Agar UMKM Kepri Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

UMKM Kepri
Kepala Bank Indonesia Kepri, Suryono. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (Kepri) berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar naik kelas menjadi usaha yang mampu berdaya saing tinggi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri Suryono mengatakan pihaknya melakukan berbagai program untuk mendukung hal tersebut, di antaranya melalui kegiatan pengembangan kapasitas, studi banding, hingga mengunjungi pameran-pameran yang bersifat nasional maupun internasional.

“Jadi kita terus mendorong UMKM ini lebih naik kelas lagi, kalau bisa go ekspor melalui go digital,” ujar Suryono di Kantor Bank Indonesia Kepri, Batam Center, Jumat (24/2/2024).

Baca Juga: Pemko Batam Gandeng Tiga Bank untuk Mudahkan Pendanaan UKM

Selain itu, dalam waktu dekat BI Kepri juga akan menggelar Halal Fair dan Festival Ekonomi Syariah sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri.

“Itu semua menjadi satu acara yang berhubungan dengan ekonomi syariah, sertifikasi halal, hingga lomba-lomba yang disinergikan dengan MTQ se-provinsi Kepri,” ujar dia.

BI Kepri juga terus berupaya memperluas akses pasar UMKM melalui pameran produk unggulan. BI mendukung pengembangan UMKM melalui rumusan desain yrama dengan tiga pilar utama, di antaranya korporatisasi dengan upaya peningkatan skala ekonomi dan nilai tambah UMKM. Kapasitas dengan meningkatkan kapasitas UMKM mulai dari sisi produksi, manajemen hingga pemasaran. Lalu pembiayaan dengan memberikan pembiayaan sesuai dengan skala UMKM.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak para pelaku UMKM di daerah setempat untuk memanfaatkan program bantuan pinjaman bunga nol persen yang dilanjutkan pada tahun 2024.

“Apalagi di tahun ini, plafon pinjaman maksimal senilai Rp40 juta, naik 100 persen sejak program ini digulirkan tahun 2021 sebesar Rp20 juta,” kata Ansar di Tanjungpinang, Jumat.

Ansar menyebut Pemprov Kepri menggandeng Bank Riau Kepri (BRK) Syariah untuk melaksanakan program pinjaman bunga nol persen. Oleh sebab itu, ia meminta agar pihak BRK gencar mensosialisasikan program strategis ini kepada para pelaku UMKM di seluruh Kepri.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan UMKM di Kepri dapat naik kelas dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

BAGIKAN