BATAM (gokepri) – Jumlah kecelakaan kerja di Batam kembali tinggi sepanjang tahun ini. Hingga September 2025, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepulauan Riau mencatat 4.610 kasus, baik yang terjadi di lokasi kerja maupun di luar area industri. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah memperketat pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyatakan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang abai menjalankan standar keselamatan. Ia meminta inspeksi lapangan ditingkatkan untuk memastikan penerapan K3 berjalan. “Kami akan tegas kepada perusahaan yang mengabaikan K3, apalagi kalau sudah terjadi berulang kali. Turunkan inspektur untuk mengecek itu,” ujar Ansar.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan pekerja dalam memakai perlengkapan pelindung diri. “Jangan risih, itu untuk keselamatan. Pengawasan dan sosialisasinya akan kita tingkatkan,” katanya.
Sebagai kawasan industri besar, Batam menjadi lokasi ribuan aktivitas manufaktur dan logistik. Situasi ini membuat penerapan K3 menjadi isu penting bagi pekerja dan perusahaan.
Dari 4.610 kasus yang tercatat hingga September, kecelakaan lalu lintas menjadi penyumbang terbesar, yakni 48,2 persen atau 2.222 kejadian. Kecelakaan akibat material sebanyak 640 kasus (13,9 persen), disusul insiden yang melibatkan mesin produksi 537 kasus (11,6 persen).
Kejatuhan dari ketinggian tercatat 477 kasus (10,3 persen), sedangkan kategori “lain-lain” mencapai 570 kasus (12,4 persen). Kecelakaan akibat bahan kimia berada pada angka rendah, yakni 30 kasus (0,7 persen).
Selama sembilan bulan pertama tahun ini terjadi 26 korban meninggal. Lonjakan insiden tercatat pada April, Juni, dan Juli.
Data juga menunjukkan kecelakaan kerja didominasi pekerja laki-laki. Di lokasi kerja, terdapat 2.103 kasus pada pekerja laki-laki dan 245 kasus pada pekerja perempuan. Pada kejadian lalu lintas, jumlahnya mencapai 1.255 kasus untuk laki-laki dan 967 kasus untuk perempuan. Untuk korban meninggal dunia, laki-laki mencatat 23 kasus dan perempuan 3 kasus.
Angka kecelakaan kerja di Batam berada pada level tinggi dalam empat tahun terakhir.
Pada 2022 tercatat 5.340 kasus, 2023 sebanyak 5.974 kasus, dan 2024 mencapai 7.006 kasus. Pada 2025, hingga September sudah ada 4.610 kasus. Totalnya 18.320 kasus sepanjang 2022–2025. Dari jumlah kumulatif itu, kecelakaan lalu lintas mendominasi dengan 10.917 kasus (59,6 persen).
Gubernur Ansar kembali menegaskan kewajiban perusahaan memperketat standar K3 dan meningkatkan pengawasan internal. Pemerintah daerah, kata dia, akan memperkuat inspeksi lapangan untuk memastikan seluruh perusahaan mematuhi aturan keselamatan. “Kita harus pastikan keselamatan pekerja menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Baca Juga: Kecelakaan Kerja Masih Sering Terjadi, Budaya K3 Belum Mengakar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







