<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Utama &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/berita-utama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/berita-utama/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 05:49:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>Berita Utama &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/berita-utama/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gandeng Cevia Enviro, BP Batam Jajaki Investasi Teknologi Sampah Jadi Energi</title>
		<link>https://gokepri.com/gandeng-cevia-enviro-bp-batam-jajaki-investasi-teknologi-sampah-jadi-energi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 05:49:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bp batam]]></category>
		<category><![CDATA[Cevia Enviro Inc]]></category>
		<category><![CDATA[Danantara]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[Fary Francis]]></category>
		<category><![CDATA[investasi batam]]></category>
		<category><![CDATA[investasi Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[waste to energy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131873</guid>

					<description><![CDATA[<p>BP Batam membuka pembahasan awal kerja sama pengolahan sampah menjadi energi bersama perusahaan perwakilan Cevia <a class="read-more" href="https://gokepri.com/gandeng-cevia-enviro-bp-batam-jajaki-investasi-teknologi-sampah-jadi-energi/" title="Gandeng Cevia Enviro, BP Batam Jajaki Investasi Teknologi Sampah Jadi Energi" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/gandeng-cevia-enviro-bp-batam-jajaki-investasi-teknologi-sampah-jadi-energi/">Gandeng Cevia Enviro, BP Batam Jajaki Investasi Teknologi Sampah Jadi Energi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BP Batam membuka pembahasan awal kerja sama pengolahan sampah menjadi energi bersama perusahaan perwakilan Cevia Enviro Inc.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menjajaki peluang investasi pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy (WtE) bersama perusahaan yang mewakili Cevia Enviro Inc, perusahaan lingkungan dan infrastruktur asal China. Inisiatif itu dinilai dapat memperluas opsi penanganan sampah sekaligus mendukung kebutuhan energi di Batam.</p>
<p>Pembahasan awal tersebut berlangsung saat Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menerima audiensi PT Chuansheng Import Export Trading Indonesia di ruang rapat Deputi Bidang Investasi BP Batam, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/strategi-baru-batam-atasi-sampah/">Strategi Baru Batam Atasi Sampah</a></strong></p>
<p>Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas rencana kerja sama investasi pada sektor pengolahan sampah menjadi energi. BP Batam menyatakan akan menindaklanjuti usulan tersebut sesuai mekanisme investasi yang berlaku.</p>
<p>“Rencana kerja sama investasi yang disampaikan akan kami bahas sesuai mekanisme yang ada,” ujar Fary dikutip dari keterangan BP Batam.</p>
<p>Menurut Fary, diskusi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi peluang kerja sama yang lebih luas pada sektor pengelolaan lingkungan dan energi.</p>
<p>“Kami berharap pembahasan serta diskusi ini dapat membuka peluang kerja sama yang baik ke depan,” ungkapnya.</p>
<p>PT Chuansheng Import Export Trading Indonesia hadir sebagai perusahaan perwakilan Cevia Enviro Inc dalam pembicaraan dengan BP Batam. Fokus pembahasan diarahkan pada pemanfaatan sampah sebagai sumber energi melalui teknologi WtE.</p>
<p>Teknologi waste-to-energy merupakan metode pengolahan limbah yang mengubah sampah menjadi sumber energi, antara lain listrik dan panas. Model ini kerap dipertimbangkan di kawasan perkotaan yang menghadapi peningkatan volume sampah dan keterbatasan lahan pembuangan.</p>
<p>Cevia Enviro Inc sebelumnya dikenal dengan nama Henan Chengfa Environment Co Ltd. Perusahaan itu bergerak pada bidang perlindungan lingkungan dan infrastruktur publik serta berada di bawah kendali Henan Investment Group, Tiongkok.</p>
<p>Didirikan pada 1998, perusahaan tersebut tercatat di Bursa Efek Shenzhen dengan kode saham SZSE: 000885. Portofolio usahanya mencakup pengolahan limbah padat, limbah medis, limbah makanan, layanan pasokan air, pengoperasian jalan tol, hingga pembangunan infrastruktur perkotaan.</p>
<p>Cevia Enviro Inc juga masuk dalam daftar perusahaan teknologi dan infrastruktur global yang lolos seleksi awal proyek pengolahan sampah menjadi energi yang diprakarsai Danantara di Indonesia.</p>
<p>Masuknya perusahaan itu dalam penjajakan investasi di Batam berpotensi memperkuat alternatif pengelolaan sampah di wilayah yang pertumbuhan penduduk dan aktivitas industrinya terus meningkat.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/bp-batam-pelajari-pengelolaan-sampah-dan-air-dari-singapura/">BP Batam Pelajari Pengelolaan Sampah dan Air dari Singapura</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/gandeng-cevia-enviro-bp-batam-jajaki-investasi-teknologi-sampah-jadi-energi/">Gandeng Cevia Enviro, BP Batam Jajaki Investasi Teknologi Sampah Jadi Energi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BP Batam Siapkan Hujan Buatan Hadapi El Nino</title>
		<link>https://gokepri.com/bp-batam-siapkan-hujan-buatan-hadapi-el-nino/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 10:12:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Air Baku]]></category>
		<category><![CDATA[AirNav Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[batam]]></category>
		<category><![CDATA[Bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[bp batam]]></category>
		<category><![CDATA[El nino]]></category>
		<category><![CDATA[hujan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan air]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi modifikasi cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Batam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Operasi modifikasi cuaca disiapkan untuk menjaga cadangan air waduk selama musim kemarau. BATAM (gokepri) — <a class="read-more" href="https://gokepri.com/bp-batam-siapkan-hujan-buatan-hadapi-el-nino/" title="BP Batam Siapkan Hujan Buatan Hadapi El Nino" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/bp-batam-siapkan-hujan-buatan-hadapi-el-nino/">BP Batam Siapkan Hujan Buatan Hadapi El Nino</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Operasi modifikasi cuaca disiapkan untuk menjaga cadangan air waduk selama musim kemarau.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk menjaga ketahanan air baku menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino pada Juni hingga Agustus 2026. Langkah ini ditempuh setelah sejumlah waduk utama di Batam mengalami penurunan permukaan air.</p>
<p>Operasi hujan buatan disiapkan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia. BP Batam menilai langkah antisipatif diperlukan agar cadangan air di waduk tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan industri.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/el-nino-mengintai-apa-dampaknya-bagi-asia/">El Nino Mengintai, Apa Dampaknya bagi Asia?</a></strong></p>
<p>Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano mengatakan, operasi modifikasi cuaca ditujukan untuk menjaga elevasi air di sejumlah waduk agar distribusi air bersih tidak terganggu selama musim kemarau.</p>
<p>“Kami merencanakan modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan El Nino. Meskipun hujan masih turun, sering kali tidak jatuh di area tangkapan waduk. Karena itu, kami berupaya agar hujan dapat diarahkan ke wilayah waduk sehingga mampu menambah cadangan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Denny saat memimpin rapat koordinasi di Batam, Jumat (15/5/2026).</p>
<figure id="attachment_131820" aria-describedby="caption-attachment-131820" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-131820" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/F26A68D5-C02C-4DF4-B4AD-2622415E5C67.jpeg" alt="Hujan buatan batam" width="1280" height="854" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/F26A68D5-C02C-4DF4-B4AD-2622415E5C67.jpeg 1280w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/F26A68D5-C02C-4DF4-B4AD-2622415E5C67-768x512.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-131820" class="wp-caption-text">Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano. Foto: BP Batam</figcaption></figure>
<p>BP Batam memfokuskan operasi tersebut pada sejumlah waduk utama, yakni Waduk Nongsa, Sei Ladi, Sei Harapan, Muka Kuning, Tembesi, dan Duriangkang. Waduk-waduk itu menjadi penopang utama kebutuhan air bersih Batam sekaligus wilayah yang mengalami penurunan debit air baku dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>Berdasarkan hasil rapat bersama tim teknis, operasi hujan buatan tahap awal direncanakan berlangsung selama satu pekan. Selama periode itu, BP Batam akan mengevaluasi efektivitas penyemaian awan terhadap kenaikan debit air waduk.</p>
<p>Selain menyiapkan langkah teknis, BP Batam juga meminta masyarakat ikut menjaga ketahanan air dengan menghemat penggunaan air bersih.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat agar lebih hemat menggunakan air. Jika menemukan tindakan di luar prosedur terhadap jaringan air, segera laporkan agar distribusi dan kebutuhan air tetap terkendali,” kata Denny.</p>
<p><strong>Belajar dari Singapura</strong></p>
<p>Dalam rapat tersebut, Denny juga menyinggung strategi jangka panjang pengelolaan air di Batam dengan mencontoh pengalaman Singapura. Negara kota itu dinilai berhasil membangun sistem ketahanan air meski memiliki keterbatasan sumber air alami.</p>
<p>Menurut Denny, keberhasilan Singapura menunjukkan bahwa pengelolaan air tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga efisiensi pemanfaatan dan pengembangan teknologi.</p>
<p>Singapura mengembangkan empat sumber utama pasokan air atau “keran nasional”, yakni air impor, desalinasi air laut, penampungan air hujan, dan NEWater atau air hasil daur ulang.</p>
<p>Pengalaman tersebut, menurut BP Batam, menjadi salah satu rujukan dalam menyusun strategi jangka panjang menghadapi pertumbuhan penduduk, ekspansi industri, dan dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air baku di Batam.</p>
<p>“Seluruh kajian teknis terkait ketahanan air baku di Batam sudah kami pertimbangkan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pimpinan BP Batam mengenai langkah antisipatif lain agar suplai air baku tetap terjaga di tengah pertumbuhan penduduk dan industri,” ujar Denny.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/ketika-el-nino-godzilla-datang-seberapa-siap-lumbung-pangan-kita/">Ketika El Nino &#8220;Godzilla&#8221; Datang, Seberapa Siap Lumbung Pangan Kita?</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/bp-batam-siapkan-hujan-buatan-hadapi-el-nino/">BP Batam Siapkan Hujan Buatan Hadapi El Nino</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pabrik Pengolahan Ikan Perkuat Industri Perikanan Kepri</title>
		<link>https://gokepri.com/pabrik-pengolahan-ikan-perkuat-industri-perikanan-kepri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 01:58:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Ansar Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[bintan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[industri perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan ikan]]></category>
		<category><![CDATA[PT Bintan Intan Gemilang]]></category>
		<category><![CDATA[sakti wahyu trenggono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131743</guid>

					<description><![CDATA[<p>TANJUNGPINANG (gokepri) — Industri pengolahan hasil laut di Kepulauan Riau terus berkembang seiring upaya pemerintah <a class="read-more" href="https://gokepri.com/pabrik-pengolahan-ikan-perkuat-industri-perikanan-kepri/" title="Pabrik Pengolahan Ikan Perkuat Industri Perikanan Kepri" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/pabrik-pengolahan-ikan-perkuat-industri-perikanan-kepri/">Pabrik Pengolahan Ikan Perkuat Industri Perikanan Kepri</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TANJUNGPINANG (gokepri)</strong> — Industri pengolahan hasil laut di Kepulauan Riau terus berkembang seiring upaya pemerintah memperkuat hilirisasi sektor perikanan. Kehadiran pabrik pengolahan ikan di Kabupaten Bintan dinilai dapat memperluas penyerapan hasil tangkapan nelayan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan daerah.</p>
<p>Pabrik pengolahan ikan milik PT Bintan Intan Gemilang (BIG) itu diresmikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Jalan Nusantara, Kabupaten Bintan, Kamis (15/5/2026).</p>
<p>Keberadaan industri pengolahan tersebut dipandang strategis karena terintegrasi dengan jalur distribusi dan pelabuhan ekspor. Lokasi pabrik hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pelabuhan kontainer sehingga dinilai mempermudah pengiriman produk perikanan ke pasar internasional.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/diresmikan-hashim-pabrik-solder-stania-di-batam-mulai-produksi/">Diresmikan Hashim, Pabrik Solder STANIA di Batam Mulai Produksi</a></strong></p>
<p>Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan investasi industri pengolahan ikan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi maritim daerah. Selain memperbesar peluang ekspor, industri tersebut dinilai dapat memperluas pasar hasil tangkapan nelayan lokal.</p>
<p>“Pemerintah daerah menyambut baik investasi dan pengembangan industri pengolahan perikanan seperti ini karena akan membuka peluang penyerapan hasil tangkapan nelayan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat rantai hilirisasi perikanan di Kepri,” ujar Ansar.</p>
<p>Menurut Ansar, Kepulauan Riau memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi itu memberi peluang bagi pengembangan industri perikanan berbasis ekspor apabila didukung infrastruktur pengolahan dan distribusi yang memadai.</p>
<p>Ia mengatakan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri diperlukan agar potensi kelautan dan perikanan di wilayah tersebut dapat memberi dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat pesisir.</p>
<p>“Kita optimistis sektor ini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Ansar.</p>
<p>Di tengah penguatan industri hilir tersebut, pemerintah pusat juga menaruh perhatian pada pembenahan sektor hulu perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai peningkatan kapasitas nelayan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku industri pengolahan.</p>
<p>“Persoalan kita sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tetapi pembenahan hulunya belum beres. Karena itu pemerintah sedang membenahi sektor hulu melalui pembangunan kampung nelayan,” ujar Trenggono.</p>
<p>Pemerintah saat ini menjalankan program Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat sarana produksi dan tata kelola hasil tangkapan nelayan. Program tersebut menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam memperkuat rantai industri perikanan nasional dari sektor hulu hingga hilir.</p>
<p>Trenggono meminta pemerintah daerah aktif mendukung program itu agar peluang pengembangan sektor perikanan di Kepulauan Riau dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia juga menegaskan kebijakan pemerintah yang memberi ruang lebih besar bagi nelayan lokal dalam pemanfaatan hasil tangkapan ikan.</p>
<p>“Nanti kapal yang dari Jawa itu, pengusaha-pengusaha itu saya stop semua. Instruksi Presiden, yang hanya boleh mengambil langsung ini nelayan. Jadi kalau kita tidak bisa memanfaatkan peluang, maka peluang itu akan lewat,” kata Trenggono.</p>
<p>Pabrik baru PT BIG berdiri di atas lahan seluas 3,4 hektare dan saat ini baru memanfaatkan sekitar sepertiga dari total kawasan yang tersedia. Operasional perusahaan telah dipindahkan dari fasilitas lama sejak enam bulan terakhir.</p>
