanyak 5,80 persen,” katanya.
Karena itu Musni juga berharap permasalahan Covid-19 bisa segera selesai. Sehingga ekonomi di Kepri bisa segera tumbuh sesuai dengan yang diharapkan.
“Saat ini sudah ada tren peningkatan ekonomi Kepri. Mudah-mudahan tahun 2021 bisa terus meningkat sesuai dengan target,” katanya.
(ard)
|Baca Juga : Angka Kemiskinan di Kepri: Penduduk Perkotaan Paling Rentan Jatuh Miskin saat Pandemi









