Bencana Banjir Melanda Kepulauan Riau

Banjir Kepulauan Riau
Air laut menggenangi Akau Potong Lembu, salah satu kawasan kuliner terbuka di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.ANTARA/Nikolas Panama

TANJUNGPINANG (gokepri) – Bencana banjir terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Banjir rob merendam rumah-rumah di Tanjungpinang dan Batam, di Natuna rumah rusak karena angin kencang.

Ratusan rumah di Kawasan Kota Lama Tanjungpinang, yang berdekatan dengan laut terendam banjir rob saat air permukaan laut naik tinggi. Seuti, salah seorang warga, di kawasan Kota Lama, Rabu, mengatakan, air laut mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 03.00 WIB sampai tadi sore. “Kondisi seperti ini sudah lama sekali tidak terjadi,” ujarnya.

Kota Lama merupakan kawasan pesisir di Pelantar 1, Pelantar II, Pelantar III, Jalan Pasar Ikan, Jalan Gambir, Jalan Pos, Jalan Tambak, dan Pelantar Datuk. Kawasan ini merupakan salah satu pusat perekonomian masyarakat, selain dijadikan sebagai tempat tinggal.

HBRL

Leni, salah seorang warga mengatakan air laut masuk ke rumah pelantar miliknya. Air itu masuk dari sela-sela lantai rumah. “Air naik sampai ke tangga menuju tangga menuju lantai dua,” katanya.

Selain di Kota Lama, air laut juga menggenangi Akau Potong Lembu, salah satu pusat kuliner. Di kawasan itu, terdapat ratusan ruko dan rumah. Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi Akau Potong Lembu, dan masuk dalam puluhan rumah. “Sekarang air laut sudah mulai surut,” kata Tiauti, warga sekitar Akau Potong Lembu.

Banjir rob juga terjadi di kawasan pesisir lainnya di Tanjungpinang, seperti Suka Berenang, Jalan Pramuka, dan kawasan pesisir dekat Perairan Pulau Dompak.

Air setinggi lutur orang dewasa menggenangi jalan di kawasan Suka Berenang. “Kami dari tadi siang membuang air laut yang masuk ke dalam rumah,” tutur Budi, warga Suka Berenang.

Pemukiman warga di pesisir Kota Batam terdampak banjir rob dikarenakan air laut naik ke permukaan kemudian ditambah curah hujan tinggi merendam sejumlah jalan di kelurahan tersebut.

Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Batu Besar, Batam, Ahmad mengatakan banjir tersebut mencapai setinggi paha orang dewasa dan menyebabkan ruas jalan di pemukiman warga tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.

“Kendaraan tidak bisa melewati banjir karena sudah terlalu tinggi. Kalau ada yang mau lewat pun saya arahkan ke jalan lain yang terlalu tinggi. Tapi kalau di sini sudah cukup tinggi,” kata Ahmad saat dihubungi di Batam, Rabu.

Ia menjelaskan pihaknya bersama kelurahan setempat telah melakukan pemantauan ke rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi tetap aman.

“Tadi saya bersama pak Lurah sudah berkeliling ke rumah warga, memang ada rumah warga yang banjir sudah cukup tinggi, ada juga yang masih aman. Itu tergantung tinggi rendahnya tanah rumah mereka,” ujar dia.

Ia memperkirakan terdapat sekitar 10 rumah warga yang terdampak banjir rob dengan cukup tinggi. Namun, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi ke rumah tetangga ataupun ke masjid setempat.

“Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi, tapi aktivitas warga memang sangat terganggu, mau masak atau mencuci baju pun jadi terkendala,” kata Ahmad.

Selain menimpa warga RT 03, banjir juga merendam sejumlah pemukiman warga lainnya yaitu di kawasan Citra Mas dan Kampung Jabi.

Sementara itu, warga RT 03 RW 01 Kelurahan Batu Besar, Dedi, mengatakan hingga saat ini banjir yang melanda rumahnya tersebut belum surut karena air laut masih pasang dan hujan belum mereda.

“Tidak bisa dipastikan surutnya kapan, tergantung musim. Tapi hari ini sepertinya surutnya agak lama karena angin cukup kencang,” kata Dedi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepri Muhammad Hasbi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai banjir rob, yang potensial terjadi saat air permukaan laut pasang. “Sore ini mulai surut, tetapi kemungkinan besok subuh kembali naik,” ucapnya. Ia minta masyarakat memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang aman. “Matikan arus listrik jika diperlukan,” katanya.

Angin Kencang di Natuna

Dua rumah warga Midai dan Pulau Laut, Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, rusak diakibatkan oleh angin kencang dan tertimpa pohon tumbang. “Ada satu buah rumah roboh tadi pagi sekitar jam 10, dampaknya rusak berat,” kata Camat Midai, Edra di Natuna, Rabu.

Ia mengatakan, selain karena angin kencang, kondisi rumah warga tersebut juga diketahui sudah dalam kondisi lapuk. “Bangunan sudah lapuk, ditambah angin kencang, tidak ada korban,” katanya.

Ia juga mengatakan, pemerintah kecamatan saat ini masih melakukan koordinasi kepada pihak kelurahan setempat sebelum mengambil langkah untuk membantu korban. “Rumah milik Jono warga Sabang Barat, sementara mengungsi ke rumah saudaranya,” kata camat.

Ia juga mengatakan sejak pagi cuaca ekstrem terjadi di Pulau Midai tidak hanya mengakibatkan robohnya rumah warga namun juga banyaknya pohon tumbang. “Karena di Midai cuaca hujan lebat dan angin kencang, banyak pohon kelapa yang tumbang,” ujarnya.

Karena itu, Ia mengimbau warga untuk selalu waspada selama cuaca ekstrem masih berlangsung, baik warga yang tinggal di daratan maupun di wilayah pesisir pantai.

Selain itu, diketahui pula pada hari yang sama sebuah rumah warga kampung Air Bunga, Kecamatan Pulau Laut juga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon kelapa.

Sementara, BMKG melalui surat imbauan kepada warga Natuna untuk selalu waspada karena cuaca ekstrim Tiga hari ke depan.

Dalam surat tersebut dinyatakan adanya siklonik di wilayah Kalimantan bagian barat serta penjalaran massa udara dingin dari wilayah Asia mendukung pertumbuhan awan konvektif di sekitar wilayah Kepulauan Natuna.

Kondisi tersebut mendukung peluang pembentukan awan hujan di Kepulauan Natuna khususnya pada tanggal 26 sampai dengan 28 Januari 2023.

Kondisi itu pula menyebabkan kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Natuna.

Selain itu, BMKG juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Natuna untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrim yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti genangan air di seluruh wilayah Natuna, tanah longsor di wilayah seperti Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Selatan dan Bunguran Timur Laut serta angin kencang di seluruh wilayah Natuna.

Selain itu, berdasarkan prakiraan model maritim Ina-waves BMKG, terdapat tinggi gelombang dalam kategori sedang hingga sangat tinggi yang berpotensi terjadi pada tanggal 26 hingga 28 Januari 2023 di Laut Natuna Utara yang berkisar antara 3.0-6.0 Meter dan tinggi gelombang yaitu berkisar antara 1.0-3.0 Meter, serta Perairan Subi-Serasan, Perairan Bunguran-Midai, Perairan Bunguran-Pulau Laut dan Perairan Natuna-Anambas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Batam Banjir

Sumber: Antara

Pos terkait