Batam (gokepri.com) – Masih hitungan bulan, Ketua DPD Partai Demokrat Kepri Asnah mundur dari jabatan dan kepengurusan.
Pasca mundurnya Asnah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau pun diikuti oleh lebih dari 50 persen pengurus.
Mundurnya Asnah dari Ketua DPD Demokrat ditandai dengan pelepasan atribut partai, mulai dari seragam, spanduk, bendera hingga inventaris partai lainnya, yang dilakukan di rumahnya yang berada di Bengkong Sadai, Batam.
“Lebih dari 50 persen (kader hingga pengurus Demokrat) di Kepri ikut mengundurkan diri,” kata dia, Senin 1 Agustus 2022.
Asnah menegaskan tidak memaksa anggota lainnya untuk mengikuti jejaknya.
Sementara soal pengunduran diri tersebut, dia enggan berpendapat banyak. Hanya saja ada hal yang tidak sesuai dengan kehendaknya.
“Kalau yang tidak kita kehendaki tidak tercapai, mungkin ini (mundur) jalan terbaik,” kata Asnah.
Saat disinggung mengenai pindah partai dirinya menyebut masih membicarakannya di lain hari.
“Politik ini dinamis. Kita lihat saja nanti,” katanya.
Pembina Partai Demokrat Saparudin Muda menyebut keluarnya ketua Demokrat Kerpri Asnah sebagai ketua Partai Demokrat karena banyak alasan.
“Salah satunya kami sudah bekerja ekstra tapi tidak dihargai ya kami keluar. Jika pekerjaan yang tidak sesuai dipaksakan akan kacau,” katanya.
Ia menyebut masalah di internalnya sangat kompleks. Ia juga menyingung soal tidak singkronnya antara DPD Demokrat Kepri dengan DPC Demokrat Batam.
“Kami sudah ditargetkan mendapatkan kursi di DPR RI. Secara geografis itu Kepri merupakan kepulauan dengan penduduk terbanyak di Batam. Nah untuk mendapatkan kursi itu burtuh kerja sama dengan DPC Kota Batam tapi antara DPD dan DPC tidak sinkron sehingga target itu tidak tercapai. Itu salah satunya,” katanya.
Penulis: Engesti









