BATAM (gokepri.com) – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Hendri Arulan menyampaikan program pinjaman modal usaha dengan bunga 0 persen akan direalisasikan pada awal Januari 2025.
“Terdapat 1.000 pelaku usaha pada 2025, dengan bantuan maksimal Rp20 juta per usaha yang disalurkan melalui bank daerah. Ini sudah diputuskan,” kata Hendri, Selasa 8 Oktober 2024.
Bantuan modal ini memungkinkan pelaku usaha hanya membayar pokok pinjaman tanpa dikenai bunga, sebab bunga sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah.
Baca Juga: UMKM Batam Didorong Manfaatkan Dana Bergulir untuk Tingkatkan Usaha
Hendri menambahkan bantuan bagi UMKM akan difokuskan melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Koperasi.
Ia mencatat adanya peningkatan pengguna dana bergulir pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023, yang diharapkan terus berlanjut hingga 2025.
“Kami berharap pada 2025, tidak hanya jumlah pelaku usaha yang meningkat, tetapi juga pemberian bantuan bunga 0 persen yang akan dimulai pada tahun tersebut,” kata dia.
Untuk mendapatkan bantuan tersebut, pelaku usaha harus memenuhi persyaratan minimal, seperti memiliki izin usaha dengan sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB).
Anggota DPRD Batam Ruslan Sinaga mengapresiasi program pemerintah daerah untuk memajukan UMKM. Bantuan itu diberikan untuk membantu mendorong UMKM agar usahanya dapat bertumbuh dengan ditopang bantuan pinjaman.
“Program ini sangat bagus, pemerintah hadir dan dapat dirasakan oleh masyarakat langsung. Kami minta agar Dinas Koperasi dapat menyosialisasikan ini kepada masyarakat luas. Sehingga program ini betul-betul dirasakan pelaku UMKM,” ujar anggota DPRD Batam, Ruslan Sinaga belum lama ini.
Kata dia, program ini harus diawasi ketat sehingga tepat sasaran, mengingat pinjaman tanpa bunga akan diburu masyarakat.
“Jangan sampa nanti uang yang dianggarkan pemerintah itu justru bukan dirasakan pelaku UMKM. Sementara pelaku UMKM kita justru pinjam ke rentenir. Hal seperti ini yang harus dihindari,” ungkapnya.
Selama ini, kata dia banyak pelaku UMKM yang melakukan pinjaman modal ke rentenir yang berkedok koperasi dengan bunga 20 persen.
“Banyak kan kita lihat, rentenir datang tawarkan pinjaman ke warung-warung, kedai-kedai yang menjadi targetnya pelaku usaha kecil. Bunga pinjaman 20 persen, pinjam sejuta dikasi 800 ribu. Tiba pembayaran telat diancam,” bebernya.
Ruslan pun meminta agar rentenir semacam itu tidak disebut koperasi karena sifat koperasi itu pada prinsipnya membantu anggota.
Dengan adanya program pinjaman modal usaha 0 rupiah itu, Ruslan meminta agar Dinas Koperasi mensosialisasikan seluas-luasnya kepada publik. Jangan sampai Informasi pinjaman koperasi 0 rupiah ini tidak banyak diketahui masyarakat.
“Kalau ini berjalan dengan baik, maka pelaku usaha itu tidak akan meminjam uang ke rentenir,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








