Tanjungpinang (Gokepri.com) – Jumlah warga yang hidup di bawah garis kemiskinan di Provinsi Kepri bertambah 10.645 orang dari Maret 2020 menjadi 142.611 orang. Penduduk yang tinggal di perkotaan bertambah paling banyak.
Dengan tambahan itu, menaikkan angka kemiskinan di Kepri menjadi 6,13 persen dari 5,92 persen berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri yang dirilis Senin 15 Februari.
Pandemi menjadi penyebab kenaikan angka kemiskinan ini. “Salah satu dampak pandemi menyebabkan tingkat pengangguran terbuka naik, imbasnya angka kemiskinan ikut meningkat,” kata Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo di Tanjungpinang, kemarin.
Berdasarkan survei sensus penduduk BPS, kata Agus, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Kepri pada September 2020 mencapai 142.611 orang
atau 6,13 persen.
Sebagai perbandingan, sebanyak 131.966 orang sudah masuk kategori penduduk miskin di Kepri pada Maret 2020.
Warga yang tinggal di perkotaan rentan berubah menjadi hidup di bawah garis kemiskinan selama pandemi.
Warga perkotaan tercatat memiliki kenaikan persentase angka kemiskinan menjadi 5,69 persen sepanjang Maret-September 2020
Berdasarkan laporan BPS Kepri, selama periode Maret 2020 hingga September 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik dari 108.859 orang pada Maret 2020 menjadi 121.823 orang pada September 2020.
Sementara di daerah perdesaan mengalami penurunan dari 23.107 orang pada Maret 2020 menjadi 20.788 di September 2020.
Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2020 sebesar 10,43 persen mengalami kenaikan menjadi 11,25 persen pada September 2020.
Peran komoditi makanan menjadi faktor utama terhadap garis kemiskinan dibandingkan peranan komoditi bukan makanan yakni perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.
Sumbangan produk makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2020 tercatat sebesar 66,52 persen.
“Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2020 yaitu sebesar 66,73 persen,” demikian Agus.
Indikator ini juga disandingkan dengan indikator konsumsi rumah tangga di Kepri yang hanya tumbuh 0,01 persen pada triwulan III/2020. Sedangkan pada periode yang sama pada 2019, konsumsi atau pengeluaran rumah tangga tumbuh 5,55 persen.
(Can)
|Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Bertambah 2,76 Juta Orang karena Pandemi









