Bermodalkan Kejujuran, Transaksi Agen BRILink Indra Kini Capai Rp5 Miliar

Indra (40) Agen BRILink di Kampung Bunga Raya, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak melayani transaksi dana di Toko Salsa miliknya. (Ilfitra/gokepri.com)

Siak (gokepri.com) – Kejujuran dan kepercayaan. Dua kata itulah menjadi modal dasar bagi Indra (40), warga Kampung Bunga Raya, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau ketika awal menjadi seorang Agen BRILink.

“Modal pertama itu adalah kejujuran, kemudian ada kepercayaan dari orang lain,” ujar Indra saat disambangi di Toko Salsa miliknya di Kampung Bunga Raya, Kamis, 11 April 2024.

Indra, warga asli Melayu Deli ini mulai menjadi Agen BRILink sejak 2017 silam atau sekitar 6 tahun yang lalu.

Menurut dia, selain kejujuran dan kepercayaan, faktor lain yang menjadikan seseorang sukses menjadi seorang Agen BRILink adalah relasi.

“Kita akui, uang kas secara fisik memang perlu sebagai modal. Namun, itu bukan yang utama. Bagi saya relasi itu yang paling penting,” ungkap Indra.

Indra menyebut, relasi yang dimaksud adalah ketika dia membutuhkan dana segar dengan jumlah yang besar hingga angka ratusan juta, maka dia menghubungi rekannya yang seorang bos swalayan, toke sawit atau pemodal lainnya.

“Modalnya kejujuran, ketika saya butuh modal hubungi bos-bos itu dan bilang butuh dana sekian, mereka transfer kemudian selesai transaksi dananya langsung ditransfer hari itu juga,” jelasnya.

Diakui Indra, saat awal menjadi Agen BRILink dia hanya memiliki modal uang kas sebesar Rp10 juta.

“Kalau modal awal 10 juta, namun yang transaksi melebihi dari modal kita, nah yang membantu adalah bos-bos itu,” tuturnya.

Toko Salsa milik Agen BRILink Indra di Kampung Bunga Raya, Kecamatan Bunga Raya, Siak. (Ilfitra/gokepri.com)

Seiring berjalannya waktu, transaksinya makin terus meningkat hingga saat ini ketika musim panen raya sawah, dia bisa mencapai transaksi hingga Rp5 miliar.

“Kalau lagi hari biasa, transaksi saya rata-rata 1,5 miliar per bulan. Namun, kalau sudah memasuki panen sawah raya bisa mencapai 5 miliar,” sebutnya.

Dikatakan, rata-rata yang melakukan transaksi di tempat dia adalah petani sawit, petani sawah dan juga kerjasama dengan koperasi.

“Khusus untuk petani sawah, kebanyakan yang melakukan transaksi adalah broker (makelar). Kalau kita sebut tengkulak, rasanya kurang tepat karena yang ini tidak terlalu menekan petani,” katanya.

Indra mengatakan, masing-masing Agen BRILink memiliki market place sendiri-sendiri.

“Misalnya, saya jadi Agen BRILink, terus tetangga saya juga kemudian di seberang jalan juga jadi agen. Namun, nilai transaksi pasti tak sama, yang menentukan itu adalah market place,” kata Indra.

Indra menyebut, keberadaan dia sebagai Agen BRILink sangat membantu para petani sawit dan juga petani sawah dalam hal pembayaran.

“Para agen padi itu kan punya limit, jadi dengan adanya Agen BRILink ini sangat membantu mereka. Misalnya, mereka butuh dana sekitar 200 juta, namun uang tunai yang mereka miliki hanya 60 juta dan mereka mendatangi kami untuk melakukan transaksi,” katanya.

Berbekal kejujurannya itu, Indra yang awalnya hanya memiliki toko kecil sekarang sudah memiliki toko yang menjual bermacam-macam kebutuhan masyarakat layaknya minimarket.

Katik, warga Kampung Bunga Raya mengakui banyak manfaat yang dirasakannya sejak keberadaan Agen BRILInk Indra di daerah itu.

“Banyak sekali manfaat yang kami rasakan. Sebab, di sini tak ada ATM apalagi bank. Agen BRILink ini lah yang menjadi harapan kami untuk menarik dana tunai maupun melakukan transfer dana,” ujar Katik.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait