Tanjungpinang (gokepri.com) – Pejabat sementara Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin meminta Pemko Batam menganggarkan pengadaaan laboratorium PCR agar tes swab lebih cepat dan mudah sehingga deteksi virus corona lebih maksimal.
“Sebagai bentuk kesiapan Pemerintah Daerah, kita harus punya Lab PCR secara mandiri. Karena anggaran sekitar Rp5 miliar, tentu melihat kemampuan APBD Batam bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Jangan untuk kepentingan ini, kita masih bergantung pada dukungan swasta,” paparnya di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Selasa (3/11/2020).
Ia menyatakan Pemprov Kepri akan fokus pada pekan ini mendorong tingkat kemampuan Pemko Batam dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, Batam meski kota besar di Provinsi Kepri, tetapi demografinya berbeda dengan Jakarta atau Surabaya. Karena wilayah-wilayah pemukiman sudah tertata dengan baik. Sehingga dengan kondisi tersebut, bukan sesuatu yang susah dalam melakukan penanganan.
“Sekarang ini tergantung kepada Pemko Batamnya, yakni mau dan tidak mau dalam melakukan pencegahan ini. Selain itu bagaimana menggerakan perangkat yang ada untuk mengawasi aktivitas masyarakat. Sehingga penyebaran tidak semakin masif,” tegasnya.
Baca Juga:
Ditegaskannya, apa yang ia sayangkan sampai saat ini, Batam tidak memiliki Lab PCR secara mandiri. Sehingga masih bergantung dengan RSKI Galang dan BTKLPP Batam.
Atas dasar itu, ia mengingatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah untuk memplototin anggaran Kabupaten/Kota di TA 2021 mendatang. Apabila dana alokasi bagi penanganan dan pencegahan Covid-19 tidak jelas, jangan sekali-kali ditandatangani. Karena instruksi Mendagri sudah jelas terkait komitmen soal ini.
“Nanti saat pembahasan APBD 2021 Mendagri sudah menyampaikan, maka benar-benar plototin rencana apbd kabupaten/kota 2021. Saya perintahkan daerah yang alokasi anggaran penanganan Covid-19 yang tidak jelas, jangan diteken,” jelasnya.
Selain itu, ia menambahkan sekarang ini sedang musim hujan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak kendor dan selalu mengedepan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Karena sifatnya Covid-19 tersebut berkembang cepat pada cuaca dingin.
“Kita tidak ingin tentunya jumlah terus bertambah, kematian juga meningkat. Karena masih belum pasti kapan situasi ini berakhir, makanya kita harus mempersiapkan masyarakat untuk perang panjang melawan Covid-19,” tutup Bahtiar.
Di tempat yang sama, Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum menyatakan kesiapannya untuk pengadaan laboratorium PCR sendiri.
Dia mengatakan akan berkoordinasi dengan sekretaris daerah, apabila memungkinkan penganggaran laboratorium PCR pada tahun ini. Namun, apabila tidak, akan dianggarkan tahun depan. (Can)
Editor: Candra Gunawan
Baca Juga:









