ANAMBAS (gokepri) – Bupati Anambas Abdul Haris menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD Tahun Anggaran (TA) 2023 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045.
LPJ APBD dipaparkan dalam Rapat Paripurna di DPRD Anambas. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Syamsil Umri ini dihadiri oleh 12 dari 20 anggota DPRD Anambas. “Dengan ini rapat paripurna saya buka, dan dibuka untuk umum,” tutur Syamsil Umri, sembari mengetuk palu jalannya rapat digelar.
Baca:
- Lomba Bertutur Cerita Rakyat, Upaya Pemkab Anambas Menanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
- Anambas Jemput Bola Layanan Kependudukan, Mudahkan Warga Urus KTP hingga KK
Kemudian paripurna dilanjutkan, dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) TA 2023 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tahun 2025-2045 oleh Bupati Kepulauan Anambas.
Dalam laporan keuangan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Anambas ke BPK RI, Abdul Haris menyampaikan pada awalnya pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp1.149.685.355.791, namun sampai dengan akhir tahun 2023 hanya terealisasi sebesar Rp998.370.281.042,73 atau 86,84 persen.
Dan untuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp23.949.728.959,68.
“Hasil pemeriksaan BPK RI terhadap laporan keuangan, Pemda Kabupaten Kepulauan Anambas dapat mempertahankan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 7 kali secara berturut-turut,” ujarnya.

Di kesempatan itu juga, Abdul Haris menjelaskan ranperda RPJP tahun 2025-2045 sudah dikonsultasikan dengan Pemprov Kepri, ada beberapa catatan penting yang disampaikan.
“Pada acara forum konsultasi publik RPJPD tanggal 18 Januari 2024 lalu belum memasukkan kata maju. Sehingga sesuai arahan Pemprov Kepri harus dimasukkan, maka visi RPJD Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini menjadi Kepulauan Anambas Yang Nyaman, Maju dan Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Biru,” jelasnya.
Untuk sasaran visi yang telah ditetapkan, Abdul Haris menyebutkan ada empat yang dirumuskan.
“Peningkatan pendapatan daerah perkapita, pengentasan kemiskinan dan ketimpangan, peningkatan perekonomian dan daya saing daerah, daya saing sumber daya manusia meningkat serta intensitas emisi GRK menurun menuju net zero mission,” sebutnya.
Sedangkan misinya, Abdul haris menerangkan terdapat empat misi untuk tahun 2025-2045.
“Mewujudkan manusia Kepulauan Anambas yang sehat, cerdas, berdaya saing dan berbudaya. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi biru yang produktif dan berkelanjutan. Mewujudkan permukiman yang sehat dan nyaman dengan lingkungan hidup yang asri dan lestari. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, inovatif, ramah, dan cepat,” terangnya.
Sebagai informasi, terhadap sasaran visi terdapat 10 indikator antara lain sebagai berikut:
1. PDRB per kapita
2. Kontribusi PDRB sub sektor perikanan
3. Kontribusi PDRB industri pengolahan
4. Tingkat kemiskinan
5. Rasio gini
6. Kontribusi PDRB Kabupaten Kepulauan Anambas terhadap PDRB Provinsi Kepulauan Riau
7. Laju pertumbuhan ekonomi
8. Indeks daya saing daerah
9. Indeks pembangunan manusia
10. Penurunan intensitas emisi GRK
Terakhir, Abdul Haris berharap kepada pejabat eksekutif maupun legislatif Kabupaten Kepulauan Anambas untuk dapat meningkatkan kinerjanya secara bersama-sama.
“Dari keseluruhan sasaran maupun indikator visi dan misi diharapkan kepada bapak dan ibu, untuk diskusi bersama dalam rangka penanjaman terkait penentuan nilai target yang ingin dicapai. Sehingga tujuan utama pembangunan dapat kita raih bersama,” harapnya.
Penulis: Wisnu Een
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









