BINTAN (gokepri.com) – Eiffage Genie Civil Marine, perusahaan kontruksi asal Prancis tertarik berinvestasi di Kabupaten Bintan. Perusahaan tersebut ingin membangun pelabuhan darat di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepri.
Directeur Commercial Energies Et Industries Eiffage Genie Civil Marine, Guillaume Roche mengatakan alasan membangun pelabuhan di Bintan karena berbatasan langsung dengan Singapura yang memiliki pelabuhan tersibuk di dunia.
Menurut dia, pelabuhan di Singapura saat ini sudah melebihi kapasitas, antrean kapal di sana bisa mencapai dua hingga tiga hari.
Baca Juga: Port of Rotterdam Tertarik Investasi Pelabuhan di Bintan
Opsi membangun pelabuhan baru sangat diperlukan untuk mengambil peluang bisnis dari sisi padatnya antrean kapal di Singapura.
“Kecamatan Bintan Timur menjadi lokasi yang paling potensial untuk dibangun pelabuhan internasional,” ujarnya, Rabu 10 Mei 2023 saat mendatangi rencana lokasi pembangunan pelabuhan.
Guillaume mengatakan total investasi pelabuhan di Kecamatan Bintan Timur berkisar antara Rp700 miliar sampai Rp1 triliun.
Guillaume Roche didampingi Directeur Pays & Assciee Senior Leny Maryouri, Legislator Wahyu Wahyudin, CEO Takke Group Laurence M Takke, serta jajaran pemerintah daerah Provinsi Kepri saat mendatangi sekaligus mengecek langsung lokasi pembangunan pelabuhan tersebut.
Guillaume mengatakan perusahaannya akan berdiskusi dengan operator internasional terkait desain pelabuhan yang akan dibangun, karena mereka yang lebih tahu.
Operator tersebut masih dalam tahap seleksi, karena operator tersebut yang akan menjadi partner Eiffage dalam hal pengelolaan pelabuhan di Kecamatan Bintan Timur.
“Kami (Eiffage) akan melakukan pekerjaan fisik, setelah desain pelabuhan itu disetujui operator,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah setempat mendukung rencana investasi di Kabupaten Bintan ini, sehingga dapat mempermudah sekaligus mempercepat proses perizinan pembangunan pelabuhan di Kecamatan Bintan Timur.
Ia menegaskan Eiffage yang membawa investasi berstandar Eropa ke Pulau Bintan itu sangat menghormati isu sosial, budaya, dan lingkungan.
Ia pun memastikan keberadaan pelabuhan tersebut akan memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah, termasuk dari segi pemberdayaan kearifan lokal.
“Mudah-mudahan tak ada gangguan seperti konflik sosial atau kerusakan lingkungan yang dapat menghambat investasi kami di sini,” kata dia.
Sejauh ini Eiffage sudah membangun sekitar 400 pelabuhan kelas dunia mulai dari Amerika Latin, Australia, Eropa, hingga Afrika.
Anggota DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, mengatakan, pelabuhan darat tersebut rencananya akan dibangun di atas lahan kosong seluas 37 hektare milik PT Take Gunung Kijang selaku mitra yang berada tepat di pinggir lautan.
“Biasanya pelabuhan dibangun di atas laut, tapi kali ini di daratan. Jadi, lahannya akan digali menjadi kolam, lalu di atasnya dibangun pelabuhan,” kata Wahyudin.
Menurutnya pelabuhan tersebut akan menjadi pelabuhan hub internasional, untuk kapal-kapal kontainer besar dari berbagai negara di dunia ke depan akan melakukan transit di sana.
Ia optimistis keberadaan pelabuhan itu bisa memacu pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri, karena banyak turunan bisnis yang bisa digarap dari sektor kepelabuhanan tersebut.
“Salah satunya labuh jangkar, karena kapal-kapal luar negeri akan berlabuh di perairan sekitar,” ucap Wahyudin.
Dia menyatakan siap membantu proses pengurusan izin investasi pelabuhan di Kecamatan Bintan Timur tersebut, supaya lebih dipermudah dan dipercepat oleh pemerintah baik tingkat provinsi maupun pusat.
“Dalam setahun ini fokus selesaikan perizinan dulu, baru dilanjutkan konstruksi pelabuhan, kemungkinan tahun 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









