SAN FRANSISCO (gokepri) – Kurang dari enam bulan setelah peluncuran fitur kecerdasan buatan (AI), Apple menonaktifkan fitur rangkuman dan agregasi notifikasi berita di iPhone. Langkah ini diambil setelah media Inggris, BBC, memprotes kesalahan representasi berita.
Pengumuman penonaktifan ini disampaikan pada 16 Januari melalui pembaruan perangkat lunak untuk pengembang. Fitur yang ditarik ini merupakan bagian dari Apple Intelligence, sistem AI yang diperkenalkan Apple pada iPhone 16.
Pada Desember 2024, BBC menjadi salah satu pihak pertama yang mendesak Apple memperbaiki perangkat lunaknya. BBC mengeluhkan notifikasi berita tentang Luigi Mangione, tersangka pembunuhan Brian Thompson, seorang eksekutif asuransi kesehatan di New York, yang dirangkum keliru. Beberapa iPhone menampilkan ringkasan berita BBC yang menyebutkan “Luigi Mangione menembak dirinya sendiri,” padahal hal itu tidak terjadi.
Selain menonaktifkan fitur rangkuman berita, Apple berencana menambahkan peringatan bagi pengguna yang memilih menerima ringkasan notifikasi dari aplikasi lain. Peringatan tersebut akan menyatakan bahwa fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan mungkin menghasilkan kesalahan.
Masalah ini menambah daftar panjang kendala yang dihadapi produk AI baru. Pada 2024, Google meluncurkan chatbot yang merekomendasikan orang makan batu dan menggunakan lem untuk membuat pizza.
Microsoft menunda peluncuran fitur AI pada komputer karena kerentanan keamanan. Perusahaan rintisan Humane, yang mengumpulkan dana USD 240 juta untuk perangkat Ai Pin, juga dikritik karena sistemnya sering memberikan tanggapan tidak akurat.
Kendala-kendala awal ini memunculkan keraguan tentang potensi jangka pendek teknologi AI. Teknologi ini digadang-gadang mampu menjawab pertanyaan, menciptakan gambar, hingga menulis kode, dan dinilai bisa merevolusi bisnis serta menciptakan nilai ekonomi triliunan dolar.
Namun, sejumlah pihak di Wall Street dan Silicon Valley meragukan apakah AI dapat segera memberikan manfaat yang cukup besar untuk membenarkan biaya pengembangannya yang sangat mahal.
“Ini sulit, masih terlalu dini, dan belum ada proposisi nilai yang jelas bagi konsumen umum,” kata Ben Bajarin, CEO Creative Strategies, firma riset teknologi. “Ini akan memakan waktu dan berjalan perlahan. Belum ada yang tahu apa yang akan menjadi fitur utama yang benar-benar dianggap berharga oleh konsumen.”
Dalam catatan kepada pengembang, Apple menyatakan sedang mengembangkan fitur rangkuman notifikasi untuk aplikasi berita dan hiburan. Fitur tersebut direncanakan kembali hadir dalam pembaruan perangkat lunak mendatang.
Juru bicara BBC menyambut baik keputusan Apple untuk mendengar kekhawatiran mereka dan melakukan perubahan. “Prioritas kami adalah keakuratan berita yang kami sampaikan kepada audiens, karena itu adalah dasar membangun dan mempertahankan kepercayaan,” ujarnya.
Berita tentang perubahan ini sebelumnya dilaporkan oleh situs-situs yang fokus pada Apple, termasuk MacRumors dan 9to5Mac.
Apple menjadi salah satu perusahaan teknologi besar terakhir yang masuk ke persaingan AI. Pada 2024, perusahaan memperkenalkan iPhone dengan sistem AI bernama Apple Intelligence.
Sistem ini diklaim mampu menyortir pesan, memberikan saran penulisan, dan meningkatkan Siri dengan AI generatif. Pengguna dapat mengaktifkan Apple Intelligence melalui menu pengaturan di iPhone.
Namun, fitur tersebut tidak langsung tersedia pada iPhone yang mulai dikirimkan pada September 2024. Dalam beberapa bulan terakhir, Apple secara bertahap meluncurkan beberapa fitur, seperti alat untuk memperbaiki e-mail dan akses ke ChatGPT melalui Siri.
Kemampuan AI ini hanya tersedia pada iPhone 15 dan 16, dan hanya dapat diakses di negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Pada April, Apple berencana menambahkan dukungan bahasa lain, termasuk Mandarin, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol. Apple menargetkan untuk menghadirkan Apple Intelligence di hampir semua perangkat dengan layar pada tahun 2026, termasuk iPhone SE dan iPad entry-level.
Apple menjadikan Apple Intelligence sebagai fokus utama promosi iPhone 16. Namun, ketidaktersediaannya di pasar utama seperti Cina melemahkan permintaan perangkat tersebut.
Pangsa pasar Apple di industri smartphone global turun menjadi 18 persen pada 2024 dari 19 persen pada 2023, menurut Counterpoint Research, firma yang melacak penjualan perangkat.
“Banyak pertanyaan besar tentang upaya awal mengembangkan AI langsung di perangkat,” ujar Bob O’Donnell, analis utama di TECHnalysis Research. “Dalam jangka panjang, pendekatan ini akan menjadi langkah yang tepat, tetapi ini bukan tugas yang mudah.” NYTIMES
Baca Juga:
Pabrik AirTag Apple di Batam Siap Beroperasi Februari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








