Bentrok TNI vs Polri, DPR Berharap Tak Terulang

Jakarta (gokepri.com) – Anggota Komisi Pertahanan atau Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat TB Hasanuddin menyesalkan terjadinya bentrokan antara anggota Kepolisian Resor Mamberamo Raya dan Satgas Yonif 755 TNI di Distrik Kasonaweja, Mamberamo Raya, Papua. Hasanuddin menilai peristiwa itu sebenarnya tak perlu terjadi jika semua pihak menahan diri.

Ia berharap para komandan dua satuan itu lebih mendekatkan diri dengan anak buah masing-masing. Purnawirawan TNI ini berujar, pengawasan langsung dari para perwira lapangan amatlah menentukan.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini juga mengimbau agar insiden itu segera diredam. Ia mewanti-wanti jangan sampai peristiwa itu meluas dan memicu aksi saling membela korps. “Selesaikan dengan segera, jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” ujarnya, Senin (13/4/2020).

Sedikitnya tiga personel Polri tewas dan dua lainnya terluka dalam pertikaian dengan anggota TNI di Papua. Pertikaian berujung maut ini dipicu kesalahpahaman sejumlah personel Polres Memberano Raya (Membra) dengan Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan para anggota Polri yang menjadi korban bentrokan dengan anggota TNI di Membra telah dievakuasi ke Jayapura.

“Kelima korban termasuk tiga yang tewas dievakuasi dengan pesawat berbeda,” katanya.

Dijelaskan Kamal, Tiga jenazah dievakuasi dengan menggunakan helikopter milik TNI-AD, sedangkan yang luka diangkut menggunakan pesawat milik Semuwa Air.

“Dua lainnya yang juga mengalami luka tembak kondisinya stabil,” terangnya.

Kedua anggota yang luka tembak langsung dilarikan ke RS Bhayangkara. (wan)

BAGIKAN