Batam (gokepri.com) – Kota Batam mulai menerapkan sistem QR Code pada pembayaran bus Trans Batam. Dengan teknologi ini, orang bisa membayar tiket Trans Batam tanpa harus mengeluarkan uang dari dompet.
Adalah Bank Indonesia Kepri yang merintis pembayaran digital Trans Batam. Tujuannya: warga Batam bertransaksi dengan dompet elektronik atau e-wallet. Bank Indonesia menggandeng Pemko Batam yang menjadi pengelola layanan angkutan massal bus Trans Batam.
“QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP),” ujar Kepala Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi, saat peluncuran, Jumat 25 September 2020.
QRIS singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, atau QR code di Indonesia. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan BI agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
Transaksi digital seperti dompet elekronik atau e-wallter dan uang elektronik e-money mulai populer sejak 2018. Sejak 2019, Bank Indonesia mengeluarkan centralised gatewaybarcode yang memungkinkan terjadinya transaksi lintas platform, seperti QR Code. QR Code adalah teknologi dengan biaya rendah dan teknologi sederhana, tersemat di dalam ponsel dan bisa dipindai lalu terkoneksi dengan e-wallet atau e-money.
Dengan teknologi QRIS, pengguna bus Trans Batam makin mudah membayar tiketnya. Tinggal pindai barcodenya, pembayaran langsung nongol di komputer dan tiketnya keluar.
“Semua penyelenggara jasa sistem pembayaran seperti Gopay, Ovo, Dana, Shopeepay atau LinkAja yang menggunakan QR code pembayaran saat ini wajib menerapkan QRIS,” kata Musni.
Karenanya, penerapan QRIS pada Trans Batam akan mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.
“Kami meyakini dengan transformasi ke arah nontunai, akan mendorong proses digitalisasi di daerah serta berpotensi meningkatkan PAD,” kata dia.
Layanan ini menambah transaksi digital bus Trans Batam. Selama ini Trans Batam sudah memanfaatkan transaksi menggunakan E-Tiketing dan Kartu Brizzi. Pengguna juga telah bisa menggunakan QRIS dalam melakukan transaksi pembayaran Tiket Bus Trans Batam.⠀
Pengguna Jasa Trans Batam diuntungkan dalam melakukan transaksi yang efisien dengan hanya menggunakan satu kode QR Code untuk melakukan pembayaran apapun ke merchant-merchant yang sudah terdaftar dan dapatkan promo-promo menarik seperti discount, cashback dan banyak lagi.
Jumlah pengguna bus Trans Batam cukup banyak. Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Kota Batam, saat kondisi normal biasanya bus trans Batam mampu mengangkut sekitar 8.000 penumpang. Jumlahnya menurun drastis selama pandemi.
“Namun saat ini bus trans Batam hanya mengangkut sekitar 2.000 – 3.500 penumpang perharinya, Walaupun memasuki fase new normal hanya naik sedikit dari biasanya, namun tetap saja tidak akan berjalan seperti biasanya,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Rustam, beberapa waktu lalu.
Batam Kota Pintar
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan penggunaan QRIS dalam pembayaran tiket bus Trans Batam diharapkan dapat mempermudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
Dengan sistem QRIS, maka masyarakat dapat membayar tiket bus Trans Batam dengan uang digital apa pun yang mereka miliki.
“Kami mengapresiasi inovasi sistem pembayaran nontunai. Sejak awal Pemkot Batam terus mendorong penggunaan transaksi nontunai,” kata Wakil Wali Kota.
Menurut Wakil Wali Kota, selain memudahkan masyarakat, pembayaran nontunai juga mampu meningkatkan sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah karena efisien dan aman.
Selain pada pembayaran tiket Trans Batam, pemkot juga telah menerapkan transaksi nontunai pada pembayaran pajak hotel dan restoran, menggunakan “tapping box”.
“Tak hanya di Dinas Perhubungan, tapi semua OPD yang berkaitan dengan PAD kita dorong untuk non tunai,” kata dia.
Transaksi nontunai di berbagai lini juga diharapkan mampu mewujudkan Batam menuju “smart city” dan tata kelola pemerintahan yang baik. (cg)
Editor: Candra Gunawan
Baca Juga:









