Generasi Muda Diajak Berperan dalam Konservasi Lingkungan Melalui Penanaman Mangrove

konvervasi mangrove
Pelajar SMP Negeri 002 Batu Belah mengikuti program Konservasi Goes to School yang digelar oleh LKKPN Pekanbaru Wilayah Kerja Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas, 19 September. Dalam acara ini, mereka belajar tentang pentingnya pelestarian mangrove dan berpartisipasi langsung dalam aksi penanaman mangrove di Pantai Senggalong. GOKEPRI/Wisnu Een

ANAMBAS (gokepri) – Pelajar SMPN 002 Batu Belah ikut serta dalam program Konservasi Goes to School. Mereka belajar tentang pentingnya pelestarian mangrove dan terlibat langsung dalam penanaman untuk mendukung konservasi kawasan Kepulauan Anambas.

Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, melalui Wilayah Kerja (Wilker) Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas, mengadakan kegiatan “Konservasi Goes to School” pada Kamis (19/9/2024). Program edukasi tentang konservasi Kepulauan Anambas ini berlangsung di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 002 Batu Belah.

Koordinator Wilker Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas, Rifqi Maulid Al Wira’i, menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan pentingnya konservasi lingkungan kepada pelajar di Kepulauan Anambas sejak dini.

“Kami mengenalkan konsep konservasi dan pelestarian lingkungan kepada pelajar sejak usia dini,” ujarnya.

Selain pemberian materi, LKKPN Pekanbaru juga bekerja sama dengan Komunitas KOMPAK untuk mengadakan pembelajaran lapangan di Pantai Senggalong.

“Kami juga melibatkan Komunitas KOMPAK dalam penanaman mangrove karena mereka bergerak di bidang konservasi mangrove,” tambahnya.

Baca: KOMPAK Perkuat Tim Konservasi dengan Pelatihan Diving dan Snorkeling di Anambas

Pelajar diberi pemahaman langsung tentang mangrove, mulai dari proses penyemaian hingga penanaman yang benar oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMAS) KOMDET.

Setelah pembelajaran, kegiatan diakhiri dengan aksi penanaman mangrove oleh para pelajar sebagai bagian dari rehabilitasi mangrove. “Kami langsung melakukan penanaman mangrove bersama pelajar, agar mereka memahami teknik rehabilitasi mangrove secara langsung,” tutup Rifqi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait