Bahaya Gula Berlebih bagi Kesehatan Bayi

Asupan Gula
Foto: Pixabay

Batam (gokepri) – Manis memang menggoda, tapi tahukah Anda bahwa rasa manis yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan bayi? dr. Ngabila Salama, praktisi kesehatan masyarakat, mengungkap berbagai dampak buruk konsumsi gula berlebih pada bayi.

“Pada dasarnya, bayi belum memiliki kemampuan untuk mengenali rasa dari makanan dan minuman. Rasa manis dan asin yang berlebihan justru dapat membuat mereka menjadi pemilih dalam makan,” jelas dr. Ngabila.

Kebiasaan memberikan makanan manis, seperti bubur bayi instan, kepada bayi, sayangnya, sering kali dilakukan orang tua. Padahal, bubur instan, meskipun diklaim memiliki kandungan gizi lengkap dan seimbang, jauh berbeda dengan MPASI alami yang dibuat untuk anak usia 6-24 bulan.

Baca Juga:

Proses produksi yang panjang pada bubur instan dikhawatirkan menurunkan kandungan nutrisinya dan menambahkan pengawet atau perasa buatan. Oleh karena itu, dr. Ngabila menegaskan, “Pemberian MPASI alami pada anak usia 6-24 bulan dan sesudahnya tetaplah yang terbaik.”

Jika ingin memberikan rasa manis pada bayi, madu alami dapat menjadi pilihan, namun tidak untuk bayi di bawah satu tahun. Pemberian gula boleh dilakukan pada bayi usia di atas enam bulan setelah lulus ASI eksklusif sebagai bahan MPASI dengan takaran yang sesuai.

Dr. Ngabila mengingatkan orang tua untuk lebih memperhatikan asupan dan kandungan gizi yang diberikan kepada bayinya. Pemberian gula berlebih dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

* Penolakan ASI: Bayi akan menolak ASI yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya, terutama di bawah usia satu tahun.
* Kebiasaan Makan Buruk: Bayi akan menolak makanan sehat alami dan lebih memilih makanan manis atau air berasa.
* Kerusakan Gigi: Gula memicu peningkatan populasi bakteri dalam mulut, sehingga gigi yang tumbuh selanjutnya mengalami kerusakan.
* Hiperaktif: Gula meningkatkan kadar gula darah dan adrenalin, yang dapat menyebabkan hiperaktif pada bayi.
* Kelesuan: Peningkatan produksi hormon insulin akibat gula berlebih dapat menyebabkan kelesuan dan lemas pada bayi.
* Obesitas dan Diabetes: Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan diabetes pada usia dini.

Sebagai Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari, dr. Ngabila mengimbau orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan asupan gula kepada bayi. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan panduan yang tepat.

Pemberian pola makan sehat dan seimbang sejak dini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan di masa depan. Ingat, manis boleh, tapi jangan berlebihan!. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait