BATAM (gokepri) – Pekerjaan berulang dan berbasis aturan diprediksi bakal lenyap, namun era baru AI juga menjanjikan peran-peran inovatif. Revolusi tenaga kerja dimulai, siap atau tidak.
Setidaknya 15 pekerjaan diprediksi akan segera hilang, bahkan dalam 10 tahun mendatang. Prediksi ini didasarkan pada hasil penelitian yang diterbitkan Gaper.io. Penelitian tersebut menyebutkan beberapa pekerjaan kemungkinan akan digantikan oleh kecerdasan buatan (AI) dalam waktu dekat.
Ulasan di situs web tersebut menuliskan bahwa AI diprediksi akan mengubah lanskap tenaga kerja secara signifikan pada tahun 2030.
Studi menunjukkan bahwa hingga 30 persen pekerjaan di Amerika Serikat (AS) dapat dipengaruhi oleh AI dan otomatisasi dalam berbagai tingkatan selama dekade berikutnya.
Perangkat lunak berbasis AI kini mampu menangani tugas-tugas seperti analisis data, penjadwalan, dan bahkan layanan pelanggan. Hal ini menyebabkan pergeseran, tidak hanya pada pekerjaan manual, tetapi juga pekerjaan kantor.
Baca Juga:
Survei World Economic Forum: Profesi Apa Saja yang Bisa Digantikan AI?
Para ahli mengingatkan agar tidak berasumsi bahwa otomatisasi akan mengakibatkan hilangnya pekerjaan secara massal. Dampak otomatisasi akan lebih terasa pada pekerjaan yang memerlukan tugas berulang dan berbasis aturan.
Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia, meskipun AI dan robotika akan menggantikan 85 juta pekerjaan pada tahun 2025, keduanya juga diproyeksikan akan menciptakan 97 juta peran baru di bidang seperti pengembangan AI, ilmu data, dan kolaborasi manusia-AI.
Berikut 15 pekerjaan yang diprediksi akan segera menghilang, dilansir dari Gaper.io:
1. Petugas Entri Data
2. Telemarketer
3. Resepsionis
4. Perwakilan Layanan Pelanggan
5. Petugas Pembukuan
6. Kasir Ritel
7. Pengemudi Truk dan Taksi
8. Korektor
9. Pekerja Manufaktur
10. Pengemudi Pengiriman
11. Petugas Keamanan
12. Analisis Riset Pasar
13. Apoteker
14. Asisten Hukum
15. Analisis Keuangan
Di Indonesia sendiri, pekerjaan seperti kasir ritel, pengemudi truk, pengemudi pengiriman, dan beberapa bidang pekerjaan lain masih cukup eksis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