<p>Selama ini PT BIG rutin mengekspor produk ikan ke sejumlah negara, antara lain Malaysia, Singapura, Australia, dan Amerika Serikat. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/kebutuhan-pipa-meningkat-rainbow-tubulars-operasikan-pabrik-kedua-2025/">Kebutuhan Pipa Meningkat, Rainbow Tubulars Operasikan Pabrik Kedua 2025</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/pabrik-pengolahan-ikan-perkuat-industri-perikanan-kepri/">Pabrik Pengolahan Ikan Perkuat Industri Perikanan Kepri</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rempang Eco-City Dituntut Buka Lapangan Kerja</title>
		<link>https://gokepri.com/rempang-eco-city-dituntut-buka-lapangan-kerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 04:26:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Amsakar Achmad]]></category>
		<category><![CDATA[batam]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[EBT]]></category>
		<category><![CDATA[Energi hijau]]></category>
		<category><![CDATA[investasi batam]]></category>
		<category><![CDATA[investasi Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Strategis Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Rempang eco city]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja lokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131727</guid>

					<description><![CDATA[<p>Amsakar Achmad meminta investasi di Rempang Eco-City memberi dampak ekonomi langsung bagi warga melalui penyerapan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/rempang-eco-city-dituntut-buka-lapangan-kerja/" title="Rempang Eco-City Dituntut Buka Lapangan Kerja" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/rempang-eco-city-dituntut-buka-lapangan-kerja/">Rempang Eco-City Dituntut Buka Lapangan Kerja</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Amsakar Achmad meminta investasi di Rempang Eco-City memberi dampak ekonomi langsung bagi warga melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan penguatan transisi energi hijau.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Arus investasi yang masuk ke proyek Rempang Eco-City diharapkan tidak berhenti pada pembangunan kawasan industri dan energi hijau, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Penyerapan tenaga kerja warga Batam menjadi salah satu tuntutan yang mengemuka di tengah pengembangan proyek strategis tersebut.</p>
<p>Isu itu menjadi perhatian dalam audiensi Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (13/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penelitian mengenai proyek Rempang Eco-City, termasuk investasi Green Belt and Road Initiative (BRI) asal Tiongkok.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/kelanjutan-investasi-rp174-triliun-xinyi-di-rempang-eco-city-jadwal-groundbreaking-2025/">Kelanjutan Investasi Rp174 Triliun Xinyi di Rempang Eco City, Jadwal Groundbreaking 2025</a></strong></p>
<p>Di tengah meningkatnya perhatian terhadap proyek Rempang, pemerintah daerah berupaya menempatkan investasi sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar. Selain menjanjikan pengembangan kawasan industri dan energi baru, proyek itu juga menghadirkan tantangan sosial yang membutuhkan kepastian arah kebijakan.</p>
<p>Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan investasi nasional karena didukung regulasi khusus dan letak geografis yang berdekatan dengan jalur perdagangan internasional. Kondisi itu, menurut dia, membuat Batam terus menjadi tujuan investasi, termasuk di sektor energi hijau.</p>
<p>“Batam memiliki independensi dalam menentukan arah investasi, namun tetap selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Kami sangat konsen terhadap transisi energi hijau,” ujar Amsakar.</p>
<p>Namun, menurut Amsakar, masuknya investasi tidak boleh meminggirkan masyarakat lokal dari manfaat pembangunan. Pemerintah Kota Batam meminta investor memberi prioritas kepada tenaga kerja lokal agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung warga.</p>
<p>“Kami menekankan kepada para investor untuk merangkul dan merekrut tenaga kerja lokal. Kehadiran investasi harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Batam,” kata Amsakar.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, proyek Rempang Eco-City menjadi salah satu agenda strategis nasional yang mendapat perhatian pemerintah pusat. Kawasan tersebut diproyeksikan berkembang sebagai pusat industri, logistik, dan energi baru terbarukan di Batam.</p>
<p>Di sisi lain, proyek itu juga memunculkan perdebatan mengenai relokasi warga dan dampak sosial pembangunan kawasan. Karena itu, pemerintah daerah menilai keseimbangan antara kepastian investasi dan perlindungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan proyek.</p>
<p>Amsakar menyambut kajian BRIN mengenai dinamika investasi di Rempang dan berharap hasil penelitian itu dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.</p>
<p>“Kami sangat terbuka menerima masukan. Jika penelitian ini menghasilkan rekomendasi mengenai langkah yang perlu diambil, tentu akan membantu menyempurnakan kebijakan demi kemajuan Batam,” ujarnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/riset-undip-soroti-pentingnya-penguatan-ekonomi-rajungan-dan-sanitasi-di-rempang/">Riset UNDIP Soroti Pentingnya Penguatan Ekonomi Rajungan dan Sanitasi di Rempang</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/rempang-eco-city-dituntut-buka-lapangan-kerja/">Rempang Eco-City Dituntut Buka Lapangan Kerja</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Linimasa dan Peta Penggerebekan Sindikat Scam di Indonesia</title>
		<link>https://gokepri.com/linimasa-dan-peta-penggerebekan-sindikat-scam-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 03:36:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[batam]]></category>
		<category><![CDATA[imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Interpol]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Barat]]></category>
		<category><![CDATA[judi online]]></category>
		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Siber]]></category>
		<category><![CDATA[scam online]]></category>
		<category><![CDATA[TPPO]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[wna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131674</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perpindahan jaringan scam dan judi online internasional ke Indonesia setelah penertiban besar-besaran di kawasan Indocina. <a class="read-more" href="https://gokepri.com/linimasa-dan-peta-penggerebekan-sindikat-scam-di-indonesia/" title="Linimasa dan Peta Penggerebekan Sindikat Scam di Indonesia" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/linimasa-dan-peta-penggerebekan-sindikat-scam-di-indonesia/">Linimasa dan Peta Penggerebekan Sindikat Scam di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perpindahan jaringan scam dan judi online internasional ke Indonesia setelah penertiban besar-besaran di kawasan Indocina.</strong></p>
<p><strong>JAKARTA (gokepri)</strong> — Gelombang pengungkapan kasus penipuan daring dan judi online yang melibatkan warga negara asing dalam tiga bulan terakhir menunjukkan Indonesia mulai menjadi titik baru perpindahan sindikat siber Asia Tenggara. Pengetatan operasi di negara-negara Indocina disebut mendorong jaringan tersebut mencari basis baru, termasuk ke Indonesia.</p>
<p>Rangkaian pengungkapan sejak Maret hingga Mei 2026 memperlihatkan pola serupa. Para pelaku masuk menggunakan izin tinggal wisata atau kunjungan, lalu mengoperasikan penipuan daring, layanan judi online, hingga telemarketing ilegal dari apartemen, rumah, dan gedung perkantoran di sejumlah kota.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/scammer-asing-masuk-indonesia-lewat-celah-bebas-visa/">Scammer Asing Masuk Indonesia Lewat Celah Bebas Visa</a></strong></p>
<p>NCB Interpol Indonesia menyebut pergeseran itu terjadi setelah pusat-pusat operasi daring di Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam ditertibkan besar-besaran. Ribuan operator, termasuk warga negara Indonesia yang sebelumnya bekerja di kawasan tersebut, disebut berpindah dan membangun jaringan baru di negara lain.</p>
<p>“Indonesia bukan satu-satunya tujuan. Filipina dan Timor Leste juga menjadi sasaran perpindahan jaringan serupa,” ujar Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Untung Widyatmoko dalam keterangan sebelumnya.</p>
<p><strong>Dari Bogor hingga Batam</strong></p>
<p>Berdasarkan catatan <em>gokepri</em>, pengungkapan kasus bermula pada Maret 2026 ketika petugas imigrasi menangkap 13 warga negara Jepang di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka diduga terlibat dalam aktivitas scam online yang kemudian diidentifikasi sebagai bagian dari pola perpindahan sindikat siber Indocina ke Indonesia.</p>
<figure id="attachment_131495" aria-describedby="caption-attachment-131495" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-131495" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/4610419F-70DD-48D4-9B9A-F99733978233-e1778304453870.jpeg" alt="Celah bebas visa" width="800" height="489" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/4610419F-70DD-48D4-9B9A-F99733978233-e1778304453870.jpeg 800w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/4610419F-70DD-48D4-9B9A-F99733978233-e1778304453870-768x469.jpeg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-131495" class="wp-caption-text">Konferensi pers penangkapan 210 WNA diduga pelaku scammer investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/Angiela Chantiequ)</figcaption></figure>
<p>Sebulan berselang, tepatnya 14 April 2026, Imigrasi Sukabumi menangkap 16 warga negara asing di sebuah resor di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Mereka terdiri atas 12 warga China, satu warga Taiwan, dan tiga warga Malaysia.</p>
<p>Kasus itu bermula dari informasi intelijen mengenai aktivitas mencurigakan sekelompok warga asing sejak 29 Maret 2026. Saat penggerebekan berlangsung, para pelaku diduga berupaya melarikan diri sambil membawa perangkat elektronik.</p>
<p>Petugas kemudian menyita 50 komputer, 150 telepon seluler, dan sejumlah perangkat jaringan. Para pelaku diduga menjalankan praktik love scamming dengan sasaran korban warga Amerika Serikat dan Meksiko.</p>
<p>Pada periode yang sama, Polrestabes Surabaya mengungkap jaringan penipuan internasional yang beroperasi di Surabaya dan Surakarta. Kasus tersebut berawal dari laporan Konsulat Jepang terkait dua warga Jepang yang diduga hilang dan disekap di Indonesia.</p>
<p>Sebanyak 44 tersangka diamankan, terdiri atas 30 warga China, tujuh warga Taiwan, empat warga Jepang, dan tiga warga Indonesia. Mereka diduga menyamar sebagai polisi Tokyo melalui panggilan video untuk menipu korban di Jepang dan China.</p>
<p>Dari lokasi penggerebekan, polisi menemukan bilik operasi berlapis peredam suara, seragam polisi Tokyo palsu, serta puluhan laptop dan telepon seluler.</p>
<p><strong>Batam dan Jakarta Jadi Sorotan</strong></p>
<p>Batam menjadi salah satu lokasi dengan pengungkapan terbesar. Pada 6 Mei 2026, Direktorat Jenderal Imigrasi menggerebek Apartemen Baloi di Kecamatan Lubuk Baja dan mengamankan 210 warga negara asing.</p>
<p>Mereka terdiri atas 125 warga Vietnam, 84 warga China, dan satu warga Myanmar. Petugas menemukan area kerja terorganisasi lengkap dengan ruang kendali dan hunian operator.</p>
<p>Dari lokasi itu disita 131 komputer meja, 93 laptop, 492 telepon seluler, 52 monitor, mesin penghitung uang, dan 198 paspor.</p>
<p>Menurut hasil pemeriksaan, para pelaku menggunakan berbagai jenis izin tinggal, mulai dari Visa on Arrival hingga bebas visa kunjungan. Seluruh izin tersebut tidak memperbolehkan aktivitas kerja maupun operasional bisnis.</p>
<p>Sehari kemudian, tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gedung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Di lokasi itu, ratusan warga negara asing mengoperasikan 75 domain judi online sekaligus menjalankan layanan telemarketing untuk mencari pemain.</p>
<p>Sebanyak 321 warga negara asing diamankan, terdiri atas 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, tiga warga Malaysia, dan tiga warga Kamboja. Polisi turut menyita uang tunai Rp 1,9 miliar, 53,82 juta dong Vietnam, dan 10.210 dollar Amerika Serikat.</p>
<p>Sebanyak 275 orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menyebut sindikat tersebut baru beroperasi sekitar dua bulan di lokasi itu.</p>
<p>“Ada warga negara Indonesia yang diamankan di Thailand, yang peranannya cukup besar sebagai eks-operator Kamboja,” kata Untung.</p>
<p>Pada 10 Mei 2026, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyebut aparat kembali menangkap 15 warga negara asing pelaku scamming di Tangerang, Banten. Mereka diduga terkait jaringan yang sama dengan kasus Batam dan Jakarta Barat.</p>
<p><strong>Celah Sistem Keimigrasian</strong></p>
<p>Pengungkapan terbaru terjadi pada 11–12 Mei 2026 di Batam. Subdirektorat V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau menggerebek dua lokasi di Sukajadi dan Orchard Park Business Center.</p>
<p>Sebanyak 24 warga negara asing dari lima negara diamankan, yakni 14 warga Vietnam, tiga warga Kamboja, empat warga Filipina, dua warga China, dan satu warga Suriah.</p>
<p>Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Komisaris Besar Silvester Simamora mengatakan para pelaku menjalankan modus perjudian berkedok siaran langsung lotere melalui Facebook menggunakan nama Hong Kong Lottery.</p>
<p>Dalam satu gedung, kata Silvester, tersedia bilik-bilik operator berdasarkan negara sasaran. Operator dari Vietnam, Kamboja, dan Filipina bekerja menggunakan bahasa masing-masing untuk menjaring pemain dari negara asal mereka.</p>
<p>Polisi menyita puluhan perangkat komputer dan telepon seluler serta ribuan kartu permainan bergambar naga.</p>
<p>Silvester menduga jaringan tersebut terhubung dengan sindikat Kamboja yang mulai mencari basis operasi baru di Asia Tenggara.</p>
<p>“Batam sangat strategis. Dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Bisa jadi mereka bergeser ke sini karena tekanan di negara sebelumnya,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Interpol Indonesia, sindikat internasional memanfaatkan celah sistem keimigrasian dengan masuk sebagai turis, tetapi bekerja sebagai operator kejahatan siber. Sistem imigrasi selama ini lebih berfokus pada legalitas dokumen dan status tinggal, bukan identifikasi niat kriminal pelaku.</p>
<p>Data hingga 13 Mei 2026 menunjukkan pola perpindahan jaringan scam dan judi online lintas negara semakin terorganisasi dan memanfaatkan mobilitas kawasan Asia Tenggara yang terbuka.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/batam-disusupi-sindikat-scam-internasional-interpol-bergerak/">Batam Disusupi Sindikat Scam Internasional, Interpol Bergerak</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/jejak-judi-online-kamboja-di-tanjungpinang/">Jejak Judi Online Kamboja di Tanjungpinang</a></strong></li>
</ul>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/linimasa-dan-peta-penggerebekan-sindikat-scam-di-indonesia/">Linimasa dan Peta Penggerebekan Sindikat Scam di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Rusak di Kepri Dapat Prioritas Perbaikan</title>
		<link>https://gokepri.com/sekolah-rusak-di-kepri-dapat-prioritas-perbaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 10:14:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Mu’ti]]></category>
		<category><![CDATA[batam]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[kepri]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[revitalisasi sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[ruang kelas]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dua shift]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Batam]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah 3T]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131651</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bantuan revitalisasi Rp 97 miliar diarahkan untuk memperbaiki sekolah rusak dan menambah ruang kelas agar <a class="read-more" href="https://gokepri.com/sekolah-rusak-di-kepri-dapat-prioritas-perbaikan/" title="Sekolah Rusak di Kepri Dapat Prioritas Perbaikan" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sekolah-rusak-di-kepri-dapat-prioritas-perbaikan/">Sekolah Rusak di Kepri Dapat Prioritas Perbaikan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bantuan revitalisasi Rp 97 miliar diarahkan untuk memperbaiki sekolah rusak dan menambah ruang kelas agar kegiatan belajar lebih layak.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Ratusan sekolah di Kepulauan Riau mulai mendapat tambahan ruang kelas dan perbaikan bangunan untuk mengurangi sistem belajar dua sif serta memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp 97 miliar untuk revitalisasi 107 satuan pendidikan di wilayah kepulauan tersebut pada 2026.</p>
<p>Program itu menyasar sekolah dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, terutama sekolah dengan kondisi rusak berat dan berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/mulai-januari-2026-bus-sekolah-baru-siap-layani-pelajar-hinterland-batam/">Mulai Januari 2026, Bus Sekolah Baru Siap Layani Pelajar Hinterland Batam</a></strong></p>
<p>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi siswa.</p>
<p>“Untuk tahun 2026 akan ada 107 satuan pendidikan di Kepri yang menerima bantuan revitalisasi dan anggarannya Rp 97 miliar dari jenjang TK hingga SMA,” ujar Abdul Mu’ti saat penyerahan bantuan revitalisasi pendidikan 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Menurut Mu’ti, pemerintah memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat dan sekolah di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.</p>
<p>“Kami ingin menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Kami prioritaskan di daerah 3T seperti di Kepri dan juga sekolah yang kondisinya sudah rusak,” katanya.</p>
<p>Dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Mu’ti juga meninjau sejumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi, bantuan Program Indonesia Digital, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.</p>
<p>Beberapa sekolah penerima bantuan antara lain SMA Negeri 1 Batam, SMA Negeri 2 Batam, SMA Negeri 19 Batam, SD Negeri 001 Sei Beduk, SMP Kristen Citra Bahtera Hayat, dan TK Pembina III Batam.</p>
<p>Salah satu perhatian pemerintah tertuju pada SD Negeri 001 Batam. Sekolah itu sebelumnya hanya masuk skema rehabilitasi bangunan, tetapi kini dipertimbangkan mendapat tambahan ruang kelas baru.</p>
<p>“SD 001 Kota Batam yang tadi kami kunjungi awalnya hanya rehab. Nanti akan kami alokasikan untuk penambahan ruang kelas baru,” ujar Mu’ti.</p>
<p>Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura berharap program revitalisasi dapat memperbaiki kualitas sarana pendidikan sekaligus memperluas akses belajar yang lebih layak bagi siswa di daerah kepulauan.</p>
<p>“Program revitalisasi ini diharapkan membuat semua satuan pendidikan menjadi sekolah yang aman dan nyaman serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai agar masyarakat bisa belajar dengan baik,” kata Nyanyang.</p>
<p>Di Batam, kebutuhan tambahan ruang belajar masih menjadi persoalan di sejumlah sekolah negeri. SMA Negeri 1 Batam, misalnya, masih menerapkan sistem belajar dua shift karena keterbatasan ruang kelas.</p>
<p>Pelaksana Harian Kepala SMA Negeri 1 Batam Hanafi mengatakan sekolahnya memiliki 42 rombongan belajar dengan total 1.852 siswa. Namun, sekolah itu baru memiliki 30 ruang kelas.</p>
<p>“Sekarang kami memiliki 30 ruang kelas dan masih dua shift pembelajaran. Melalui revitalisasi nanti akan ada pembangunan tiga ruang kelas baru dan rehabilitasi dua ruangan, sehingga pada 2026-2027 hanya ada satu shift pembelajaran,” ujar Hanafi.</p>
<p>Menurut dia, tambahan ruang kelas akan membantu proses belajar mengajar lebih efektif sekaligus meningkatkan kenyamanan siswa dan guru.</p>
<p>“Bantuan ini sangat bermanfaat agar sarana dan prasarana semakin mencukupi dan bisa meningkatkan kualitas lulusan. Harapannya dapat melahirkan pemimpin yang cerdas dan berkarakter,” katanya. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/pemprov-kepri-bangun-58-kelas-baru-prioritas-batam/">Pemprov Kepri Bangun 58 Kelas Baru, Prioritas Batam</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sekolah-rusak-di-kepri-dapat-prioritas-perbaikan/">Sekolah Rusak di Kepri Dapat Prioritas Perbaikan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Jadi Sasaran Baru Sindikat Penipuan Daring?</title>
		<link>https://gokepri.com/indonesia-jadi-sasaran-baru-sindikat-penipuan-daring/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 01:35:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Indochina]]></category>
		<category><![CDATA[Interpol Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan digital]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan siber Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan transnasional]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan daring]]></category>
		<category><![CDATA[perjudian online]]></category>
		<category><![CDATA[polri]]></category>
		<category><![CDATA[satgas siber]]></category>
		<category><![CDATA[scamming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Polri dan Kementerian Luar Negeri menyiapkan satuan tugas lintas lembaga untuk mengantisipasi perpindahan jaringan kejahatan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/indonesia-jadi-sasaran-baru-sindikat-penipuan-daring/" title="Indonesia Jadi Sasaran Baru Sindikat Penipuan Daring?" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/indonesia-jadi-sasaran-baru-sindikat-penipuan-daring/">Indonesia Jadi Sasaran Baru Sindikat Penipuan Daring?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Polri dan Kementerian Luar Negeri menyiapkan satuan tugas lintas lembaga untuk mengantisipasi perpindahan jaringan kejahatan transnasional dari kawasan Indochina ke Indonesia.</strong></p>
<p><strong>JAKARTA (gokepri)</strong> — Polri mengantisipasi pergeseran aktivitas kejahatan transnasional digital ke Indonesia setelah sejumlah negara di kawasan Indochina menertibkan jaringan penipuan daring dan perjudian online yang selama ini beroperasi di wilayah mereka.</p>
<p>National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri RI kini berkonsolidasi membentuk satuan tugas lintas lembaga untuk menghadapi ancaman tersebut. Aparat menilai perpindahan operasi sindikat lintas negara mulai terlihat dari sejumlah pengungkapan kasus di berbagai daerah dalam beberapa bulan terakhir.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/trading-bodong-dari-batam-sasar-korban-di-eropa/">Trading Bodong dari Batam Sasar Korban di Eropa</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/penggerebekan-di-apartemen-baloi-view-batam-ratusan-wna-diduga-terlibat-judol-dan-scamming/">Penggerebekan di Apartemen Baloi View Batam: Ratusan WNA Diduga Terlibat Judol dan Scamming</a></strong></li>
</ul>
<p>Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional Polri Brigadir Jenderal Polisi Untung Widyatmoko mengatakan, pola perpindahan jaringan kejahatan itu muncul setelah penertiban besar-besaran di Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam.</p>
<p>“Setelah ditertibkan di wilayah Indochina, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi,” ujar Untung dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (10/5/2026).</p>
<p>Menurut Untung, negara-negara di kawasan Indochina selama ini menjadi basis perekrutan sekaligus pusat operasi berbagai tindak pidana digital dengan sasaran korban lintas negara, termasuk warga negara asing.</p>
<p>Aktivitas ilegal tersebut mencakup penipuan daring atau scamming, seperti penipuan asmara (love scamming), investasi palsu berbasis digital, hingga perjudian online. Modus-modus itu berkembang cepat dan memanfaatkan jaringan lintas negara serta mobilitas pelaku yang tinggi.</p>
<p>Indikasi perpindahan operasi ke Indonesia, kata Untung, terlihat dari pengungkapan kasus kejahatan transnasional digital di sejumlah kota, antara lain Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Batam, Sukabumi, Bogor, dan Jakarta.</p>
<p>Karena itu, Polri menilai penanganan kejahatan transnasional tidak dapat ditangani satu institusi saja. Keterlibatan kementerian dan lembaga lain diperlukan, terutama untuk pengawasan lintas negara dan lalu lintas orang asing.</p>
<p>NCB Interpol Indonesia, lanjut Untung, telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat langkah pencegahan.</p>
<p>Koordinasi juga dilakukan guna mengantisipasi masuknya individu yang masuk daftar subject of interest (SOI). Istilah itu merujuk pada warga negara asing maupun warga negara Indonesia yang masuk radar pengawasan Direktorat Jenderal Imigrasi karena diduga terkait pelanggaran keimigrasian atau tindak pidana transnasional.</p>
<p>“Kalau hanya Polri yang bergerak sendiri tentu tidak akan efektif,” kata Untung.</p>
<p>Pemerintah belum menjelaskan secara rinci bentuk satuan tugas yang akan dibentuk, termasuk mekanisme kerja dan pelibatan instansi terkait. Namun, konsolidasi lintas lembaga disebut menjadi langkah awal memperkuat pengawasan terhadap potensi masuknya jaringan kejahatan digital internasional ke Indonesia. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/scammer-asing-masuk-indonesia-lewat-celah-bebas-visa/">Scammer Asing Masuk Indonesia Lewat Celah Bebas Visa</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/indonesia-jadi-sasaran-baru-sindikat-penipuan-daring/">Indonesia Jadi Sasaran Baru Sindikat Penipuan Daring?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batam Disusupi Sindikat Scam Internasional, Interpol Bergerak</title>
		<link>https://gokepri.com/batam-disusupi-sindikat-scam-internasional-interpol-bergerak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 03:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[batam]]></category>
		<category><![CDATA[Interpol Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[investasi bodong]]></category>
		<category><![CDATA[judi online]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[online scam]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan daring]]></category>
		<category><![CDATA[scam internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Negara Asing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Interpol Indonesia menduga jaringan penipuan daring Asia Tenggara mulai memindahkan operasi ke Indonesia. BATAM (gokepri) <a class="read-more" href="https://gokepri.com/batam-disusupi-sindikat-scam-internasional-interpol-bergerak/" title="Batam Disusupi Sindikat Scam Internasional, Interpol Bergerak" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/batam-disusupi-sindikat-scam-internasional-interpol-bergerak/">Batam Disusupi Sindikat Scam Internasional, Interpol Bergerak</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Interpol Indonesia menduga jaringan penipuan daring Asia Tenggara mulai memindahkan operasi ke Indonesia.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Pengamanan 210 warga negara asing di Batam, Kepulauan Riau, memunculkan dugaan baru bahwa Indonesia mulai menjadi lokasi perpindahan operasi jaringan penipuan daring internasional setelah sejumlah negara Asia Tenggara memperketat pengawasan terhadap sindikat scam lintas negara.</p>
<p>National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia menilai pola tersebut terlihat dari meningkatnya temuan kasus serupa di sejumlah kota dalam beberapa waktu terakhir. Selain Batam, aparat sebelumnya mengungkap aktivitas jaringan scam internasional di Denpasar, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Bogor, hingga Sukabumi.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/trading-bodong-dari-batam-sasar-korban-di-eropa/">Trading Bodong dari Batam Sasar Korban di Eropa</a></strong></p>
<p>Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Untung Widyatmoko mengatakan, para pelaku diduga merupakan bagian dari jaringan yang sebelumnya beroperasi di Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam.</p>
<p>“Fenomena ini menunjukkan adanya pola pergeseran scammer bubaran dari Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam yang menyebar ke Indonesia,” kata Untung dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Batam, Jumat (8/5/2026).</p>
<p>Menurut Untung, perpindahan itu menjadi perhatian aparat karena Indonesia berpotensi dimanfaatkan sebagai basis baru kejahatan siber di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara yang selama ini dikenal sebagai pusat operasi scam internasional mulai memperketat pengawasan dan penindakan terhadap jaringan penipuan daring.</p>
<p>“Kami tidak mau negara kita menjadi tempat berkembangnya praktik online scam,” ujar Untung.</p>
<p>Para warga negara asing yang diamankan diduga terlibat dalam penipuan investasi daring. Aparat juga mendalami kemungkinan keterkaitan jaringan tersebut dengan praktik perjudian daring dan tindak pidana siber lain.</p>
<p>“Ada indikasi online scam dan tidak menutup kemungkinan juga berkaitan dengan judi online,” kata Untung.</p>
<p>Selain pengungkapan di Batam, Interpol Indonesia menerima informasi mengenai penangkapan ratusan warga negara asing di Jakarta yang diduga berkaitan dengan jaringan serupa. Aparat kini menelusuri kemungkinan hubungan antarkelompok yang beroperasi di sejumlah wilayah di Indonesia.</p>
<p>Interpol Indonesia juga berkoordinasi dengan otoritas negara asal para warga asing, termasuk Interpol Hanoi di Vietnam, untuk memetakan jaringan lintas negara yang diduga terlibat.</p>
<p>Koordinasi tersebut mencakup penelusuran kemungkinan korban di berbagai negara, termasuk warga negara Indonesia. Aparat masih mendalami aspek pidana yang dapat dikenakan kepada para pelaku selama beroperasi di Indonesia.</p>
<p>“Kami akan mempertimbangkan aspek pidana yang dilakukan para pelaku di Indonesia, termasuk apakah ada korban warga negara Indonesia atau tidak,” ujar Untung.</p>
<p>Selain menelusuri dugaan tindak pidana, aparat mendalami pola operasi, aliran logistik, serta kemungkinan keterlibatan pihak di Indonesia yang membantu aktivitas jaringan tersebut.</p>
<h4><strong>Penangkapan 210 WNA</strong></h4>
<p>Diberitakan, Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan 210 warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan praktik penipuan investasi daring lintas negara dari sejumlah lokasi di Batam, Kepulauan Riau. Para korban disebut berasal dari sejumlah negara di Eropa dan Vietnam dengan modus aplikasi perdagangan saham serta valuta asing fiktif.</p>
<p>Pengungkapan kasus itu bermula dari operasi gabungan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Polda Kepulauan Riau di Apartemen Baloi View serta sebuah rumah di kawasan perumahan Batam pada Rabu (6/5/2026). Dari operasi tersebut, aparat menyita ratusan perangkat elektronik yang diduga dipakai dalam aktivitas penipuan daring.</p>
<p>Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, 210 WNA yang diamankan terdiri atas 125 warga negara Vietnam, 84 warga negara Tiongkok, dan satu warga negara Myanmar.</p>
<p>“Dari jumlah itu, 163 laki-laki dan 47 perempuan. Seluruhnya masih menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Batam,” ujar Hendarsam di Batam, Jumat (8/5/2026).</p>
<figure id="attachment_131453" aria-describedby="caption-attachment-131453" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-131453" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/1DB2568C-460D-4968-A04A-E9C5A28A2496-e1778236300615.jpeg" alt="Penangkapan Scamming di batam" width="800" height="497" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/1DB2568C-460D-4968-A04A-E9C5A28A2496-e1778236300615.jpeg 800w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/1DB2568C-460D-4968-A04A-E9C5A28A2496-e1778236300615-768x477.jpeg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-131453" class="wp-caption-text">Konferensi Pers pengungkapan kasus 210 WNA yang diamakan oleh Imigrasi Batam yang terduga pelaku penipuan investasi daring di Batam, Kepri, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)</figcaption></figure>
<p>Menurut Hendarsam, penanganan awal difokuskan pada aspek administrasi keimigrasian. Namun, apabila ditemukan unsur pidana, perkara akan diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>“Kami menangani sesuai kewenangan hukum keimigrasian. Jika ditemukan unsur pidana pro justicia, penanganannya akan dilimpahkan kepada pihak kepolisian. Saat ini koordinasi dengan Polda Kepri masih berlangsung,” kata Hendarsam.</p>
<p>Ia menambahkan, para WNA tersebut diduga melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian terkait tindakan administratif terhadap orang asing yang diduga mengganggu keamanan dan ketertiban umum.</p>
<p>Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Brigadir Jenderal Polisi Yuldi Yusman mengatakan, aparat lebih dulu mendeteksi aktivitas mencurigakan sejumlah WNA di kawasan Apartemen Baloi View pada pertengahan April 2026.</p>
<p>Selama sekitar empat pekan, tim pengawasan menjalankan pemantauan tertutup dan profiling terhadap penghuni lokasi sebelum operasi penggerebekan digelar.</p>
<p>“Operasi melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari Direktorat Wasdakim dan Polda Kepri,” ujar Yuldi.</p>
<p>Menurut dia, apartemen tersebut diduga dipakai sebagai pusat operasional penipuan daring. Lantai dasar digunakan untuk aktivitas operasional dan lobi, lantai satu dihuni sekitar 20 warga Vietnam, sedangkan lantai dua hingga empat ditempati sekitar 120 orang.</p>
<p>Adapun lantai lima diduga menjadi ruang kendali operasi scamming yang diisi sekitar 60 orang operator.</p>
<p>Dalam penggerebekan itu, petugas menyita 131 komputer, 93 laptop, 492 telepon genggam, dan 198 paspor.</p>
<p>Dari pendataan sementara, sebanyak 103 orang diketahui masuk ke Indonesia menggunakan fasilitas bebas visa kunjungan. Selain itu, 49 orang memakai visa kunjungan indeks B1 dan D12, sedangkan satu orang memiliki izin tinggal terbatas (ITAS) investor.</p>
<p>“Sebanyak 209 orang menggunakan izin tinggal kunjungan sementara. Keberadaan mereka dalam jumlah besar dan menetap di satu lokasi tidak sesuai dengan tujuan izin tinggal,” kata Yuldi.</p>
<p>Pemeriksaan awal menemukan indikasi praktik penipuan investasi daring melalui aplikasi trading ilegal. Para operator diduga menawarkan investasi saham dan valuta asing dengan iming-iming keuntungan tinggi untuk menarik dana korban di luar negeri.</p>
<p>“Modusnya menggunakan aplikasi trading bodong yang menyasar masyarakat luar negeri,” ujar Yuldi.</p>
<p>Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Wahyu Eka Putra mengatakan, pihaknya masih mendalami kemungkinan keterlibatan warga negara Indonesia dalam jaringan tersebut.</p>
<p>“Kami belum menemukan indikasi keterlibatan WNI, tetapi pendalaman masih terus berjalan,” kata Wahyu.</p>
<p>Ia menjelaskan, para WNA masuk ke Indonesia secara bertahap melalui jalur laut dan udara. Khusus warga Vietnam, sebagian memanfaatkan fasilitas bebas visa kunjungan yang berlaku di Indonesia.</p>
<p>Imigrasi telah mengamankan 198 paspor dari total 210 WNA yang diperiksa. Sementara itu, 12 paspor lainnya masih dalam penelusuran petugas.</p>
<p>Menurut Wahyu, proses pemeriksaan juga menghadapi kendala bahasa karena sebagian WNA tidak dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/penggerebekan-di-apartemen-baloi-view-batam-ratusan-wna-diduga-terlibat-judol-dan-scamming/">Penggerebekan di Apartemen Baloi View Batam: Ratusan WNA Diduga Terlibat Judol dan Scamming</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/batam-disusupi-sindikat-scam-internasional-interpol-bergerak/">Batam Disusupi Sindikat Scam Internasional, Interpol Bergerak</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trading Bodong dari Batam Sasar Korban di Eropa</title>
		<link>https://gokepri.com/trading-bodong-dari-batam-sasar-korban-di-eropa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 10:32:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Apartemen Baloi View]]></category>
		<category><![CDATA[batam]]></category>
		<category><![CDATA[imigrasi batam]]></category>
		<category><![CDATA[korban investasi ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan investasi daring]]></category>
		<category><![CDATA[Polda kepri]]></category>
		<category><![CDATA[scamming Batam]]></category>
		<category><![CDATA[trading bodong]]></category>
		<category><![CDATA[WNA Batam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aparat menemukan dugaan operasi penipuan investasi daring yang menyasar korban di Eropa dan Vietnam dengan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/trading-bodong-dari-batam-sasar-korban-di-eropa/" title="Trading Bodong dari Batam Sasar Korban di Eropa" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/trading-bodong-dari-batam-sasar-korban-di-eropa/">Trading Bodong dari Batam Sasar Korban di Eropa</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aparat menemukan dugaan operasi penipuan investasi daring yang menyasar korban di Eropa dan Vietnam dengan modus aplikasi perdagangan saham dan valuta asing fiktif.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan 210 warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan praktik penipuan investasi daring lintas negara dari sejumlah lokasi di Batam, Kepulauan Riau. Para korban disebut berasal dari sejumlah negara di Eropa dan Vietnam dengan modus aplikasi perdagangan saham serta valuta asing fiktif.</p>
<p>Pengungkapan kasus itu bermula dari operasi gabungan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Polda Kepulauan Riau di Apartemen Baloi View serta sebuah rumah di kawasan perumahan Batam pada Rabu (6/5/2026). Dari operasi tersebut, aparat menyita ratusan perangkat elektronik yang diduga dipakai dalam aktivitas penipuan daring.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/penggerebekan-di-apartemen-baloi-view-batam-ratusan-wna-diduga-terlibat-judol-dan-scamming/">Penggerebekan di Apartemen Baloi View Batam: Ratusan WNA Diduga Terlibat Judol dan Scamming</a></strong></p>
<p>Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, 210 WNA yang diamankan terdiri atas 125 warga negara Vietnam, 84 warga negara Tiongkok, dan satu warga negara Myanmar.</p>
<p>“Dari jumlah itu, 163 laki-laki dan 47 perempuan. Seluruhnya masih menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Batam,” ujar Hendarsam di Batam, Jumat (8/5/2026).</p>
<p>Menurut Hendarsam, penanganan awal difokuskan pada aspek administrasi keimigrasian. Namun, apabila ditemukan unsur pidana, perkara akan diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.</p>
<p>“Kami menangani sesuai kewenangan hukum keimigrasian. Jika ditemukan unsur pidana pro justicia, penanganannya akan dilimpahkan kepada pihak kepolisian. Saat ini koordinasi dengan Polda Kepri masih berlangsung,” kata Hendarsam.</p>
<p>Ia menambahkan, para WNA tersebut diduga melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian terkait tindakan administratif terhadap orang asing yang diduga mengganggu keamanan dan ketertiban umum.</p>
<p>Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Brigadir Jenderal Polisi Yuldi Yusman mengatakan, aparat lebih dulu mendeteksi aktivitas mencurigakan sejumlah WNA di kawasan Apartemen Baloi View pada pertengahan April 2026.</p>
<p>Selama sekitar empat pekan, tim pengawasan menjalankan pemantauan tertutup dan profiling terhadap penghuni lokasi sebelum operasi penggerebekan digelar.</p>
<p>“Operasi melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari Direktorat Wasdakim dan Polda Kepri,” ujar Yuldi.</p>
<p>Menurut dia, apartemen tersebut diduga dipakai sebagai pusat operasional penipuan daring. Lantai dasar digunakan untuk aktivitas operasional dan lobi, lantai satu dihuni sekitar 20 warga Vietnam, sedangkan lantai dua hingga empat ditempati sekitar 120 orang.</p>
<p>Adapun lantai lima diduga menjadi ruang kendali operasi scamming yang diisi sekitar 60 orang operator.</p>
<p>Dalam penggerebekan itu, petugas menyita 131 komputer, 93 laptop, 492 telepon genggam, dan 198 paspor.</p>
<p>Dari pendataan sementara, sebanyak 103 orang diketahui masuk ke Indonesia menggunakan fasilitas bebas visa kunjungan. Selain itu, 49 orang memakai visa kunjungan indeks B1 dan D12, sedangkan satu orang memiliki izin tinggal terbatas (ITAS) investor.</p>
<p>“Sebanyak 209 orang menggunakan izin tinggal kunjungan sementara. Keberadaan mereka dalam jumlah besar dan menetap di satu lokasi tidak sesuai dengan tujuan izin tinggal,” kata Yuldi.</p>
<p>Pemeriksaan awal menemukan indikasi praktik penipuan investasi daring melalui aplikasi trading ilegal. Para operator diduga menawarkan investasi saham dan valuta asing dengan iming-iming keuntungan tinggi untuk menarik dana korban di luar negeri.</p>
<p>“Modusnya menggunakan aplikasi trading bodong yang menyasar masyarakat luar negeri,” ujar Yuldi.</p>
<p>Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Wahyu Eka Putra mengatakan, pihaknya masih mendalami kemungkinan keterlibatan warga negara Indonesia dalam jaringan tersebut.</p>
<p>“Kami belum menemukan indikasi keterlibatan WNI, tetapi pendalaman masih terus berjalan,” kata Wahyu.</p>
<p>Ia menjelaskan, para WNA masuk ke Indonesia secara bertahap melalui jalur laut dan udara. Khusus warga Vietnam, sebagian memanfaatkan fasilitas bebas visa kunjungan yang berlaku di Indonesia.</p>
<p>Imigrasi telah mengamankan 198 paspor dari total 210 WNA yang diperiksa. Sementara itu, 12 paspor lainnya masih dalam penelusuran petugas.</p>
<p>Menurut Wahyu, proses pemeriksaan juga menghadapi kendala bahasa karena sebagian WNA tidak dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/iming-iming-gaji-rp8-juta-empat-wni-nyaris-jadi-scammer-di-kamboja/">Iming-Iming Gaji Rp8 Juta, Empat WNI Nyaris Jadi Scammer di Kamboja</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/trading-bodong-dari-batam-sasar-korban-di-eropa/">Trading Bodong dari Batam Sasar Korban di Eropa</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Kepri Tumbuh di Atas Rata-rata Sumatera, Apa Penopangnya?</title>
		<link>https://gokepri.com/ekonomi-kepri-tumbuh-di-atas-rata-rata-sumatera-apa-penopangnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 11:20:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi Kepulauan Riau 2026]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan I]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131371</guid>

					<description><![CDATA[<p>Inflasi terkendali di 3,06 persen sementara Gubernur Ansar Ahmad mengejar target pertumbuhan 8 persen lewat <a class="read-more" href="https://gokepri.com/ekonomi-kepri-tumbuh-di-atas-rata-rata-sumatera-apa-penopangnya/" title="Ekonomi Kepri Tumbuh di Atas Rata-rata Sumatera, Apa Penopangnya?" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ekonomi-kepri-tumbuh-di-atas-rata-rata-sumatera-apa-penopangnya/">Ekonomi Kepri Tumbuh di Atas Rata-rata Sumatera, Apa Penopangnya?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Inflasi terkendali di 3,06 persen sementara Gubernur Ansar Ahmad mengejar target pertumbuhan 8 persen lewat investasi Rp 86 triliun.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> &#8211; Ekonomi Kepulauan Riau tumbuh 7,04 persen pada triwulan I 2026, tertinggi di Sumatera meski melambat dari 7,89 persen pada triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang lonjakan sektor pertambangan sebesar 23,19 persen dan kuatnya kinerja perdagangan serta industri pengolahan di tengah tekanan rantai pasok global.</p>
<p>Capaian Kepri jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera yang sebesar 5,13 persen secara tahunan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Posisi ini menempatkan Kepri sebagai motor pertumbuhan regional Sumatera pada awal 2026.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/ekonomi-kepri-melesat-ansar-nyanyang-pacu-investasi/">Ekonomi Kepri Melesat, Ansar-Nyanyang Pacu Investasi</a></strong></p>
<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto P. menyebut empat sektor utama sebagai penopang pertumbuhan: industri pengolahan tumbuh 5,79 persen, pertambangan dan penggalian 23,19 persen, perdagangan 9,03 persen, serta konstruksi 3,06 persen.</p>
<p>“Meski melambat, sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi di tengah tekanan rantai pasok global serta kenaikan biaya bahan baku dan logistik,” kata Rony dalam siaran pers, Rabu (30/4/2026).</p>
<p>Akselerasi sektor pertambangan didorong mulai beroperasinya lapangan minyak dan gas bumi sejak Mei 2025. Sementara dari sisi permintaan, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 7,47 persen dengan kontribusi 3,02 persen terhadap pertumbuhan keseluruhan, mencerminkan iklim investasi yang kondusif berkat kemudahan perizinan.</p>
<figure id="attachment_131372" aria-describedby="caption-attachment-131372" style="width: 928px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-131372" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/A6CD7A66-60C1-4F30-A97B-D8F735A6B2EC.jpeg" alt="Ekonomi kepri 2026" width="928" height="1152" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/A6CD7A66-60C1-4F30-A97B-D8F735A6B2EC.jpeg 928w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/A6CD7A66-60C1-4F30-A97B-D8F735A6B2EC-768x953.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 928px) 100vw, 928px" /><figcaption id="caption-attachment-131372" class="wp-caption-text">Grafis: GOKEPRI/Candra Gunawan</figcaption></figure>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-131373" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/C8943829-678B-4BDB-8534-8217969ACAE2.jpeg" alt="" width="1080" height="1350" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/C8943829-678B-4BDB-8534-8217969ACAE2.jpeg 1080w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/C8943829-678B-4BDB-8534-8217969ACAE2-768x960.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Konsumsi rumah tangga juga tumbuh 4,62 persen dengan kontribusi 1,80 persen. Indeks Keyakinan Konsumen tercatat 132,22, angka yang menunjukkan optimisme masyarakat masih terjaga. Ekspor neto tumbuh 9,95 persen, meski mengalami perlambatan akibat tekanan harga bahan baku global.</p>
<p>Di tengah pertumbuhan yang tinggi, inflasi Kepri tetap terkendali. Indeks Harga Konsumen April 2026 mencatat inflasi 3,06 persen secara tahunan, masih dalam rentang sasaran nasional 2,5 persen plus minus satu persen.</p>
<p>“Ke depan, perekonomian Kepri diprakirakan tetap tumbuh, meski menghadapi tantangan normalisasi efek basis tinggi pada sektor pertambangan,” ujar Rony.</p>
<p>Gubernur Kepri Ansar Ahmad menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 8 persen pada 2026, didukung percepatan realisasi investasi senilai Rp 86 triliun. Sejumlah proyek strategis disiapkan untuk menopang target itu yakni pengembangan kawasan ekonomi khusus di Batam, pembangunan industri petrokimia dan baja di Bintan, serta Kawasan Ekonomi Khusus di Lingga yang masih menunggu penyelesaian lahan.</p>
<p>Pemerintah provinsi juga mendorong industri berbasis kelautan, termasuk budidaya rumput laut di Lingga dan Kepulauan Anambas. “Penyebaran investasi akan diarahkan ke seluruh wilayah agar manfaat pertumbuhan ekonomi tidak terpusat di satu daerah saja,” kata Ansar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/ekonomi-kepri-tumbuh-pesat-triwulan-pertama-2026/">Ekonomi Kepri Tumbuh Pesat Triwulan Pertama 2026</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ekonomi-kepri-tumbuh-di-atas-rata-rata-sumatera-apa-penopangnya/">Ekonomi Kepri Tumbuh di Atas Rata-rata Sumatera, Apa Penopangnya?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/128 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-05-19 16:08:06 by W3 Total Cache
-->