Campak Bisa Mengakibatkan Penyakit Berat, Orangtua Harap Waspada

campak menyebabkan penyakit berat
Ilustrasi. Penyakit campak bisa menyebabkan penyakit berat. Foto: kemkes.go.id

JAKARTA (gokepri.com) – Campak bukan penyakit baru, namun beberapa waktu terakhir ini jumlahnya meningkat di Indonesia. Ternyata campak bisa mengakibatkan penyakit berat bila terjadi komplikasi.

Dilansir laman kemkes.go.id, secara umum gejala campak berupa demam, batuk, pilek, mata berair dan disertai timbulnya bintik-bintik kemerahan pada kulit.

Biasanya bintik tersebut muncul 2 sampai 4 hari setelah adanya gejala awal berupa demam, batuk dan pilek.

HBRL

Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak. Penularannya melalui cairan tubuh atau droplet, misalnya percikan ludah saat bersin, batuk, bicara atau bisa juga melalui cairan hidung.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan dr. Prima Yosephine, MKM mengatakan campak sangat berbahaya jika mengalami komplikasi. Dampaknya bisa menyebabkan diare berat hingga kematian.

“Kalau campak mengenai anak yang gizinya jelek maka anak ini bisa langsung disertai komplikasi seperti diare berat, pneumonia, radang paru, radang otak, infeksi di selaput matanya sampai menimbulkan kebutaan,” ujarnya, Jumat 20 Januari 2023, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan.

Prima mengatakan campak dapat dicegah dengan imunisasi. Diakuinya cakupan imunisasi di Indonesia turun secara signifikan karena pandemic Covid-19.

Sepanjang tahun 2022, sudah ada 12 provinsi yang mengeluarkan pernyataan kejadian luar biasa (KLB) campak.

”Selama tahun 2022 yang lalu jumlah kasus campak yang ada di negara kita memang cukup banyak lebih dari 3.341 laporan kasus. Kasus-kasus ini menyebar di 223 kabupaten/kota di 31 provinsi,” kata Prima.

Jumlah kasus ini dicatat selama Januari sampai Desember 2022. Jika dibandingkan dengan tahun 2021 ada peningkatan sekitar 32 kali lipat.

Penyebabnya karena sudah 2 tahun berturut-turut Indonesia tidak bisa mencapai target untuk pelayanan imunisasi rutin. Sehingga banyak anak-anak yang tidak diimunisasi rutin akibat Covid-19.

Baca Juga: Gubernur Ansar: Vaksinasi Campak dan Rubella Maret 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

Pos terkait