Banjir NTT Tewaskan Puluhan Warga

banjir

Flores (gokepri.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 44 orang hingga Minggu (4/4/2021) pukul 15.00 WIB. Selain itu 9 orang luka-luka, 27 orang masih dinyatakan hilang, serta 49 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Banjir bandang itu terjadi di empat kecamatan. Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli menjelaskan, akses transportasi pun terputus sehingga alat berat sulit untuk ke lokasi banjir. Ia mengharapkan perhatian pemerintah pusat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

“Ratusan rumah warga rusak tertimbun longsor dan tersapu banjir. Belum lagi jembatan yang runtuh dan membuat lokasi banjir terisolir. Listrik di lokasi banjir mati,” ujarnya.

HBRL

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan korban jiwa tersebar di tiga desa. BNPB dan sejumlah lembaga negara masih terus memperbarui data dari lapangan.

“Desa Lamanele 38 orang meninggal dunia, Desa Waiburak 3 orang meninggal dunia, Desa Oyang barang 3 orang meninggal dunia. Total 44 orang meninggal dunia,” kata Raditya dalam keterangan tertulisnya.

Raditya menuturkan sejumlah instansi terkait telah rapat terbatas dan mendirikan posko. Sejumlah pejabat tingkat kabupaten dikabarkan akan turun langsung ke lokasi bencana.

“Tim yang terdiri dari bupati, TNI, Polri, Asisten 1, BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan, Dinas Perkebunan dan peternakan, Bagian Humas, Anggota DPRD sedang dalam perjalanan laut,” ujarnya.

BNPB mengatakan banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Flores Timur beberapa jam belakangan. Hingga saat ini, pemerintah setempat masih berupaya melakukan penanganan di lokasi bencana. (wan)

Pos terkait