BATAM (gokepri) – Polresta Barelang bersama lima pilar keselamatan lalu lintas meluncurkan Kurikulum dan Buku Pendidikan Lalu Lintas bagi pelajar di Kota Batam, Rabu (17/12/2025), di Ballroom Hotel Harris Batam Center. Program ini digagas karena tingginya angka kecelakaan yang menimpa pelajar, kelompok korban terbanyak dalam kecelakaan lalu lintas kota ini.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menyatakan, angka kecelakaan di Batam terus meningkat selama tiga tahun terakhir. “Pada 2023 tercatat 800 kasus, meningkat menjadi 917 kasus pada 2024, dan hingga Desember 2025 mencapai 979 kasus,” kata Afiditya. Meski demikian, jumlah korban meninggal menurun signifikan, dari 96 jiwa pada 2023 menjadi 32 jiwa tahun ini.
Penurunan fatalitas ini, menurut Afiditya, merupakan hasil sinergi antara kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, dan BP Batam. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pemasangan rambu lalu lintas, penanganan titik rawan, hingga pengaturan jalur kendaraan.
Peluncuran kurikulum bertujuan memperkenalkan materi yang sesuai karakteristik Batam, menjadi sarana edukasi yang kreatif dan mudah dipahami, memperkuat kolaborasi antarinstansi, serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas di kalangan pelajar. Sebelumnya, Polresta Barelang menyiapkan silabus, Training of Trainers (ToT) bagi guru PPKn, MoU, serta buku ajar dan panduan guru yang kini telah dicetak dan dibagikan ke 30 sekolah percontohan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif program ini. “Apa yang kita lakukan hari ini adalah proses transformasi nilai bagi anak-anak. Dengan silabus terstruktur, kami berharap keselamatan lalu lintas tertanam sebagai kebiasaan dan membentuk karakter mereka di masa depan,” ujarnya.
Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, menekankan pentingnya menanamkan disiplin sejak usia sekolah. “Ketika saya belajar di Belanda pada 1997, disiplin menjadi budaya karena ditanamkan lewat kurikulum sejak usia dini. Budaya tertib adalah cerminan peradaban,” kata Asep. Ia menambahkan, Batam perlu menyiapkan generasi berkarakter, bukan hanya infrastruktur.
Peluncuran kurikulum diikuti oleh 30 kepala sekolah SD dan SMP, serta 30 siswa SD dan SMP se-Kota Batam. Acara dimeriahkan oleh penampilan Polisi Cilik dari SD Negeri 001 Batu Aji yang melibatkan 15 siswa. Program ini diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya tertib lalu lintas sejak usia dini dan menurunkan risiko kecelakaan di kalangan pelajar.
Baca Juga: Dapur SPPG Polresta Barelang Beroperasi, Dukung Makan Bergizi Gratis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







