Bawaslu Temukan Masalah Coklit di Batam karena Relokasi Warga

warga batam tak bisa memilih
Ketua Bawaslu Provinsi Kepri, Said Abdullah Dahlawi. Foto: Gokepri/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepri menemukan masalah pada tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih di Batam akibat relokasi warga dari lokasi yang sudah tergusur proyek pembangunan. KPU diminta memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilih.

Hal ini diungkap oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kepri, Said Abdullah Dahlawi, pada acara rapat koordinasi (rakor) persiapan daftar pemilih yang digelar di Aston Hotel, Selasa 21 Maret 2023. Ia menjelaskan saat pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan panitia pemutakhiran daftar pemilih (pantarlih) oleh KPU Kepri sejak 12 Februari 2023 lalu menyisakan sejumlah masalah sehingga tak akuratnya data daftar pemilih dan alokasi TPS. Penyebabnya adalah adanya relokasi warga karena lokasi mereka tergusur proyek pembangunan. “Dampaknya adalah mereka yang ber-KTP awal. Ada penggusuran pasti ada relokasi. Di Batam ini banyak sekali penggusuran dan berjalan terus,” ujar Said.

Hanya saja Bawaslu tidak dapat menjelaskan jumlah titik penggusuran di Batam. Tapi, yang pasti Bawaslu sudah mengidentifikasi daerah yang sudah mengalami atau belum mengalami penggusuran agar hak memilih masyarakat tak hilang.

HBRL

Langkah antisipasi pun sudah disiapkan jika penggusuran di Batam tetap dilakukan. Salah satunya dengan melakukan pendataan usai direlokasi atau tetap menyediakan TPS di tempat pemukiman yang sudah digusur.

Meski begitu, ia berharap agar tidak ada lagi penggusuran sampai pemilihan selesai. “Kekhawatiran kita sebenarnya tidak ada, cuma sebagai langkah antisipasi. Tujuannya agar warga tak kehilangan hak pilihnya,” kata dia.

Selain Batam, ada Natuna yang juga warganya berpotensi kehilangan hak pilih. Salah satunya di Serasan, Natuna, yang telah terjadi musibah longsor di lokasi itu. Banyak masyarakat di Serasan yang sudah mengungsi sehingga menyulitkan untuk didata. “Kalau di Natuna itu ada 2,000 masyarakat yang terancam kehilangan hak pilihnya. Tapi kami sudah siapkan langkah antisipasi,” kata dia.

Baca Juga: Bawaslu Kepri Tingkatkan Pengawasan Pemilu Melalui Investigasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait