Angka PHK Naik 32,1 Persen, Jawa Tengah Tertinggi

PT Victory Chingluh PHK
Ilustrasi - Sejumlah buruh berjalan keluar dari pabrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/6/2020). ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

JAKARTA (gokepri) – Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia melonjak drastis pada paruh pertama 2025. Sebanyak 42.385 orang kehilangan pekerjaan, naik 32,1 persen dibanding tahun lalu.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi menyampaikan, meningkatnya angka PHK pada paruh pertama 2025 ini lantaran terjadi kasus PHK dalam jumlah besar dalam satu perusahaan di awal tahun.

“…sehingga akhirnya menambah jumlah dari yang ter-PHK,” kata Anwar di Kompleks Parlemen, Rabu (23/7/2025).

Merujuk Satu Data Kemnaker, korban PHK tertinggi sepanjang Januari-Juni 2025 terjadi di Jawa Tengah. Secara terperinci, korban PHK di Jawa Tengah mencapai 10.995 orang atau 25 persen dari total angka PHK sepanjang periode tersebut.

Posisi terbanyak kedua ditempati Jawa Barat sebanyak 9.494 orang, diikuti Banten 4.267 orang, DKI Jakarta 2.821 orang, Jawa Timur 2.246 orang, dan Kalimantan Barat 1.869 orang.

Kemudian menurut sektornya, Anwar mengungkap kasus PHK terbanyak terjadi di sektor pengolahan, yakni 22.671 orang, diikuti perdagangan besar dan eceran, serta pertambangan dan penggalian. “Ini adalah tiga besar yang menjadi kontributor dari jumlah tenaga kerja yang ter-PHK,” katanya.

Kendati begitu, dibanding Mei 2025, angka PHK pada Juni 2025 tercatat mengalami penurunan. Data Kemnaker menunjukkan, angka PHK pada Mei 2025 tercatat sebanyak 4.702 orang atau turun 65 persen menjadi 1.609 orang pada Juni 2025. Untuk itu, Anwar menyebut, Kemnaker tengah mendalami faktor penyebab menurunnya angka PHK pada Juni 2025. “Kenapa itu terjadi tentunya ada mungkin faktor-faktor lain yang memang itu belum selesai di dalam proses PHK,” tuturnya. BISNIS.COM

Baca Juga: Apindo dan Kemnaker Beda Data Korban PHK

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait