Darmawan, Mantan Wakapolda Kepri Nakhodai Tim Pemenangan Rudi-Rafiq

darmawan rudi rafiq
Irjen Polisi (Purn) Darmawan. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) – Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq, resmi terbentuk. Purnawirawan kepolisian, Irjen Polisi (Purn) Darmawan didapuk sebagai nakhoda tim pemenangan.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Hotel Harmoni One Batam Center, Selasa sore, 27 Agustus 2024, Irjen Polisi (Purn) Darmawan dipilih sebagai ketua tim. Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan, Soerya Respationo, diamanahkan sebagai ketua dewan pengarah, dan Kamaluddin ditunjuk sebagai sekretaris tim.

Soerya Respationo saat doa bersama di kediaman Rudi, Rabu 28 Agustus 2024, menegaskan, usai melakukan pendaftaran ke KPU di Tanjungpinang, pihaknya akan kembali menggelar rapat koordinasi partai politik pengusung, PDI Pejuangan, Partai Nasdem, PSI, Hanura, PKN dan Partai Buruh.

HBRL

“Sekaligus mengundang seluruh pengurus partai masing-masing untuk menyamakan persepsi, visi, dan misi demi memenangkan pasangan HMR-Aura menuju Kepri 1 dan 2,” tegasnya.

Untuk diketahui, Irjen Polisi (Purn) Darmawan adalah mantan wakapolda Kepri. Ia menjabat selama setahun sejak 2020 hingga 2021 ketika Kapolda Kepri dijabat Irjen Pol Aris Budiman. Jabatan terakhir Darmawan sebelum pensiun adalah Pati Lemdiklat Polri Desember 2022.

Usai pensiun, ia terjun ke poltik. Bergabung dengan PDIP dan terjun ke gelanggang pemilihan legislatif. Ia mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kepri pada pileg 2024 dari daerah pemilihan Kepri 2, Bintan-Lingga.

Adapun Soerya Respationo yang menjadi Ketua Dewan Pengarah tim pemenangan Rudi-Rafiq adalah Ketua DPD PDIP Kepri. Ia eks wakil gubernur Kepulauan Riau.

Diusung PDIP, Nasdem dan PSI

Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq, yang diusung oleh koalisi Nasdem-PDI Perjuangan-PSI bersama duapartai politik lainnya, resmi mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kepulauan Riau di KPU Kepru pada Rabu, 28 Agustus 2024. Kendati hanya didukung oleh lima partai, Rudi percaya diri menghadapi Pilkada Kepri 2024.

Pasangan Rudi-Rafiq menjadi bakal calon kedua yang menyerahkan berkas pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau. Mereka diiringi ribuan pendukung, simpatisan, dan kader partai yang memenuhi kawasan KPU di Tanjungpinang. Deretan partai pengusung terdiri dari Nasdem, PDIP, Hanura, PSI, dan Partai Buruh, yang bersama-sama mengusung tagline “Saatnya Kepri Maju.”

Sebelum menuju kantor KPU, Rudi dan Rafiq lebih dulu mendeklarasikan pencalonan mereka di Bintan Center, Tanjungpinang. Dalam pidato yang disampaikan di hadapan para pendukungnya, Rudi menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang terus mengalir. Ia juga menegaskan optimisme mereka dalam memenangkan kontestasi politik ini, meski koalisinya tergolong kecil dibanding rivalnya.

Baca: Nuryanto: Kalah dan Menang, Risiko Petarung dalam Demokrasi

“Kami telah mengantongi hasil survei. Jadi, jangan khawatir. Walaupun jumlah partai pendukung kita lebih sedikit, tetapi dukungan rakyat berada di pihak kita. Survei menunjukkan bahwa kami unggul dibandingkan pasangan lain,” kata Rudi.

Koalisi partai pengusung Rudi-Rafiq memang hanya mengantongi 31,8 persen suara hasil Pemilu Legislatif 2024, dengan rincian Nasdem 13,8 persen, PDIP 10,8 persen, PSI dan Hanura masing-masing 3,2 persen, Buruh 0,9 persen, serta PKN 0,1 persen. Di DPRD Kepri, mereka hanya memiliki 13 kursi, jauh di bawah koalisi rival yang lebih gemuk.

Rudi vs Ansar

Rudi-Aunur berhadapan dengan partai koalisi gemuk pengusung petahana Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura. Paslon ini diusung Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat, PKB, PAN dan Perindo. Total kursi pengusung Ansar-Nyanyang sebanyak 32 kursi. Partai Gelora dikabarkan bergabung ke koalisi ini.

Mayoritas partai DPRD Kepri mendukung Ansar-Nyanyang. Pada pileg 2024, ada 11 partai yang lolos parlemen atau peraih kursi DPRD Kepri.

Efek Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres 2024 berdampak pula ke peta koalisi di pilgub Kepri. PKS yang sempat mendukung Rudi-Aunur, putar haluan ke Ansar-Nyanyang karena DPP PKS bergabung ke pemerintahan yang digalang partai pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Rudi adalah salah satu tokoh politik paling kuat di Kepri. Selain sebagai Ketua DPW Nasdem Kepri, ia menjabat Walikota Batam sejak 2016. Lima tahun terakhir ia menjabat Kepala BP Batam ex officio. Sejak 2019, Rudi berhasil mengakhiri dualisme pemerintahan di Batam antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam yang tidak mampu dilakukan para pendahulunya sejak 2001.

Karier politik Rudi dimulai sejak ia menjabat anggota DPRD Batam pada 2009-2010. Setahun kemudian ia bertarung di pemilihan walikota sebagai wakil dari Ahmad Dahlan. Aunur adalah Bupati Karimun dua periode dan Ketua DPD Golkar Karimun. Aunur kemungkinan hengkang dari Golkar karena berbeda jalan politik dengan partainya yang mengusung Ansar.

Sedang Ansar Ahmad sekarang menjabat Gubernur Kepri. Ia meraih kemenangan pada Pilkada 2020 dengan menggandeng istri Rudi, Marlin Agustina, sebagai wakil gubernur. Mereka mengalahkan Gubernur Kepri 2020-2021 Isdianto dan Wakil Gubernur Kepri 2010-2015 Soerya Respationo.

Baca: Kans Rudi-Aunur Dikepung Poros Golkar-Gerindra

Lekat dengan Golkar, Ansar adalah tokoh senior politik di Kepri. Ia memiliki basis pendukung yang kuat karena pernah menjabat Bupati Bintan 2005-2015. Ia juga pernah duduk sebagai anggota Komisi V DPR pada 2019-2020 dengan perolehan suara terbanyak di dapil Kepri.

Ketika 2019, Pilgub Kepri ada tiga poros. yaitu Ansar-Marlin, Isdianto-Suryani dan Surya Respationo-Iman Sutiawan. Ansar-Marlin menang 39,7 persen. Poros Nasdem-Golkar yang menang pilkada 2019 akan berpisah dan berhadapan. Pemilihan gubernur Kepulauan Riau pada Pilkada 2024 akan menjadi laga puncak politik Ansar Ahmad dan Muhammad Rudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait