<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Utama &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/berita-utama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/berita-utama/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2026 13:33:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>Berita Utama &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/berita-utama/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ekspor Listrik ke Singapura Dimulai Bertahap, Harga Masih Dirundingkan</title>
		<link>https://gokepri.com/ekspor-listrik-ke-singapura-dimulai-bertahap-harga-masih-dirundingkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 08:05:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Harga menjadi kunci perdagangan listrik hijau Indonesia-Singapura. Proyek perdana diproyeksikan membuka investasi energi lebih besar. <a class="read-more" href="https://gokepri.com/ekspor-listrik-ke-singapura-dimulai-bertahap-harga-masih-dirundingkan/" title="Ekspor Listrik ke Singapura Dimulai Bertahap, Harga Masih Dirundingkan" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ekspor-listrik-ke-singapura-dimulai-bertahap-harga-masih-dirundingkan/">Ekspor Listrik ke Singapura Dimulai Bertahap, Harga Masih Dirundingkan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Harga menjadi kunci perdagangan listrik hijau Indonesia-Singapura. Proyek perdana diproyeksikan membuka investasi energi lebih besar.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> – Kesepakatan harga menjadi tahapan terakhir yang menentukan dimulainya perdagangan listrik hijau antara Indonesia dan Singapura. Meski kedua negara telah mengantongi komitmen dan minat investasi, besaran harga yang dianggap layak bagi penjual maupun pembeli masih terus dirundingkan.</p>
<p>Negosiasi itu dipandang penting karena proyek pertama akan menjadi acuan bagi pengembangan perdagangan listrik lintas batas dalam skala yang lebih besar di Asia Tenggara. Dari proyek awal tersebut, kedua negara berharap dapat menarik lebih banyak investasi energi bersih.</p>
<figure id="attachment_135389" aria-describedby="caption-attachment-135389" style="width: 1000px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-135389" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/F90104B0-68FE-4F3A-BD4C-40C121FC9E95-scaled-e1784879865984.jpeg" alt="Ekspor listrik ke singapura" width="1000" height="667" /><figcaption id="caption-attachment-135389" class="wp-caption-text">Minister of State Singapura untuk Kementerian Perdagangan dan Industri serta Kementerian Luar Negeri Gan Siow Huang menjawab pertanyaan peserta Indonesian Journalists Visit Programme (IJVP) di Singapura, Selasa (14/7/2026). Dalam forum itu, Gan memaparkan perkembangan negosiasi perdagangan listrik hijau Indonesia-Singapura. Foto: Ministry of Foreign Affairs (MFA) Singapore</figcaption></figure>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/ekspor-listrik-ke-singapura-tunggu-kesepakatan-harga/">Ekspor Listrik ke Singapura Tunggu Kesepakatan Harga</a></strong></li>
<li><a href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/"><strong>Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</strong></a></li>
</ul>
<p>Pandangan itu disampaikan Minister of State Singapura untuk Kementerian Perdagangan dan Industri serta Kementerian Luar Negeri, Gan Siow Huang, dalam sesi fireside chat Program 22nd Indonesian Journalists Visit Programme (IJVP) di Singapura, Selasa, 14 Juli 2026.</p>
<p>Gan mengatakan pembahasan antara pemerintah dan pelaku usaha tidak lagi sebatas ketertarikan berinvestasi. Pembicaraan kini mencakup kerangka regulasi, aspek teknis, hingga formula penentuan harga listrik hijau yang akan diperdagangkan.</p>
<p>Selama beberapa tahun terakhir, Singapura telah menerbitkan persetujuan bersyarat dan lisensi bersyarat kepada tujuh perusahaan Indonesia yang berminat mengikuti proyek perdagangan listrik lintas batas. Langkah itu menunjukkan proyek mulai bergerak memasuki tahap implementasi.</p>
<p>Namun, penentuan harga masih menjadi pekerjaan yang belum selesai. Singapura menilai listrik dari energi terbarukan memiliki nilai tambah karena membantu pencapaian target penurunan emisi, tetapi premi harga yang layak masih harus dihitung secara komersial.</p>
<p>“Listrik hijau memang memiliki nilai lebih. Pertanyaannya sekarang adalah berapa premi harga yang layak,” kata Gan.</p>
<p>Bagi Singapura, harga listrik hijau tidak dihitung hanya dari biaya produksi. Pemerintah dan perusahaan juga membandingkannya dengan biaya alternatif untuk mencapai target emisi, termasuk membeli kredit karbon di pasar internasional.</p>
<p>Saat ini sebagian besar listrik Singapura masih dihasilkan dari gas alam. Harga gas memiliki acuan pasar global sehingga menjadi pembanding ketika menghitung nilai ekonomi listrik rendah karbon yang diimpor dari negara tetangga.</p>
<p>Gan menjelaskan pembeli di Singapura akan membandingkan harga listrik hijau dengan biaya penggunaan gas alam ditambah harga kredit karbon. Apabila selisihnya terlalu besar, perusahaan memiliki pilihan lain untuk memenuhi target keberlanjutan.</p>
<p>Di sisi lain, perusahaan Indonesia sebagai penjual juga memiliki perhitungan sendiri. Investasi pembangkit, biaya produksi, pembangunan jaringan, perizinan, hingga biaya regulasi menjadi komponen yang menentukan harga jual.</p>
<p>“Kami membutuhkan penjual yang bersedia menjual dan pembeli yang bersedia membeli. Proyek ini harus layak secara komersial bagi kedua belah pihak,” ujar Gan.</p>
<p><strong>Dimulai dari 600 Megawatt</strong></p>
<p>Meski izin yang telah diterbitkan mencapai kapasitas sekitar 3,4 gigawatt (GW), perdagangan listrik tidak akan langsung berjalan dalam skala penuh.</p>
<p>Gan mengatakan proyek perdana kemungkinan dimulai sekitar 600 megawatt (MW). Skala yang lebih kecil dipilih agar pemerintah dan investor dapat menguji model bisnis, kerangka regulasi, serta kesiapan infrastruktur sebelum diperluas.</p>
<p>Dari proses itu, Singapura berharap proyek pertama menjadi bukti bahwa perdagangan listrik lintas batas layak dijalankan dalam jangka panjang.</p>
<p>Jika proyek awal berjalan baik, kapasitas perdagangan listrik dapat ditingkatkan secara bertahap hingga memanfaatkan seluruh izin yang telah diterbitkan.</p>
<p>“Kalau proyek pertama berhasil, akan muncul lebih banyak investasi dan proyek baru,” kata Gan.</p>
<p><strong>Fondasi ASEAN Power Grid</strong></p>
<p>Perdagangan listrik Indonesia-Singapura juga diposisikan sebagai langkah awal membangun ASEAN Power Grid, jaringan listrik regional yang telah dibahas negara-negara ASEAN selama lebih dari dua dekade.</p>
<p>Gan menilai proyek bilateral lebih mudah diwujudkan dibanding langsung membangun jaringan kawasan dalam skala besar. Pengalaman dari proyek Indonesia-Singapura akan menjadi referensi bagi negara lain.</p>
<p>Dalam jangka panjang, listrik yang diproduksi Indonesia tidak hanya berpotensi memasok Singapura. Jaringan regional juga membuka peluang penyaluran listrik ke negara ASEAN lain apabila interkoneksi dan investasi terus berkembang.</p>
<p>Namun pembangunan jaringan tersebut memerlukan kabel bawah laut, jaringan transmisi baru, serta investasi bernilai besar. Karena itu, Singapura membuka peluang pendanaan dari Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), hingga investor internasional.</p>
<p>Gan mengatakan keberhasilan proyek perdana akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perdagangan listrik hijau di kawasan.</p>
<p>“Kami sangat ingin proyek ini berhasil karena akan membuka banyak proyek lain antara Singapura dan Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Komitmen politik kedua negara juga dinilai menjadi modal penting. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sebelumnya telah menyatakan dukungan terhadap pengembangan perdagangan listrik lintas batas sebagai bagian dari kerja sama ekonomi hijau.</p>
<p>Meski demikian, penyelarasan regulasi, model bisnis, serta kesepakatan harga masih menjadi tahapan yang harus diselesaikan sebelum perdagangan listrik hijau dalam skala komersial benar-benar dimulai.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://gokepri.com/mengapa-rencana-ekspor-listrik-batam-ke-singapura-mandek/"><strong>Mengapa Rencana Ekspor Listrik Batam ke Singapura Mandek</strong></a></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ekspor-listrik-ke-singapura-dimulai-bertahap-harga-masih-dirundingkan/">Ekspor Listrik ke Singapura Dimulai Bertahap, Harga Masih Dirundingkan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Investasi Pusat Data Belum Cukup, Batam Perlu Mencetak Talenta Teknologi</title>
		<link>https://gokepri.com/investasi-pusat-data-belum-cukup-batam-perlu-mencetak-talenta-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 12:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135309</guid>

					<description><![CDATA[<p>Investasi AI dan pusat data dinilai membuka peluang baru. Batam perlu mencetak talenta, bukan sekadar <a class="read-more" href="https://gokepri.com/investasi-pusat-data-belum-cukup-batam-perlu-mencetak-talenta-teknologi/" title="Investasi Pusat Data Belum Cukup, Batam Perlu Mencetak Talenta Teknologi" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/investasi-pusat-data-belum-cukup-batam-perlu-mencetak-talenta-teknologi/">Investasi Pusat Data Belum Cukup, Batam Perlu Mencetak Talenta Teknologi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Investasi AI dan pusat data dinilai membuka peluang baru. Batam perlu mencetak talenta, bukan sekadar menjadi lokasi operasi.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> – Besarnya investasi pusat data dan kecerdasan buatan (AI) di Batam dinilai belum cukup menjamin peningkatan nilai tambah bagi daerah. Pemerintah Singapura menilai tantangan berikutnya adalah memastikan tenaga kerja lokal mampu naik kelas sehingga tidak hanya menjadi operator, tetapi ikut menguasai keahlian dan teknologi.</p>
<p>Pandangan itu disampaikan Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Zhulkarnain Abdul Rahim saat menjawab pertanyaan jurnalis dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/apa-respons-singapura-terhadap-narasi-sellsingapore/">Apa Respons Singapura terhadap Narasi #SellSingapore?</a></strong></p>
<p>Pertanyaan tersebut muncul dari kekhawatiran bahwa derasnya investasi pusat data di Batam hanya menjadikan kawasan itu sebagai operational backyard bagi Singapura. Sementara itu, kemampuan riset, pengembangan teknologi, dan keahlian strategis tetap terpusat di luar Indonesia.</p>
<p>Zhulkarnain mengakui Batam telah menjadi tujuan penting investasi digital di kawasan. Saat berkunjung ke Batam, ia melihat langsung perkembangan pusat data yang kini melayani perusahaan teknologi berskala global.</p>
<p>“Saya terkesan melihat besarnya pusat data di Batam dan perusahaan-perusahaan besar yang menggunakannya,” kata Zhulkarnain.</p>
<p>Keberadaan industri tersebut, kata dia, sudah memberi manfaat melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya ekosistem digital. Namun manfaat ekonomi akan jauh lebih besar apabila tenaga kerja lokal mampu mengisi pekerjaan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.</p>
<p><strong>Naik ke Rantai Nilai Lebih Tinggi</strong></p>
<figure id="attachment_135310" aria-describedby="caption-attachment-135310" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-135310" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/EA6963F5-DA17-45AA-BBB7-371CEB169A5E-scaled-e1784808031108.jpeg" alt="Pusat data ai batam" width="800" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-135310" class="wp-caption-text">Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga, Zhulkarnain Abdul Rahim, bersama wartawan dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026. Foto: MDDI Singapora</figcaption></figure>
<p>Zhulkarnain mengatakan setiap negara yang membangun industri teknologi menghadapi tantangan serupa. Pada tahap awal, investasi umumnya berfokus pada pembangunan fasilitas dan operasional. Setelah itu, tantangan bergeser pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia.</p>
<p>Singapura, kata dia, pernah melalui proses yang sama ketika industri manufaktur semikonduktor mulai berkembang. Dari basis produksi, Singapura kemudian mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu mengisi pekerjaan yang lebih kompleks.</p>
<p>“Langkah berikutnya adalah memastikan kita naik ke rantai nilai yang lebih tinggi.”</p>
<p>Ia menilai proses tersebut tidak bisa hanya mengandalkan investasi asing. Pemerintah, lembaga pendidikan, industri, dan masyarakat perlu bersama-sama menyiapkan tenaga kerja yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.</p>
<p>Karena itu, pendidikan dan pelatihan menjadi faktor yang menentukan keberhasilan transfer teknologi. Semakin tinggi kemampuan tenaga kerja lokal, semakin besar peluang perusahaan global memindahkan pekerjaan dengan nilai tambah lebih tinggi ke Batam.</p>
<p><strong>Bukan Teknologi Singapura</strong></p>
<p>Zhulkarnain menepis anggapan bahwa investasi pusat data di Batam identik dengan perpindahan teknologi milik Singapura. Sebagian besar investasi itu berasal dari perusahaan teknologi multinasional yang memilih Batam karena berbagai keunggulan yang dimiliki kawasan tersebut.</p>
<figure id="attachment_132449" aria-describedby="caption-attachment-132449" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-132449" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/DBE8B8B4-6B7E-4B81-80E3-2A77ABE35801.jpeg" alt="Pusat data batam" width="1080" height="1350" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/DBE8B8B4-6B7E-4B81-80E3-2A77ABE35801.jpeg 1080w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/DBE8B8B4-6B7E-4B81-80E3-2A77ABE35801-768x960.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-132449" class="wp-caption-text">Grafis: GOKEPRI/CANDRA GUNAWAN</figcaption></figure>
<p>Batam, kata dia, memiliki lokasi strategis, lahan yang memadai, serta kedekatan dengan Singapura. Kondisi itu menjadikan kawasan tersebut menarik bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur digital berskala besar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/">Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</a></strong></p>
<p>Namun keunggulan geografis saja tidak cukup untuk mempertahankan daya saing dalam jangka panjang. Ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan digital menjadi syarat agar Batam memperoleh manfaat yang lebih besar dari investasi tersebut.</p>
<p>“Kita perlu menciptakan lingkungan yang membuat transfer teknologi benar-benar terjadi.”</p>
<p><strong>Peluang Kerja Sama Pendidikan</strong></p>
<p>Zhulkarnain melihat kedekatan Batam dengan Singapura membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi. Kolaborasi itu dinilai penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengikuti perkembangan industri AI yang tumbuh cepat.</p>
<p>Ia mencontohkan program NUS Overseas Colleges di Singapura yang mengirim mahasiswa belajar ke berbagai pusat inovasi dunia, seperti Silicon Valley, Paris, dan Jerman. Pengalaman bekerja di ekosistem teknologi global menjadi bekal ketika mereka kembali membangun perusahaan di negaranya.</p>
<p>Salah satu lulusan program tersebut, kata Zhulkarnain, kemudian mendirikan platform jual beli daring Carousell.</p>
<p>Zhulkarnain menilai perkembangan AI akan menjadi lompatan teknologi berikutnya setelah revolusi digital. Besarnya investasi yang mengalir ke sektor tersebut membuka peluang sekaligus risiko apabila negara tidak menyiapkan tenaga kerjanya.</p>
<p>Ia mengingatkan jangan sampai muncul kesenjangan baru antara kelompok yang mampu memanfaatkan AI dan mereka yang tertinggal karena tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan.</p>
<p>“Gelombang berikutnya adalah AI. Bukan hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi pengembang AI.”</p>
<p>Karena itu, Batam dinilai memiliki peluang memanfaatkan posisinya sebagai salah satu pusat investasi digital di Asia Tenggara. Namun peluang tersebut hanya akan menghasilkan nilai tambah lebih besar apabila diikuti peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, dan kompetensi tenaga kerja.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/">Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/investasi-pusat-data-belum-cukup-batam-perlu-mencetak-talenta-teknologi/">Investasi Pusat Data Belum Cukup, Batam Perlu Mencetak Talenta Teknologi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</title>
		<link>https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 08:26:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Singapura tetap menilai Indonesia menjanjikan bagi investasi. Kualitas sumber daya manusia dinilai menentukan kepercayaan investor. <a class="read-more" href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/" title="Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/">Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Singapura tetap menilai Indonesia menjanjikan bagi investasi. Kualitas sumber daya manusia dinilai menentukan kepercayaan investor.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> – Pemerintah Singapura menilai Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik meski menghadapi tantangan berupa ketidakpastian regulasi, tumpang tindih aturan, hingga persoalan penegakan hukum. Bagi Singapura, daya tarik Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga kemampuan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri.</p>
<p>Pandangan itu disampaikan Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga, Zhulkarnain Abdul Rahim, ketika menjawab pertanyaan wartawan dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026.</p>
<figure id="attachment_135298" aria-describedby="caption-attachment-135298" style="width: 900px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-135298" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/37834EE6-D3F0-457F-82EE-9CA864B5979A-scaled-e1784795157250.jpeg" alt="Investor singapura indonesia" width="900" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-135298" class="wp-caption-text">Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga, Zhulkarnain Abdul Rahim, bersama wartawan dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026. Foto: MDDI Singapore</figcaption></figure>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/">Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</a></strong></p>
<p>Pertanyaan tersebut muncul setelah sejumlah kalangan usaha menyoroti ketidakpastian regulasi dan penegakan hukum di Indonesia, salah satunya Kadin Tiongkok. Isu itu juga pernah disampaikan pelaku usaha dalam berbagai forum investasi dan memunculkan pertanyaan apakah kondisi tersebut memengaruhi minat investor Singapura, yang selama ini menjadi penyumbang investasi asing terbesar di Indonesia.</p>
<p>Zhulkarnain mengatakan Indonesia masih memiliki daya tarik yang sulit diabaikan. Menurut dia, kekayaan sumber daya alam, besarnya pasar domestik, serta ketahanan masyarakat menjadi modal yang terus menarik perhatian investor internasional.</p>
<p>“Indonesia selalu menarik, bukan hanya bagi Singapura, tetapi juga bagi dunia,” kata Zhulkarnain.</p>
<p>Namun, ia menilai keunggulan tersebut tidak cukup jika tidak diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, kemampuan tenaga kerja menjadi faktor yang semakin diperhitungkan investor ketika memutuskan menanamkan modal dalam jangka panjang.</p>
<p>Ia menyebut Asia Tenggara memiliki salah satu wilayah paling subur di dunia, pelabuhan laut dalam yang strategis, serta iklim yang mendukung aktivitas ekonomi sepanjang tahun. Keunggulan itu, menurut dia, perlu dilengkapi dengan investasi pada pendidikan dan pelatihan agar mampu menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.</p>
<p><strong>Bukan Hanya Regulasi</strong></p>
<p>Zhulkarnain mengakui persoalan regulasi memang menjadi tantangan di banyak negara. Namun, ia tidak melihat persoalan tersebut sebagai satu-satunya faktor yang menentukan keputusan investasi.</p>
<p>“Regulasi adalah regulasi. Saya kira semua negara menghadapi persoalan yang sama,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, perusahaan global saat ini lebih mempertimbangkan apakah suatu negara mampu menyediakan tenaga kerja yang terampil, adaptif, dan siap mengikuti perkembangan teknologi.</p>
<p>Karena itu, ia menilai investasi pada pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan akan memberikan dampak lebih besar terhadap iklim investasi dibanding hanya memperbaiki aturan.</p>
<p>Zhulkarnain mencontohkan pengalaman Singapura yang terus mendorong pembelajaran sepanjang hayat melalui program SkillsFuture. Program tersebut memungkinkan pekerja meningkatkan kompetensi meski telah memasuki dunia kerja.</p>
<p>Ia juga menilai Indonesia memiliki banyak potensi di sektor inovasi. Selama menjadi praktisi hukum, ia mengaku pernah terlibat dalam investasi modal ventura bagi sejumlah perusahaan rintisan di Bandung, Bogor, dan Surabaya.</p>
<p>Dari pengalaman itu, ia melihat banyak anak muda Indonesia mampu mengembangkan inovasi dan menciptakan usaha baru. Ekosistem tersebut, menurut dia, dapat berkembang lebih cepat apabila didukung pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi dengan dunia industri.</p>
<p>“Ada suasana yang penuh semangat ketika anak-anak muda berkumpul membangun inovasi,” kata Zhulkarnain.</p>
<p><strong>Menyiapkan SDM ASEAN</strong></p>
<p>Zhulkarnain memandang peningkatan kualitas sumber daya manusia bukan hanya menjadi kebutuhan Indonesia, tetapi juga seluruh negara ASEAN. Menurut dia, kawasan dengan sekitar 700 juta penduduk itu memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia apabila mampu menyiapkan tenaga kerja yang kompetitif.</p>
<p>Karena itu, ia mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berubah.</p>
<p>Menurut dia, peningkatan kualitas tenaga kerja juga akan memperkuat daya tarik kawasan bagi investor global. Perusahaan internasional akan lebih percaya menanamkan modal apabila memperoleh kepastian mengenai ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas.</p>
<p>“Pertanyaannya bukan apakah Indonesia menarik, melainkan bagaimana kita membuat seluruh kawasan menjadi menarik,” ujarnya.</p>
<p>Pandangan itu sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran sebagian pelaku usaha mengenai iklim investasi di Indonesia. Bagi Singapura, perbaikan regulasi tetap penting, tetapi investasi jangka panjang akan lebih ditentukan oleh kemampuan negara menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan industri.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/keripik-tempe-tanjungpinang-laris-manis-di-singapura/">Keripik Tempe Tanjungpinang Laris Manis di Singapura</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/investasi-batam-tumbuh-singapura-tetap-penyumbang-terbesar/">Investasi Batam Tumbuh, Singapura Tetap Penyumbang Terbesar</a></strong></li>
</ul>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/">Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesempatan Batam Menggelar Ajang Basket Kelas Dunia</title>
		<link>https://gokepri.com/kesempatan-batam-menggelar-ajang-basket-kelas-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 23:47:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[FIBA 3x3 Women’s Series]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135262</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri) &#8211; Sebanyak 32 tim dari 21 negara bertanding pada FIBA 3&#215;3 Women’s Series <a class="read-more" href="https://gokepri.com/kesempatan-batam-menggelar-ajang-basket-kelas-dunia/" title="Kesempatan Batam Menggelar Ajang Basket Kelas Dunia" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kesempatan-batam-menggelar-ajang-basket-kelas-dunia/">Kesempatan Batam Menggelar Ajang Basket Kelas Dunia</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> &#8211; Sebanyak 32 tim dari 21 negara bertanding pada FIBA 3&#215;3 Women’s Series dan Challenger di Batam. Ajang ini menjadi ujian perdana kota tersebut sebagai tuan rumah turnamen basket internasional.</p>
<p>Batam untuk pertama kalinya menggelar rangkaian turnamen resmi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) 3&#215;3 Women’s Series dan FIBA 3&#215;3 Challenger pada 23-26 Juli 2026. Sebanyak 32 tim dari 21 negara akan bersaing memperebutkan poin peringkat dunia sekaligus tiket menuju seri lanjutan kompetisi internasional. Bagi Batam, penyelenggaraan ini menjadi ujian untuk masuk dalam peta tuan rumah olahraga dunia.</p>
<p>Rangkaian pertandingan dibuka dengan FIBA 3&#215;3 Women’s Series pada 23-24 Juli di Alun-alun Engku Putri. Sebanyak 16 tim putri tampil dalam seri yang menjadi bagian dari perburuan tiket menuju Women’s Series Final Project Redwings Shanghai.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/batam-jadi-tuan-rumah-turnamen-basket-womens-series-stop-2026/">Batam Jadi Tuan Rumah Turnamen Basket Women’s Series Stop 2026</a></strong></p>
<p>Belanda datang sebagai unggulan pertama. Tim itu kembali bertanding setelah lebih dari sebulan absen sejak menjuarai seri Amsterdam dan memburu tambahan poin untuk memperkuat peluang lolos ke putaran final.</p>
<p>Ulaanbaatar Amazons dari Mongolia menempati unggulan kedua berbekal gelar juara Women’s Series Jinan pekan lalu. China berada di unggulan ketiga, sedangkan Prancis mengisi posisi keempat setelah konsisten menembus sedikitnya babak semifinal pada setiap seri musim ini.</p>
<p>Jepang menjadi unggulan kelima, disusul Latvia, Thailand, dan Beijing yang juga diperkirakan bersaing hingga fase akhir turnamen.</p>
<p>Tim Nasional Putri Indonesia tergabung di Grup B bersama Ulaanbaatar Amazons dan Thailand. Grup itu menjadi tantangan berat bagi tuan rumah karena harus menghadapi salah satu tim terbaik dalam sirkuit Women’s Series musim ini.</p>
<p>Sementara itu, dua tiket menuju babak utama diperebutkan melalui babak kualifikasi yang diikuti Mongolia, Manila, Mesir, Filipina, Slovakia, dan Vietnam. Tiga tim pertama berada di Grup A, sedangkan tiga tim lainnya menghuni Grup B.</p>
<p><strong>Persaingan Berlanjut di Challenger</strong></p>
<p>Setelah Women’s Series berakhir, Batam langsung menjadi arena FIBA 3&#215;3 Challenger Putra pada 25-26 Juli. Turnamen ini juga menjadi bagian dari jalur kualifikasi menuju rangkaian FIBA 3&#215;3 World Tour.</p>
<p>Ketua Badan 3&#215;3 Perbasi Pusat Nani Soer Budimansyah mengatakan kualitas peserta yang tampil di Batam termasuk yang terbaik sepanjang sirkuit musim ini.</p>
<p>“Ini merupakan bagian dari rangkaian kompetisi dunia. Tim yang menjadi juara di Batam akan melanjutkan ke seri berikutnya di World Tour,” kata Nani.</p>
<p>Pada kategori putra, tim peringkat pertama dunia asal Serbia sekaligus juara Olimpiade dipastikan ambil bagian. Mereka akan menghadapi tim peringkat kedua dunia dari Miami, Amerika Serikat.</p>
<p>Indonesia menurunkan tiga wakil, yakni Waisai, Ambon, dan Balige.</p>
<p><strong>Ujian Perdana Batam</strong></p>
<p>Penyelenggaraan turnamen internasional ini sekaligus menjadi pengalaman pertama Batam menjadi tuan rumah ajang basket resmi FIBA. Ketua Perbasi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Suhadi, mengatakan persiapan arena pertandingan hampir selesai.</p>
<p>“Persiapan venue sudah mencapai sekitar 95 persen. Besok pagi kami harapkan sudah bisa dipakai untuk latihan resmi seluruh tim,” ujarnya di Batam, Selasa.</p>
<p>Menurut Suhadi, sejumlah kontingen telah tiba di Batam, sedangkan tim lainnya dijadwalkan datang sehari sebelum pertandingan. Technical meeting seluruh peserta akan digelar di Harris Hotel Batam Center.</p>
<p>Panitia menyiapkan arena berstandar internasional dengan kapasitas sekitar 800 penonton, termasuk 200 kursi VIP. Tiket dijual terbatas dengan harga mulai Rp30 ribu untuk sesi awal, Rp50 ribu untuk sesi reguler, serta Rp75 ribu hingga Rp100 ribu untuk partai final.</p>
<p>Selain memperebutkan poin peringkat dunia, Women’s Series menyediakan hadiah sekitar 20 ribu dolar Amerika Serikat yang disiapkan langsung oleh FIBA. Menurut Suhadi, seluruh hadiah disediakan oleh federasi internasional sehingga panitia lokal tidak menyiapkan hadiah tersendiri.</p>
<p>Ia berharap penyelenggaraan FIBA 3&#215;3 menjadi pintu masuk bagi lebih banyak agenda olahraga internasional di Kepulauan Riau.</p>
<p>“Event seperti ini bukan hanya menghadirkan pertandingan kelas dunia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Batam kepada masyarakat internasional sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” kata Suhadi.</p>
<p>Penyelenggaraan FIBA 3&#215;3 Batam mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan olahraga.</p>
<p>FIBA 3&#215;3 Women’s Series merupakan kompetisi tahunan bola basket tiga lawan tiga putri yang diikuti tim nasional maupun tim profesional dari berbagai negara. Setiap seri memberikan poin peringkat musim yang menentukan tim-tim yang berhak tampil pada putaran final akhir tahun di Shanghai.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/perbasi-batam-panaskan-atmosfer-fiba-3x3-79-tim-ramaikan-di-ksquare/">Perbasi Batam Panaskan Atmosfer FIBA 3X3, 79 Tim Ramaikan di KSquare</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kesempatan-batam-menggelar-ajang-basket-kelas-dunia/">Kesempatan Batam Menggelar Ajang Basket Kelas Dunia</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN</title>
		<link>https://gokepri.com/sudaryono-resmi-jadi-kepala-bgn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 08:31:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135233</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Sudaryono resmi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru setelah dilantik <a class="read-more" href="https://gokepri.com/sudaryono-resmi-jadi-kepala-bgn/" title="Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sudaryono-resmi-jadi-kepala-bgn/">Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Sudaryono resmi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.</p>
<p>Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan disusul pembacaan Keppres nomor 78P tahun 2026 tentang pengangkatan Sudaryono sebagai Kepala BGN. Prabowo kemudian memandu pengucapan sumpah jabatan Sudaryono.</p>
<p>&#8220;Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,&#8221; demikian sumpah yang dibacakan Sudaryono.</p>
<p>Setelah pengucapan janji dan sumpah, Sudaryono melakukan penandatanganan berita acara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo.</p>
<p>Prabowo sebelumnya menunjuk Sudaryono menjadi Kepala BGN. Sudaryono ditunjuk menggantikan Nanik S Deyang, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Bapak Presiden memutuskan selaku pengganti Kepala BGN adalah Sudaryono, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,&#8221; kata Mensesneg Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7).</p>
<p>Prasetyo menjelaskan pertimbangan Sudaryono ditunjuk sebagai Kepala BGN. Salah satunya, Sudaryono mengikuti sejak awal mengenai konsep dan gagasan program MBG.</p>
<p>&#8220;Dan sebagai Wakil Menteri Pertanian, tentu saja selama ini Badan Gizi Nasional yang kegiatannya adalah memberikan makan bergizi gratis itu tidak pernah lepas dari tugas Beliau di Kementerian Pertanian,&#8221; ujarnya.</p>
<p>(sumber: detik.com)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sudaryono-resmi-jadi-kepala-bgn/">Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nanik S Deyang Mundur Sebagai Kepala BGN</title>
		<link>https://gokepri.com/nanik-s-deyang-mundur-sebagai-kepala-bgn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 01:17:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135182</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Nanik Sudaryati Deyang mundur dari jabatanya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). <a class="read-more" href="https://gokepri.com/nanik-s-deyang-mundur-sebagai-kepala-bgn/" title="Nanik S Deyang Mundur Sebagai Kepala BGN" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/nanik-s-deyang-mundur-sebagai-kepala-bgn/">Nanik S Deyang Mundur Sebagai Kepala BGN</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Nanik Sudaryati Deyang mundur dari jabatanya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Informasi itu diumumkan sendiri olehnya melalui status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang, hari ini, Rabu, 22 Juli 2026.</p>
<p>Naniek mengungkap alasannya mundur terkait masalah kesehatan. Ia pun pamit kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan di luar negeri.</p>
<p>&#8220;Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Meski direstui mundur oleh Prabowo, Nanik mengaku diminta tetap ikut mengawasi BGN.</p>
<p>&#8220;Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang , sumpah trauma akut,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Presiden RI Prabowo Subianto melantikNanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (8/6/2026) sore.</p>
<p>Nanik diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya telah dicopot Prabowo. Saat itu Dadan tersangkut dugaan korupsi MBG dan kini berstatus tersangka.</p>
<p>PengangkatanNanikberdasarkan Keppres nomor 18/M tahun 2026 pemberhentian dan pengangkatan kepala dan wakil kepala BGN dan pemberhentian Wakil Kepala BPKP.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/nanik-s-deyang-mundur-sebagai-kepala-bgn/">Nanik S Deyang Mundur Sebagai Kepala BGN</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</title>
		<link>https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 12:50:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[IJVP 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135172</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri) &#8211; Sejumlah wartawan Indonesia berangkat ke Singapura untuk mewawancarai beberapa menteri dalam Indonesian <a class="read-more" href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/" title="Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/">Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> &#8211; Sejumlah wartawan Indonesia berangkat ke Singapura untuk mewawancarai beberapa menteri dalam Indonesian Journalist Visit Programme atau IJVP. Salah satu yang mereka temui adalah Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo di kantornya, Senin, 13 Juli 2026.</p>
<p>Di antara rombongan itu hadir wartawan dari <em>Kompas, Tempo, Jakarta Globe, KompasTV, SCTV-Indosiar, tvOne, The Jakarta Post, Tribun Batam, Gokepri, Narasi</em>, dan <em>Katadata</em>. Dua wartawan dari Batam adalah Andi dari <em>gokepri</em> yang juga Pimpinan Redaksi dan Prawira Maulana dari <em>Tribun Batam</em>, juga Pimpred.</p>
<p>Sebulan sebelumnya, Josephine baru kembali dari Jakarta setelah menghadiri Asia Economic Summit yang diselenggarakan The Business Times. Kunjungan itu, katanya, memberinya kesempatan melihat lebih dekat perkembangan industri teknologi Indonesia.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/semikonduktor-menjaga-momentum-ekonomi-singapura/">Semikonduktor Menjaga Momentum Ekonomi Singapura</a></strong></p>
<p>Kali ini giliran para jurnalis Indonesia yang datang ke Singapura.</p>
<p>Alih-alih langsung berbicara tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Josephine justru memulai pertemuan dengan menunjukkan gedung kementeriannya. Bangunan itu telah berdiri cukup lama. Menurut dia, gedung tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah negara tidak pernah membangun masa depan dengan menghapus masa lalunya.</p>
<p>“Kami ingin mengutamakan layanan digital, tetapi bukan berarti semuanya harus serba digital,” kata Josephine.</p>
<p>Kalimat itu menjadi benang merah sepanjang diskusi.</p>
<p>Bagi Singapura, menjadi negara digital bukan berarti seluruh layanan harus sepenuhnya beralih ke teknologi. Pemerintahannya tetap memikirkan kelompok masyarakat yang kesulitan mengikuti perubahan, terutama warga lanjut usia. Mereka adalah generasi yang membangun Singapura hingga menjadi seperti sekarang.</p>
<p>“Kami tidak ingin masyarakat melaju dengan teknologi baru, tetapi melupakan apa yang juga dibutuhkan oleh para lansia,” ujarnya.</p>
<p>Cara pandang itu kemudian mengalir ke pembahasan yang lebih luas. Menurut Josephine, AI tidak berdiri sendiri. Teknologi itu merupakan bagian dari perjalanan panjang Singapura membangun Smart Nation, sebuah agenda transformasi digital yang telah dimulai lebih dari sepuluh tahun lalu.</p>
<p>Perjalanan itu kini menjadi salah satu penggerak ekonomi Singapura. Data Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi Singapura (Ministry of Digital Development and Information/MDDI) mencatat ekonomi digital menyumbang sekitar 18,6 persen terhadap produk domestik bruto Singapura pada 2024, naik dari 14,9 persen pada 2019. Untuk menopang pertumbuhan tersebut, Singapura mengoperasikan lebih dari 70 pusat data dengan kapasitas melampaui 1,4 gigawatt serta terus menambah kapasitas baru secara bertahap dengan syarat efisiensi energi yang ketat.</p>
<p>Karena itu, pemerintah tidak melihat AI hanya sebagai persoalan menghadirkan teknologi terbaru. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara aman, dipercaya masyarakat, dan memberi manfaat yang merata.</p>
<p>Josephine mengatakan hampir setiap negara membutuhkan lima fondasi untuk membangun tata kelola digital.</p>
<p>Yang pertama adalah infrastruktur. Tanpa jaringan internet yang baik, akses broadband, jaringan seluler, dan kapasitas komputasi yang memadai, AI tidak akan berkembang.</p>
<p>Fondasi kedua adalah kemampuan. Namun kemampuan yang dimaksud tidak hanya menyasar individu.</p>
<p>Masyarakat memang harus memiliki keterampilan digital. Akan tetapi, perusahaan juga harus mampu mengubah proses bisnisnya agar benar-benar memanfaatkan AI. Pada saat yang sama, pemerintah pun perlu memiliki kapasitas untuk memahami teknologi yang diatur.</p>
<p>“Kita tidak bisa hanya berinvestasi pada keterampilan individu. Perusahaan juga harus menjadi lebih kompeten,” kata Josephine.</p>
<p>Ia mencontohkan pengalaman Singapura melalui Government Technology Agency (GovTech). Lembaga itu mengembangkan sekaligus menerapkan berbagai layanan digital pemerintah. Dari pengalaman tersebut, pemerintah memahami persoalan nyata yang muncul ketika teknologi diterapkan kepada masyarakat. Pengalaman itu membantu mereka menentukan aturan yang benar-benar dibutuhkan, sekaligus menghindari regulasi yang justru menghambat inovasi.</p>
<p>Namun, menurut Josephine, pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan sendirian.</p>
<p>Transformasi digital menyentuh hampir semua aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga kelompok penyandang disabilitas. Dalam banyak kasus, organisasi masyarakat sipil dan komunitas justru menjadi pihak pertama yang memberi tahu pemerintah mengenai kelompok-kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.</p>
<p>Karena itu, Singapura memilih pendekatan whole-of-society. Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas didorong bekerja bersama agar tidak ada kelompok yang tertinggal dalam transformasi digital.</p>
<p>Barulah setelah itu hadir dua fondasi berikutnya, yakni regulasi dan kerja sama internasional.</p>
<p>Meski menjelaskan lima strategi, Josephine mengingatkan bahwa strategi hanyalah alat.</p>
<p>“Pertanyaan yang paling penting adalah, semua strategi itu sebenarnya untuk apa?” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, seluruh strategi tersebut diarahkan untuk mencapai tiga tujuan utama, yakni membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi, menciptakan pertumbuhan ekonomi, dan menjaga kohesi sosial.</p>
<p>“Bagi kami, tujuannya adalah membangun kepercayaan, menciptakan pertumbuhan, dan memperkuat kebersamaan masyarakat,” kata Josephine.</p>
<p>Baginya, ukuran keberhasilan transformasi digital bukanlah seberapa canggih teknologi yang dimiliki sebuah negara. Yang lebih penting adalah apakah masyarakat merasa aman menggunakannya, memperoleh peluang ekonomi baru, dan tetap memiliki rasa kebersamaan ketika perubahan berlangsung semakin cepat.</p>
<p><strong>AI Bukan Pengganti Manusia</strong></p>
<p>Perbincangan kemudian mengerucut pada pertanyaan yang kini dihadapi banyak negara: apakah AI akan mengambil alih pekerjaan manusia?</p>
<p>Josephine tidak memberi jawaban pasti. Menurut dia, tidak seorang pun benar-benar mengetahui ke mana perkembangan teknologi itu akan bergerak. Yang bisa dilakukan pemerintah Singapura adalah menyiapkan masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan.</p>
<p>Namun, ada satu prinsip yang tidak berubah.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/di-balik-pertumbuhan-pesat-ekonomi-singapura/">Di Balik Pertumbuhan Pesat Ekonomi Singapura</a></strong></p>
<figure id="attachment_135175" aria-describedby="caption-attachment-135175" style="width: 960px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-135175 size-full" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/E0904BB5-C131-43AC-9B35-CBC4753C28E3-e1784640387734.jpeg" alt="Negara Digital Singapura" width="960" height="992" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/E0904BB5-C131-43AC-9B35-CBC4753C28E3-e1784640387734.jpeg 960w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/E0904BB5-C131-43AC-9B35-CBC4753C28E3-e1784640387734-768x794.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-135175" class="wp-caption-text">Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo. GOKEPRI/Andi</figcaption></figure>
<p>“Kami tidak memandang AI sebagai teknologi untuk menggantikan manusia. Kami ingin AI bekerja untuk melayani manusia. AI harus menjadi asisten, kolaborator, dan rekan kerja,” katanya.</p>
<p>Kekhawatiran mengenai hilangnya pekerjaan akibat AI memang mengemuka. Namun, laporan pemerintah Singapura menunjukkan adopsi AI di kalangan perusahaan masih berada pada tahap awal. Sebanyak 71,5 persen perusahaan bahkan belum menggunakan AI, sedangkan hanya 3,8 persen yang telah mengintegrasikannya ke proses bisnis utama. Di sisi lain, survei IMDA Singapura menunjukkan tiga dari empat pekerja di Singapura telah menggunakan AI secara rutin, dan sebagian besar mengaku teknologi itu membantu meningkatkan produktivitas.</p>
<p>Pandangan itu menjadi dasar berbagai kebijakan Singapura. Pemerintah memang mendorong perusahaan mengadopsi AI agar lebih produktif. Namun, setiap penerapan teknologi juga didorong berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan pekerja.</p>
<p>Ketika sebuah perusahaan memperkenalkan perangkat AI, misalnya, pemerintah tidak hanya memberi insentif untuk membeli atau mengimplementasikan teknologi tersebut. Program pelatihan bagi karyawan juga menjadi bagian yang didorong pemerintah.</p>
<p>Tujuannya sederhana. Perusahaan tidak hanya melihat AI sebagai cara menggantikan pekerjaan manusia, tetapi sebagai alat yang membuat pekerja mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.</p>
<p>Kekhawatiran mengenai pengangguran struktural akibat AI, menurut Josephine, memang nyata. Ia melihat setidaknya ada dua pandangan yang berkembang.</p>
<p>Pandangan pertama menilai AI hanya akan menjadi gelombang teknologi baru, sebagaimana komputer dan internet pada masa lalu. Sebagian pekerjaan memang hilang, tetapi akan muncul jenis pekerjaan baru yang pada akhirnya menciptakan lebih banyak kesempatan kerja.</p>
<p>Pandangan kedua jauh lebih pesimistis. AI dinilai memiliki kemampuan yang berkembang sangat cepat hingga suatu saat dapat mengerjakan hampir semua pekerjaan manusia dengan hasil yang lebih baik.</p>
<p>Josephine mengakui kedua pandangan itu sama-sama memiliki alasan.</p>
<p>Namun, ia juga mengingatkan bahwa banyak sistem penting saat ini masih dirancang dengan asumsi manusia berada di balik setiap keputusan. Dunia penerbangan, misalnya, dibangun berdasarkan standar keselamatan yang mempertimbangkan kemungkinan kesalahan manusia.</p>
<p>“Ketika AI mulai mengambil peran lebih besar, kita belum sepenuhnya memahami risiko baru yang mungkin muncul. Sistem keselamatan kita selama ini dirancang untuk menghadapi kesalahan manusia, bukan kesalahan AI,” ujarnya.</p>
<p>Karena itulah Singapura memilih tidak mengambil kesimpulan terlalu dini.</p>
<p>Pemerintah, kata Josephine, tidak ingin menganggap AI pasti membawa manfaat, tetapi juga tidak ingin ketakutan hingga gagal mengambil langkah yang diperlukan.</p>
<p>“Kami tidak ingin menganggap semuanya akan baik-baik saja. Tetapi kami juga tidak ingin terlalu takut sehingga tidak melakukan apa pun.”</p>
<p>Prioritas pertama pemerintah adalah memastikan setiap warga memiliki kemampuan menggunakan AI. Langkah itu dinilai jauh lebih penting dibanding memperdebatkan skenario yang belum tentu terjadi.</p>
<p>“Kami ingin setiap warga, setiap pekerja, memiliki kemampuan menggunakan AI sebaik mungkin,” katanya.</p>
<p>Menurut Josephine, manusia selalu memiliki kemampuan menciptakan jenis pekerjaan baru. Munculnya ekonomi kreator dan ledakan produksi konten digital menjadi contoh bahwa perkembangan teknologi juga membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.</p>
<p>Meski demikian, pemerintah tetap memilih bersikap hati-hati. Risiko-risiko baru harus terus dipelajari seiring berkembangnya teknologi.</p>
<p>Sikap serupa diterapkan dalam penyusunan regulasi AI.</p>
<p>Alih-alih membuat undang-undang baru setiap kali muncul teknologi baru, Singapura lebih dahulu menilai apakah aturan yang telah ada masih mampu menjawab persoalan yang muncul.</p>
<p>Jika sebuah perusahaan menggunakan AI untuk merekrut pegawai dan menghasilkan keputusan yang diskriminatif, misalnya, pemerintah tidak melihat persoalannya berasal dari AI semata. Yang menjadi perhatian adalah tindakan diskriminasinya. Karena itu, aturan tentang keadilan di tempat kerja tetap dapat diterapkan.</p>
<p>Di sisi lain, pemerintah tidak ragu memperbarui undang-undang apabila muncul risiko yang benar-benar baru.</p>
<p>Josephine mencontohkan perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang menegaskan bahwa materi eksploitasi seksual anak yang dihasilkan AI tetap merupakan tindak pidana.</p>
<p>Contoh lain muncul menjelang pemilihan umum Singapura tahun lalu.</p>
<p>Pemerintah mengesahkan aturan baru yang melarang penyebaran konten AI yang menggambarkan seorang calon mengatakan sesuatu yang tidak pernah diucapkannya atau melakukan tindakan yang tidak pernah dilakukannya.</p>
<p>“Kalau seseorang ditampilkan mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dia katakan, atau melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan, itu tidak boleh terjadi selama pemilu,” ujar Josephine.</p>
<p>Menurut dia, pendekatan semacam itu membuat regulasi dapat mengikuti perkembangan teknologi tanpa menghambat inovasi yang justru dibutuhkan masyarakat.</p>
<p>Pembahasan juga menyinggung AI for Good Global Commission, sebuah komisi internasional yang dibentuk untuk memperluas manfaat AI.</p>
<p>Josephine mengatakan salah satu tantangan terbesar perkembangan AI adalah manfaatnya sering kali hanya dinikmati segelintir negara atau perusahaan yang berada di garis depan inovasi.</p>
<p>Komisi tersebut, kata dia, berupaya mendorong berbagi pengalaman dan praktik terbaik agar lebih banyak negara mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.</p>
<p>Singapura sendiri pernah menyusun panduan pemanfaatan AI bagi negara-negara kecil. Meski diakuinya, perkembangan teknologi berlangsung begitu cepat sehingga panduan tersebut sudah memerlukan pembaruan.</p>
<p>Selain itu, komisi juga mendorong pengembangan model AI terbuka (open source) agar negara berkembang dan perusahaan rintisan tidak menghadapi hambatan biaya yang terlalu besar.</p>
<p>“Bila semakin banyak model AI yang terbuka, semakin banyak pula negara dan perusahaan kecil yang dapat memanfaatkan teknologi ini,” kata Josephine.</p>
<p><strong>Batam dalam Peta Digital Singapura</strong></p>
<p>Di tengah pembahasan mengenai AI dan tata kelola digital, perhatian kemudian mengarah ke Batam. Pertanyaan itu datang dari <em>gokepri</em> yang menyoroti peluang kerja sama untuk meningkatkan talenta digital dan kapasitas sumber daya manusia di kota yang hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari Singapura tersebut.</p>
<p>Josephine tidak melihat Batam sebagai sekadar kawasan penyangga Singapura. Ia menilai kota itu telah memiliki fondasi yang memungkinkan kerja sama digital berkembang lebih jauh.</p>
<p>“Saya melihat peluang itu ada,” katanya.</p>
<p>Menurut dia, Batam telah memiliki komunitas teknologi yang tumbuh bersama kehadiran berbagai perusahaan digital. Banyak tenaga profesional juga datang dari berbagai daerah di Indonesia karena melihat peluang karier sekaligus kualitas hidup yang ditawarkan kota tersebut.</p>
<p>Kedekatan geografis menjadi keunggulan lain. Banyak perusahaan, kata Josephine, menyampaikan kepadanya bahwa tim mereka di Singapura dapat berinteraksi secara rutin dengan rekan kerja di Batam tanpa hambatan berarti.</p>
<p>Meski demikian, ia menilai tantangan berikutnya adalah memperluas jumlah tenaga kerja digital yang tersedia.</p>
<p>“Pertanyaan terbesarnya adalah, seberapa besar ruang untuk memperluas tenaga kerja teknologi di Batam,” ujarnya.</p>
<p>Apabila Batam terus berkembang sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali dan menarik bagi talenta digital Indonesia, menurut Josephine, semakin banyak perusahaan teknologi akan mempertimbangkan memindahkan atau memperluas aktivitasnya ke kota tersebut.</p>
<p>Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan yang telah berhasil membangun bisnis di Batam membagikan kisah mereka kepada pelaku industri lain.</p>
<p>“Kisah sukses itu akan mendorong perusahaan lain melihat Batam sebagai tempat untuk bertumbuh,” katanya.</p>
<p><strong>Ketika Media Kehilangan Model Bisnis Lama</strong></p>
<p>Pertanyaan lain datang dari <em>Narasi</em>. Topiknya bergeser dari AI menuju masa depan industri media.</p>
<p>Josephine mengakui perubahan yang terjadi bukan hanya dialami Singapura, melainkan hampir seluruh dunia.</p>
<p>Model bisnis media yang selama puluhan tahun bertumpu pada pendapatan iklan, katanya, telah berubah dan tampaknya tidak akan kembali seperti sebelumnya.</p>
<p>Di saat yang sama, kreator konten di media sosial semakin banyak memadukan informasi dengan hiburan. Menurut dia, tidak ada yang salah dengan format tersebut.</p>
<p>“Tidak ada yang keliru dengan infotainment,” ujarnya.</p>
<p>Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat tetap membutuhkan media yang mampu menyajikan informasi akurat ketika harus mengambil keputusan penting dalam hidup.</p>
<p>Mulai dari memilih pekerjaan, menentukan pendidikan anak, hingga mengambil keputusan mengenai kesehatan anggota keluarga, semuanya bergantung pada informasi yang dapat dipercaya.</p>
<p>“Kalau informasi seperti itu tidak mudah diperoleh, masyarakat akan mengambil keputusan dalam kegelapan,” katanya.</p>
<p>Karena itu, Singapura tetap menempatkan media layanan publik sebagai bagian penting dari ekosistem informasi.</p>
<p>Menurut Josephine, tantangan media saat ini bukan hanya menjaga kredibilitas, tetapi juga hadir di platform yang digunakan generasi muda.</p>
<p>Ia menilai media tidak bisa berharap masyarakat kembali mengandalkan koran cetak atau siaran televisi sebagai sumber informasi utama.</p>
<p>“Kita harus realistis,” ujarnya.</p>
<p>Ukuran keberhasilan media layanan publik, menurut dia, bukan sekadar jumlah pembaca atau penonton, melainkan kemampuan mempertahankan kepercayaan masyarakat. Ia menyebut sejumlah survei internasional, seperti Reuters Institute dan Edelman, masih menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap media layanan publik Singapura relatif tinggi.</p>
<p>Meski demikian, kepercayaan tersebut, kata Josephine, tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang akan bertahan dengan sendirinya.</p>
<p>“Itu menjadi pengingat setiap hari tentang pentingnya peran media dan mengapa upaya itu harus terus dilakukan.”</p>
<p><strong>Keketuaan ASEAN</strong></p>
<p>Menjelang Singapura memegang keketuaan ASEAN pada 2027, isu tata kelola AI kembali muncul.</p>
<p>Josephine berharap ASEAN tidak hanya dipandang sebagai kawasan yang stabil dan memiliki pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai kawasan yang siap mengembangkan teknologi baru secara bertanggung jawab.</p>
<p>Dengan jumlah penduduk mendekati 700 juta jiwa, ASEAN memiliki daya tarik yang besar bagi perusahaan teknologi dunia.</p>
<p>Menurut dia, kekuatan kawasan justru terletak pada kemampuannya berbicara sebagai satu kesatuan, meski setiap negara memiliki tingkat pembangunan digital yang berbeda.</p>
<p>Ia mencontohkan kerja sama ASEAN di bidang keamanan siber yang telah mengadopsi norma perilaku negara yang bertanggung jawab di ruang siber. Di bidang ekonomi digital, negara-negara ASEAN juga mulai membangun kerangka pengelolaan data dan mendorong arus data lintas batas yang aman.</p>
<p>Josephine juga menyinggung pengembangan model bahasa besar atau large language model SEA-LION yang diprakarsai Singapura.</p>
<p>Model tersebut, katanya, tidak mungkin dibangun tanpa dukungan negara-negara ASEAN yang berbagi kumpulan data dalam berbagai bahasa di kawasan. Setelah dikembangkan, model itu kemudian dibuka untuk dimanfaatkan negara-negara lain.</p>
<p>“Kalau kita bekerja bersama, ASEAN bisa memiliki pengaruh yang jauh lebih besar di panggung dunia,” katanya.</p>
<p>Hampir dua jam percakapan berlangsung, tetapi Josephine berkali-kali kembali pada gagasan yang sama. AI, baginya, bukan tujuan, melainkan alat. Negara boleh berlomba membangun pusat komputasi, menyusun model bahasa, atau melahirkan regulasi baru. Namun, ukuran keberhasilannya tetaplah apakah teknologi membuat hidup masyarakat lebih baik.</p>
<p>Tanpa itu, secanggih apa pun teknologi yang dibangun, transformasi digital hanya akan menjadi perlombaan menciptakan inovasi, bukan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin AI bekerja untuk manusia, bukan menggantikan manusia,” kata Josephine. <strong>***</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/apa-saja-proyek-strategis-korporasi-singapura-di-indonesia/">Apa Saja Proyek Strategis Korporasi Singapura di Indonesia?</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/">Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kabel Laut Nongsa-Changi Penting bagi Batam dan Singapura</title>
		<link>https://gokepri.com/mengapa-kabel-laut-nongsa-changi-penting-bagi-batam-dan-singapura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 11:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[SKKL Nongsa-Changi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia dan Singapura meresmikan Nongsa-Changi Cable. Konektivitas baru menopang investasi dan ekonomi digital regional. BATAM <a class="read-more" href="https://gokepri.com/mengapa-kabel-laut-nongsa-changi-penting-bagi-batam-dan-singapura/" title="Mengapa Kabel Laut Nongsa-Changi Penting bagi Batam dan Singapura" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/mengapa-kabel-laut-nongsa-changi-penting-bagi-batam-dan-singapura/">Mengapa Kabel Laut Nongsa-Changi Penting bagi Batam dan Singapura</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Indonesia dan Singapura meresmikan Nongsa-Changi Cable. Konektivitas baru menopang investasi dan ekonomi digital regional.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Peresmian Nongsa-Changi Cable (NCC) menjadi tonggak baru penguatan konektivitas digital Indonesia dan Singapura. Infrastruktur kabel bawah laut sepanjang 50 kilometer itu bukan sekadar menghubungkan Batam dan Changi, tetapi juga memperkuat posisi Batam sebagai gerbang ekonomi digital Indonesia. NCC membuka ruang lebih besar bagi investasi pusat data, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan industri digital di Asia Tenggara.</p>
<p>Kehadiran NCC atau Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Nongsa-Changi juga menjadi fondasi pengembangan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai pusat ekonomi digital regional. Kawasan perdagangan bebas yang selama ini menjadi simbol kemitraan ekonomi Indonesia-Singapura itu diproyeksikan semakin menarik investasi karena memiliki koneksi data yang lebih cepat, stabil, dan berlatensi rendah.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/deretan-investasi-data-centre-ratusan-triliun-di-batam/">Deretan Investasi Data Centre Ratusan Triliun di Batam</a></strong></p>
<p>Kabel tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi di Singapura melalui jalur paling pendek dan langsung. Kawasan Nongsa selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi klaster pusat data yang terus bertambah seiring meningkatnya investasi infrastruktur digital.</p>
<p>Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong mengatakan kabel tersebut akan mendukung pertumbuhan pusat data dan layanan digital di Batam sekaligus mempermudah perusahaan menjalankan operasi lintas negara. “Karena itulah proyek seperti Nongsa-Changi Cable menjadi penting,” ujar Gan saat peresmian di Nongsa, Batam, Senin (20/7).</p>
<p>Gan menjelaskan perusahaan yang mengembangkan aplikasi berbasis AI, layanan komputasi awan, maupun manufaktur berteknologi tinggi membutuhkan perpindahan data yang aman, andal, dan memiliki latensi sangat rendah. Menurut dia, keberadaan NCC memungkinkan kebutuhan tersebut dipenuhi sehingga aktivitas bisnis digital dapat berlangsung lebih efisien.</p>
<figure id="attachment_135100" aria-describedby="caption-attachment-135100" style="width: 1000px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-135100" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/DC10C48D-5A36-4C9D-9BDA-5B8203233615-e1784548256601.jpeg" alt="SKKL Nongsa-Changie" width="1000" height="668" /><figcaption id="caption-attachment-135100" class="wp-caption-text">SKKL Nongsa-Changie di Nongsa Digital Park, Batam. Foto: Kemenko Perekonomian</figcaption></figure>
<p>Ia menilai proyek itu menjadi bukti hubungan Indonesia dan Singapura yang semakin erat serta saling melengkapi. Singapura menawarkan konektivitas global, iklim usaha yang terpercaya, serta akses ke perusahaan dan pelanggan internasional, sedangkan Indonesia memiliki pasar yang besar, sumber daya manusia, lahan untuk ekspansi, serta potensi energi terbarukan.</p>
<p>Menurut Gan, kedekatan geografis Singapura dengan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun memungkinkan perusahaan membangun operasi di kedua negara sekaligus melayani pasar Asia Tenggara. Kemitraan itu juga membuka peluang kolaborasi perusahaan serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja di kedua negara.</p>
<p>Ia mengaitkan proyek tersebut dengan hasil Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura yang digelar di Jakarta pada awal Juli lalu. Dalam pertemuan itu, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Presiden Prabowo Subianto menyambut pengembangan Batam, Bintan, dan Karimun sebagai pusat ekonomi digital baru di kawasan.</p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Nongsa-Changi Cable sebagai fondasi fisik koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura. “Mari membangun koridor digital ini bukan hanya dengan kabel dan data, tetapi juga dengan kepercayaan, kemitraan, dan visi bersama,” ujar Airlangga.</p>
<figure id="attachment_135101" aria-describedby="caption-attachment-135101" style="width: 830px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-135101" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/958739CD-E3D9-45E5-81E0-B7F41F288A4D.jpeg" alt="SKKL Nongsa-Changi" width="830" height="468" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/958739CD-E3D9-45E5-81E0-B7F41F288A4D.jpeg 830w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/958739CD-E3D9-45E5-81E0-B7F41F288A4D-200x112.jpeg 200w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/958739CD-E3D9-45E5-81E0-B7F41F288A4D-300x170.jpeg 300w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/958739CD-E3D9-45E5-81E0-B7F41F288A4D-768x433.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 830px) 100vw, 830px" /><figcaption id="caption-attachment-135101" class="wp-caption-text">Kabel SKKL Nongsa-Changi di Taman Nongsa Indah Village, Batam, 20 Juli 2026. Foto: Channel News Asia</figcaption></figure>
<p>Ia menegaskan manfaat koridor digital tersebut tidak hanya dirasakan Indonesia dan Singapura, tetapi juga kawasan ASEAN. Menurut dia, pembangunan infrastruktur digital harus menjadi jembatan bagi kolaborasi ekonomi kawasan di tengah pesatnya transformasi digital global.</p>
<p>Airlangga mengatakan transformasi digital Indonesia kini diukur melalui pembangunan infrastruktur nyata dan meningkatnya konektivitas. Indonesia saat ini memiliki sekitar 235,26 juta pengguna internet dan 99,5 juta pelanggan broadband, sehingga membutuhkan jaringan digital yang semakin andal untuk menopang pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Ia menggambarkan keunggulan NCC melalui perbandingan sederhana. Jarak Changi dan Nongsa hampir sama dengan jarak Jakarta-Bogor yang dapat ditempuh sekitar satu jam melalui jalur darat ketika lalu lintas padat, sedangkan transmisi data melalui kabel tersebut hanya membutuhkan latensi sekitar 0,2 milidetik.</p>
<p>Kecepatan tersebut menjadi faktor penting di era AI karena komunikasi antarmanusia, antarmesin, maupun antara manusia dan mesin bergantung pada konektivitas berkapasitas tinggi dengan jeda waktu yang sangat rendah.</p>
<p>Kabel bawah laut itu dilengkapi 24 pasangan serat optik yang dirancang menghadirkan konektivitas berkapasitas tinggi dengan latensi rendah. Infrastruktur tersebut mampu menambah kapasitas transmisi data hingga lebih dari 1,6 petabit per detik dengan waktu tunda kurang dari dua milidetik antara Batam dan Singapura.</p>
<figure id="attachment_135102" aria-describedby="caption-attachment-135102" style="width: 1286px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-135102" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/187E52C5-99B4-4A8D-8330-75D61D71156C.webp" alt="Kabel Nongsa Changi" width="1286" height="1632" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/187E52C5-99B4-4A8D-8330-75D61D71156C.webp 1286w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/187E52C5-99B4-4A8D-8330-75D61D71156C-768x975.webp 768w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/187E52C5-99B4-4A8D-8330-75D61D71156C-1210x1536.webp 1210w" sizes="auto, (max-width: 1286px) 100vw, 1286px" /><figcaption id="caption-attachment-135102" class="wp-caption-text">Foto: Telin</figcaption></figure>
<p>Kapasitas tersebut disiapkan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan layanan komputasi awan, pusat data berskala besar (hyperscale), pengembangan kecerdasan buatan, serta interkoneksi pusat data di kawasan. Kebutuhan itu diperkirakan terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di Asia Tenggara.</p>
<p>Gan mengatakan proyek tersebut juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia, Singapura, dan negara-negara ASEAN. Menurut dia, manfaat itu akan semakin besar apabila ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) berhasil disepakati tahun ini.</p>
<p>Perjanjian itu akan menjadi kesepakatan regional pertama di ASEAN yang secara khusus mengatur ekonomi digital. Kerangka tersebut bertujuan memperkuat konektivitas digital, mempermudah perdagangan digital, memperlancar arus data lintas negara, meningkatkan interoperabilitas sistem digital, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendukung transaksi elektronik dan pembayaran digital.</p>
<p>Airlangga mengatakan perkembangan infrastruktur digital telah mendorong pertumbuhan industri pusat data di Batam melampaui rata-rata nasional. “Sektor ini tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Airlangga, industri pusat data di Batam tumbuh sekitar 22 persen per tahun, sedangkan rata-rata nasional mencapai 19 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan Batam semakin berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi digital Indonesia yang didukung investasi berskala internasasional.</p>
<p>Ia menilai ekosistem digital menjadi salah satu penggerak utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen. Airlangga juga menyebut pengembangan sektor digital memiliki ketahanan lebih baik terhadap gejolak geopolitik, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi jalur perdagangan energi dunia.</p>
<p>Transformasi digital, menurut Airlangga, harus berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur energi. Pusat data membutuhkan pasokan listrik yang stabil sehingga pemerintah mempercepat pengembangan bauran energi, termasuk panas bumi di Sumatera dan pembangkit listrik tenaga surya di Batam.</p>
<p>Pemerintah juga menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt dalam beberapa tahun mendatang. Penambahan kapasitas tersebut menjadi bagian dari agenda kerja sama energi antara Indonesia dan Singapura sekaligus untuk memenuhi kebutuhan industri digital yang terus meningkat.</p>
<p>NCC merupakan proyek bersama perusahaan infrastruktur digital asal Singapura BW Digital dan Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak perusahaan PT Telkom Indonesia. Pembangunan sistem tersebut memakan waktu sekitar dua tahun dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada September 2026.</p>
<p>Chief Executive Officer BW Digital Ludovic Hutier mengatakan peresmian kabel itu menjadi penanda selesainya proses pembangunan. “Ini adalah kabel bawah laut pertama yang mendarat langsung di Nongsa Digital Park, tempat pusat-pusat data berada,” ujarnya.</p>
<p>Hutier menjelaskan koneksi langsung antara pusat data di Batam dan Singapura membuat pertukaran data berlangsung lebih cepat dan efisien. Jalur tersebut juga mengurangi ketergantungan pada rute konektivitas lain sehingga meningkatkan keandalan jaringan bagi pelaku industri digital.</p>
<p>Nongsa Digital Park mulai dikembangkan Citramas Group pada Maret 2018 dengan dukungan pemerintah Indonesia dan Singapura. Kawasan itu dibangun sebagai jembatan digital kedua negara untuk menarik investasi teknologi dan memperkuat kolaborasi ekonomi digital.</p>
<p>Saat ini Nongsa Digital Park menampung sembilan pusat data. Sedikitnya tiga fasilitas telah selesai dibangun dan memasuki tahap awal operasional berdasarkan data Badan Pengusahaan Batam.</p>
<p>Perkembangan tersebut memperkuat tren transformasi ekonomi Batam. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kontribusi sektor informasi dan komunikasi terhadap produk domestik regional bruto Batam meningkat dari 2,4 persen pada 2010 menjadi 4,1 persen pada 2024.</p>
<p>Sejumlah pengamat menilai pertumbuhan itu didorong ekspansi pusat data, industri animasi, dan berbagai layanan digital yang terkonsentrasi di Nongsa Digital Park. Namun, mereka juga mengingatkan tantangan berupa keterbatasan tenaga kerja digital yang terampil serta meningkatnya tekanan terhadap lingkungan akibat pesatnya pembangunan pusat data.</p>
<p>Kedua tantangan tersebut dinilai perlu diantisipasi agar ambisi Batam menjadi pusat ekonomi digital regional dapat berkembang secara berkelanjutan. Infrastruktur digital yang kuat perlu diimbangi kesiapan sumber daya manusia dan pengelolaan lingkungan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/seperti-apa-pusat-data-ai-firmus-nvidia-di-batam/">Seperti Apa Pusat Data AI Firmus-Nvidia di Batam?</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/mengapa-kabel-laut-nongsa-changi-penting-bagi-batam-dan-singapura/">Mengapa Kabel Laut Nongsa-Changi Penting bagi Batam dan Singapura</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi Cable Resmi Beroperasi</title>
		<link>https://gokepri.com/kabel-bawah-laut-nongsa-changi-cable-resmi-beroperasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 05:37:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Nongsa–Changi Cable]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batam mengoperasikan kabel bawah laut ke Singapura. Konektivitas digital diproyeksikan menarik investasi baru. BATAM (gokepri) <a class="read-more" href="https://gokepri.com/kabel-bawah-laut-nongsa-changi-cable-resmi-beroperasi/" title="Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi Cable Resmi Beroperasi" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kabel-bawah-laut-nongsa-changi-cable-resmi-beroperasi/">Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi Cable Resmi Beroperasi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batam mengoperasikan kabel bawah laut ke Singapura. Konektivitas digital diproyeksikan menarik investasi baru.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Batam memperkuat posisinya sebagai gerbang ekonomi digital Indonesia setelah beroperasinya Nongsa–Changi Cable (NCC), sistem kabel bawah laut yang menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura.</p>
<p>Infrastruktur sepanjang sekitar 50 kilometer itu diproyeksikan mempercepat arus data lintas negara sekaligus memperkuat daya tarik investasi pusat data, komputasi awan, dan kecerdasan buatan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/nongsa-digital-citranet-telin-teken-kerja-sama-konektivitas-internet-kabel-bawah-laut/">NONGSA DIGITAL: Citranet-Telin Teken Kerja Sama Konektivitas Internet Kabel Bawah Laut</a></strong></p>
<p>Kabel bawah laut tersebut menjadi salah satu jalur terpendek di Selat Singapura. Posisi itu memungkinkan latensi atau waktu tunda pengiriman data menjadi lebih rendah sehingga komunikasi digital berlangsung lebih cepat dan efisien.</p>
<p>Peresmian NCC dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Digital Singapura Gang Kim Yong, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini, Chairman Nongsa Digital Park Mike Wiluan, serta sejumlah pemangku kepentingan dari Indonesia dan Singapura. NCC diresmikan pada Senin 20 Juli 2026 di Nongsa.</p>
<p>Airlangga menilai pembangunan NCC bukan sekadar proyek telekomunikasi. Infrastruktur itu menjadi fondasi koridor digital baru yang dipersiapkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam jangka panjang.</p>
<p>Menurut Airlangga, setiap lompatan besar perkembangan ekonomi selalu bertumpu pada kemajuan teknologi. Memasuki era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kebutuhan terhadap jaringan digital berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar menjadi semakin mendesak.</p>
<p>“Di era AI, komunikasi antara manusia dan mesin membutuhkan jaringan digital yang sangat cepat. Salah satu infrastruktur pentingnya adalah koneksi digital antara Changi dan Nongsa,” ujar Airlangga.</p>
<figure id="attachment_135077" aria-describedby="caption-attachment-135077" style="width: 1000px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-135077" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/DF00FCA9-4431-4488-80D9-6A2E0AB66AC9-e1784525738590.jpeg" alt="Peresmian Nongsa–Changi Cable di Batam yang menghubungkan Indonesia dan Singapura sebagai infrastruktur konektivitas digital." width="1000" height="752" /><figcaption id="caption-attachment-135077" class="wp-caption-text">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Digital Singapura Gang Kim Yong dan sejumlah pemangku kepentingan meresmikan pengoperasian Nongsa–Changi Cable di Batam, Senin 20 Juli 2026. Kabel bawah laut tersebut memperkuat konektivitas digital Indonesia–Singapura dan mendukung pertumbuhan industri pusat data serta kecerdasan buatan. GOKEPRI/Andi</figcaption></figure>
<p>Ia menjelaskan, NCC memiliki kapasitas lebih dari 1,6 petabit per detik. Kapasitas tersebut disiapkan untuk melayani kebutuhan pusat data, layanan komputasi awan, AI, hingga berbagai layanan digital lintas negara.</p>
<p>Airlangga juga mengaitkan pembangunan infrastruktur digital dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen. Menurut dia, penguatan konektivitas akan mempercepat masuknya investasi dan mendorong berkembangnya industri digital di Indonesia.</p>
<p>Ia menambahkan, industri pusat data di Batam tumbuh sekitar 22 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Pertumbuhan itu ditopang meningkatnya permintaan layanan digital dan investasi perusahaan teknologi global.</p>
<p>Sebagai contoh, BW Digital tengah membangun pusat data berkapasitas awal 120 megawatt yang dirancang berkembang hingga 450 megawatt. Oracle juga telah memilih Batam sebagai lokasi pengembangan kawasan layanan komputasi awan.</p>
<p>Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan pendaratan NCC mencerminkan kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam memperkuat ekosistem digital kawasan.</p>
<p>“Keberhasilan landing Nongsa–Changi Cable merupakan refleksi komitmen bersama Indonesia dan Singapura untuk menghadirkan ekosistem digital yang lebih terkoneksi, tangguh, dan siap menghadapi perkembangan teknologi,” ujar Dian.</p>
<p>Menurut Dian, kabel bawah laut tersebut meningkatkan kapasitas konektivitas internasional Indonesia sekaligus mempercepat pertukaran data lintas negara. Kondisi itu dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pusat data berskala besar, AI, dan layanan digital global.</p>
<p>Chairman Nongsa Digital Park Mike Wiluan mengatakan pembangunan NCC menjadi bagian dari strategi menjadikan Nongsa sebagai kawasan digital terpadu. Kawasan itu mengintegrasikan pusat data, layanan komputasi awan, perusahaan teknologi, hingga pengembangan talenta digital.</p>
<p>“Ini bukan hanya tentang kabel yang datang ke pantai. Ini adalah koneksi antara Indonesia dan Singapura, antara infrastruktur dan berbagai peluang untuk mewujudkan masa depan digital,” ujar Mike.</p>
<p>Ia meyakini konektivitas internasional yang semakin baik akan meningkatkan daya saing Batam. Dampaknya tidak hanya berupa masuknya investasi baru, tetapi juga tumbuhnya perusahaan teknologi, startup digital, serta lapangan kerja dengan nilai tambah lebih tinggi.</p>
<p>Ke depan, Nongsa Digital Park juga mengembangkan Digital Campus untuk memperkuat keterhubungan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri digital sehingga menghasilkan talenta yang siap bersaing di pasar global.</p>
<p>Menteri Digital Singapura Gang Kim Yong menilai pengoperasian NCC menjadi tonggak baru kerja sama ekonomi digital Indonesia dan Singapura. Proyek tersebut, menurut dia, sejalan dengan komitmen kedua negara untuk memperkuat Batam, Bintan, dan Karimun sebagai pusat ekonomi digital regional.</p>
<p>Gang mengatakan dunia bergerak menuju ekonomi berbasis data. Karena itu, konektivitas digital berkecepatan tinggi menjadi infrastruktur strategis yang menentukan daya saing kawasan.</p>
<p>“Dalam kondisi global yang semakin tidak menentu, semakin penting bagi Singapura dan Indonesia untuk memperkuat kemitraan, memfasilitasi investasi, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.</p>
<p>Menurut Gang, Singapura memiliki keunggulan pada konektivitas global dan iklim investasi. Indonesia, di sisi lain, memiliki potensi talenta digital, lahan, dan peluang pengembangan energi terbarukan. Kombinasi keduanya dinilai mampu memperkuat posisi Batam sebagai pusat layanan digital yang melayani pasar ASEAN hingga pasar global.</p>
<p>NCC dibangun menggunakan 24 fiber pairs yang memungkinkan pengiriman data dalam kapasitas sangat besar. Proyek tersebut melibatkan TELIN, BW Digital, Citramas, BP Batam, pemerintah Indonesia, pemerintah Singapura, serta sejumlah mitra strategis.</p>
<p>Kehadiran kabel bawah laut itu memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur digital kini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi kawasan. Bagi Batam, NCC bukan hanya menambah jalur konektivitas internasional, tetapi juga memperkuat perannya sebagai simpul investasi ekonomi digital Indonesia di Asia Tenggara.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/airlangga-investor-minati-pusat-data-13-gw-di-indonesia/">Airlangga: Investor Minati Pusat Data 1,3 GW di Indonesia</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kabel-bawah-laut-nongsa-changi-cable-resmi-beroperasi/">Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi Cable Resmi Beroperasi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Saja Proyek Strategis Korporasi Singapura di Indonesia?</title>
		<link>https://gokepri.com/apa-saja-proyek-strategis-korporasi-singapura-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 04:11:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Sembcorp]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135028</guid>

					<description><![CDATA[<p>Korporasi Singapura memperluas investasi di Indonesia. Bergeser ke sektor digital dan teknologi. BATAM (gokepri) &#8211; <a class="read-more" href="https://gokepri.com/apa-saja-proyek-strategis-korporasi-singapura-di-indonesia/" title="Apa Saja Proyek Strategis Korporasi Singapura di Indonesia?" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/apa-saja-proyek-strategis-korporasi-singapura-di-indonesia/">Apa Saja Proyek Strategis Korporasi Singapura di Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Korporasi Singapura memperluas investasi di Indonesia. Bergeser ke sektor digital dan teknologi.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> &#8211; Korporasi Singapura memperluas jejak investasinya di Indonesia melalui rangkaian proyek yang membentang dari Batam, Bintan, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara hingga Jakarta.</p>
<p>Investasi tersebut tidak lagi didominasi pembangunan kawasan industri manufaktur, tetapi mulai bergeser ke pusat data, kecerdasan artifisial (AI), energi bersih, logistik, teknologi kesehatan, dan ekonomi digital.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/kerja-sama-sembcorp-panbil-pintu-masuk-baru-investasi-industri-di-batam/">Kerja Sama Sembcorp-Panbil, Pintu Masuk Baru Investasi Industri di Batam</a></strong></p>
<p>Arah baru itu mengemuka dalam Pertemuan Tingkat Menteri Six Bilateral Economic Working Groups (6WG) Indonesia-Singapura ke-16 di Jakarta, 9 Juni 2026. Pertemuan dipimpin Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura Gan Kim Yong bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.</p>
<p>Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia, kedua negara menilai kolaborasi ekonomi tidak lagi cukup bertumpu pada perdagangan dan investasi konvensional. Hubungan bilateral mulai bergeser menuju sektor yang diperkirakan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi beberapa dekade mendatang, yakni ekonomi digital, ekonomi hijau, infrastruktur industri, serta teknologi pertanian.</p>
<p>Forum 6WG sendiri merupakan wadah utama kerja sama ekonomi kedua negara. Enam kelompok kerja yang dibahas meliputi kawasan Batam, Bintan, dan Karimun serta kawasan ekonomi khusus lainnya, investasi, ketenagakerjaan, transportasi, agribisnis, dan pariwisata.</p>
<p>Dokumen hasil pertemuan menunjukkan kawasan BBK memperoleh perhatian paling besar. Kawasan yang sejak awal berkembang sebagai basis industri manufaktur kini diproyeksikan menjadi simpul baru ekonomi digital di Asia Tenggara.</p>
<p>Perubahan arah itu tercermin dari gelombang investasi yang masuk. Pemerintah Singapura menyebut pengembangan kawasan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan pabrik atau manufaktur, tetapi juga pusat data berskala besar, infrastruktur AI, kawasan industri rendah karbon, dan konektivitas digital lintas negara.</p>
<p>Indonesia dan Singapura juga sepakat menyusun kajian bersama mengenai pengembangan sektor teknologi di kawasan BBK. Kajian tersebut akan memetakan peluang investasi baru sekaligus menyusun rekomendasi agar kawasan itu mampu berkembang sebagai ekosistem teknologi regional.</p>
<p>Gan Kim Yong menyebut Singapura dan Indonesia memiliki hubungan ekonomi yang telah terjalin selama puluhan tahun. Kedua negara terus memperkuat ketahanan rantai pasok dan membuka peluang baru di bidang ekonomi digital, ekonomi hijau, infrastruktur industri, serta teknologi pertanian.</p>
<p>&#8220;Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun menunjukkan momentum pertumbuhan melalui berbagai investasi baru dan kajian sektor teknologi yang segera dimulai,” ujar Gan Kim Yong dalam keterangan resminya yang diterima gokepri.</p>
<p>Gan menilai kawasan Batam, Bintan, dan Karimun mulai menunjukkan momentum pertumbuhan melalui berbagai investasi baru. Menurut dia, kedua negara juga akan memulai kajian bersama mengenai sektor teknologi di kawasan tersebut sebagai dasar pengembangan investasi berikutnya menjelang 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027.</p>
<p><strong>Dari Manufaktur Menuju Infrastruktur Digital</strong></p>
<p>Perubahan wajah Batam sebenarnya mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai basis industri elektronik, galangan kapal, dan manufaktur kini mulai menarik investasi yang bertumpu pada kebutuhan komputasi digital.</p>
<p>Perubahan itu dipicu meningkatnya permintaan terhadap layanan komputasi awan, kecerdasan artifisial atau AI, dan penyimpanan data di kawasan Asia Tenggara. Kedekatan Batam dengan Singapura membuat kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital regional.</p>
<p>Salah satu investasi yang menjadi perhatian ialah perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa. Kawasan ini berkembang menjadi lokasi berbagai pusat data yang melayani perusahaan teknologi internasional.</p>
<p>Selain itu, perusahaan DayOne bersama PT Equator Gate System menambah komitmen pembangunan pusat data baru di Batam. Di Bintan, DCI Indonesia juga memperluas investasinya.</p>
<p>Rangkaian proyek tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pusat data di BBK tidak lagi berdiri sendiri. Seluruh proyek diarahkan membentuk jaringan infrastruktur digital yang saling terhubung.</p>
<p>Pemerintah Singapura menilai pengembangan itu akan memperkuat posisi BBK sebagai simpul pertumbuhan ekonomi digital sekaligus mendukung ketahanan rantai pasok digital di kawasan.</p>
<p>Investasi digital tidak berhenti pada pembangunan gedung pusat data. Singtel melalui Nxera bersama PT Telkom tengah mengembangkan NeutraDC Nxera Batam, pusat data berkapasitas 54 megawatt yang dirancang mendukung komputasi AI dan layanan komputasi awan berskala besar.</p>
<p>Fasilitas tersebut dibangun agar mampu menangani beban komputasi berkepadatan tinggi yang dibutuhkan aplikasi AI generatif dan layanan digital masa depan.</p>
<p>Tahap pertama proyek berkapasitas 18 megawatt ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026. Nilai investasinya mencapai lebih dari Rp 1,4 triliun dan hingga kini telah menyerap sekitar 750 tenaga kerja di Batam.</p>
<p>Investasi tersebut tidak hanya memperbesar kapasitas pusat data Indonesia. Kehadiran NeutraDC juga diproyeksikan memperkuat konektivitas digital antara Indonesia dan Singapura sehingga lalu lintas data regional dapat berlangsung lebih efisien.</p>
<p>Ekosistem digital itu juga diperkuat oleh langkah ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC). Perusahaan tersebut mengembangkan kampus pusat data di Cikarang yang ditargetkan memiliki kapasitas lebih dari 360 megawatt pada 2029 untuk memenuhi lonjakan permintaan layanan AI dan komputasi awan.</p>
<p>Menurut STT GDC, pembangunan infrastruktur digital harus diikuti pengembangan sumber daya manusia. Karena itu perusahaan menjalin kerja sama dengan ATMI Cikarang, Politeknik Bandung, dan lembaga pelatihan EPI untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang pusat data.</p>
<p>Perusahaan itu juga bekerja sama dengan Asosiasi Pusat Data Indonesia (IDPRO) untuk memperkuat industri pusat data nasional.</p>
<p>Yang tidak kalah penting, STT GDC menggandeng Komite Nasional Kecerdasan Artifisial (KORIKA) untuk menyiapkan AI Innovation Centre. Pusat inovasi tersebut dirancang memberi akses kepada perusahaan rintisan Indonesia terhadap infrastruktur komputasi yang dibutuhkan untuk riset, pengembangan, dan pengujian teknologi AI.</p>
<p>Jika terealisasi, pusat inovasi itu dapat menjadi salah satu fondasi pengembangan ekosistem AI. Selama ini, akses terhadap komputasi berkapasitas tinggi masih menjadi tantangan bagi banyak perusahaan rintisan dan lembaga riset di Indonesia.</p>
<figure id="attachment_135032" aria-describedby="caption-attachment-135032" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-135032" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/9CD1CDD6-0FFB-457F-AB45-DBC19AE9102F.jpeg" alt="Proyek singapura di indonesia" width="1080" height="1350" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/9CD1CDD6-0FFB-457F-AB45-DBC19AE9102F.jpeg 1080w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/9CD1CDD6-0FFB-457F-AB45-DBC19AE9102F-768x960.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-135032" class="wp-caption-text">Grafis: GOKEPRI/Candra Gunawan</figcaption></figure>
<p><strong>Industri Hijau dan Transformasi Batam</strong></p>
<p>Transformasi Batam tidak berhenti pada pengembangan ekonomi digital. Kawasan ini juga diarahkan menjadi pusat industri rendah karbon yang menopang kebutuhan manufaktur bernilai tambah.</p>
<p>Salah satu proyek yang disiapkan ialah Tembesi Innovation District (TID). Kawasan industri seluas 100 hektar itu dikembangkan bersama oleh Sembcorp dan Panbil Group sebagai kawasan industri rendah karbon di Batam.</p>
<p>Berbeda dengan kawasan industri konvensional, TID dirancang untuk menarik perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan. Kawasan tersebut juga dilengkapi utilitas yang dapat diperluas sesuai kebutuhan industri serta konektivitas digital yang netral terhadap operator telekomunikasi.</p>
<p>Saat seluruh kawasan beroperasi, proyek itu diperkirakan mampu menciptakan sekitar 20.000 lapangan kerja. Kehadiran kawasan tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Batam sebagai tujuan investasi manufaktur berteknologi tinggi.</p>
<p>Sembcorp juga menjajaki pengembangan kawasan industri seluas 500 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Sauh, Batam. Kawasan itu diproyeksikan menjadi pusat industri menengah hingga berat yang memperkuat daya saing Batam dan Bintan sebagai pusat manufaktur sekaligus logistik regional.</p>
<p>Rencana tersebut menunjukkan investasi yang masuk tidak lagi berdiri sendiri. Infrastruktur digital, kawasan industri, dan layanan logistik mulai dirancang sebagai satu ekosistem yang saling menopang.</p>
<p><strong>Tidak Hanya Mengarah ke Batam</strong></p>
<p>Di luar Kepulauan Riau, Singapura juga memperluas investasi industrinya melalui Kendal Industrial Park di Jawa Tengah. Kawasan industri hasil kerja sama Sembcorp dan Jababeka itu akan memasuki usia 10 tahun pada November 2026.</p>
<p>Sejak beroperasi, Kendal Industrial Park telah menarik 139 tenant dengan nilai investasi sekitar 11 miliar dollar AS. Kawasan tersebut juga menciptakan hampir 77.000 lapangan kerja dan membukukan nilai ekspor sekitar 820 juta dollar AS.</p>
<p>Seluruh lahan tahap pertama kini telah terisi. Untuk memenuhi permintaan investor, pengelola memperluas kawasan seluas 1.000 hektar pada pengembangan tahap kedua.</p>
<p>Data tersebut menunjukkan hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura tidak hanya bertumpu pada perdagangan, tetapi juga pembangunan kawasan industri dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>Energi Bersih</strong></p>
<p>Perubahan arah kerja sama juga tampak pada sektor energi. Jika sebelumnya investasi lebih banyak mengalir ke manufaktur, kini proyek energi rendah emisi mulai memperoleh porsi yang lebih besar.</p>
<p>Sembcorp bersama PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) dan Indonesia Investment Authority membangun salah satu pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia di Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah.</p>
<p>Nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar 210 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,5 triliun. Pembangkit itu memiliki kapasitas 200 megawatt yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 80 megawatt jam.</p>
<p>Listrik yang dihasilkan akan memasok kebutuhan kawasan industri Morowali yang selama ini dikenal sebagai pusat pengolahan nikel. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.</p>
<p>Selain memasok energi bersih, kerja sama itu juga mencakup alih pengetahuan, peningkatan kapasitas tenaga kerja, dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.</p>
<p><strong>Mengurangi Ketergantungan Impor Energi</strong></p>
<p>Kerja sama ekonomi hijau juga berkembang melalui proyek bio-metanol pertama di Indonesia. Perusahaan teknologi CRecTech bersama Pertamina New &amp; Renewable Energy menandatangani nota kesepahaman untuk membangun fasilitas percontohan bio-metanol di Sei Mangkei, Sumatera Utara.</p>
<p>Proyek tersebut memanfaatkan biogas dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent menjadi bio-metanol, yaitu bahan bakar rendah emisi yang dapat dimanfaatkan sektor pelayaran, energi, dan industri.</p>
<p>Selain mendukung target dekarbonisasi, proyek itu diharapkan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor metanol. Jika uji coba berhasil, model serupa akan dievaluasi untuk diterapkan di berbagai wilayah Sumatera dan Kalimantan yang memiliki industri kelapa sawit.</p>
<p>Penguatan hubungan ekonomi kedua negara juga berlangsung di sektor logistik. PSA International bersama Pelindo terus mengembangkan New Priok Container Terminal One di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Terminal berkapasitas 1,5 juta TEUs per tahun itu menjadi terminal pertama di Tanjung Priok yang mengoperasikan kendaraan penarik peti kemas bertenaga listrik.</p>
<p>Sejak beroperasi, terminal tersebut menciptakan lebih dari 500 pekerjaan langsung. Dampaknya juga meluas ke sektor angkutan barang, pergudangan, jasa kepabeanan, hingga logistik.</p>
<p>PSA juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia. Sejak 2016, lebih dari 400 tenaga kerja Indonesia mengikuti pelatihan, termasuk program peningkatan kompetensi di kantor pusat PSA di Singapura.</p>
<p>Kerja sama kedua negara turut memasuki sektor kesehatan digital. Perusahaan teknologi kesehatan Neurowyzr menandatangani nota kesepahaman dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono untuk mengembangkan riset kesehatan otak, fungsi kognitif, serta penanganan stroke berbasis teknologi digital.</p>
<p>Neurowyzr juga bekerja sama dengan Prodia untuk mengintegrasikan layanan pemeriksaan fungsi otak digital ke jaringan laboratorium klinik tersebut.</p>
<p>Dengan lebih dari 300 cabang dan melayani sekitar lima hingga delapan juta pasien setiap tahun, Prodia dinilai dapat memperluas akses deteksi dini gangguan fungsi kognitif di Indonesia.</p>
<p>Kolaborasi ekonomi juga menyentuh program prioritas pemerintah. Grab memperluas dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis melalui penerapan Smart Kitchen AI dan teknologi Internet of Things untuk meningkatkan keamanan pangan, ketertelusuran distribusi makanan, serta standar higienitas dapur mitra usaha mikro, kecil, dan menengah.</p>
<p>Sejak 2024, Grab menyatakan telah mengalokasikan lebih dari satu juta dollar AS dan menyalurkan lebih dari 675.000 porsi makanan kepada sekitar 4.500 siswa dan guru di 33 sekolah yang tersebar di 11 kota.</p>
<p>Perusahaan tersebut juga menyiapkan pelatihan keamanan pangan, penggunaan aplikasi digital, serta edukasi gizi bagi mitra usaha. Program itu akan diperluas dengan menjangkau 500 hingga 700 penerima manfaat tambahan di Kudus, Jawa Tengah.</p>
<p>Bagi Indonesia, rangkaian proyek yang diumumkan dalam forum 6WG menunjukkan perubahan karakter investasi Singapura. Jika sebelumnya kerja sama lebih banyak bertumpu pada industri manufaktur padat karya, kini investasi mulai mengarah ke sektor yang mengandalkan teknologi, energi bersih, inovasi, dan sumber daya manusia berkeahlian tinggi.</p>
<p>Batam menjadi salah satu simpul utama perubahan tersebut. Kawasan ini tidak lagi diposisikan semata sebagai lokasi industri yang memanfaatkan kedekatan geografis dengan Singapura, melainkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital regional yang menghubungkan pusat data, kecerdasan artifisial, industri rendah karbon, logistik modern, dan layanan digital lintas negara.</p>
<p>Di sisi lain, keberhasilan strategi tersebut bergantung pada kesiapan Indonesia menyediakan pasokan listrik yang andal, air baku, jaringan telekomunikasi, kepastian regulasi, serta tenaga kerja yang mampu memenuhi kebutuhan industri digital. Tanpa prasyarat tersebut, investasi yang telah diumumkan berpotensi tidak berkembang secara optimal.</p>
<p>Bagi kedua negara, arah baru kerja sama ini juga menjadi pijakan menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027. Di tengah meningkatnya persaingan ekonomi global, investasi yang berbasis inovasi dipandang sebagai fondasi bagi hubungan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/sembcorp-akhiri-perjanjian-pengembangan-plts-di-batam-bintan-karimun/">Sembcorp Akhiri Perjanjian Pengembangan PLTS di Batam-Bintan-Karimun</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/apa-saja-proyek-strategis-korporasi-singapura-di-indonesia/">Apa Saja Proyek Strategis Korporasi Singapura di Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 25/51 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-07-27 14:37:22 by W3 Total Cache
-->