Tanjungpinang (gokepri.com) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DP2KH) Kepri memperkirakan kebutuhan hewan kurban pada Iduladha 1445 Hijriah/2024 Masehi di wilayah Kepri naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DP2KH) Kepri, Rika Azmi, mempersentasekan kenaikan kebutuhan hewan kurban pada Iduladha 1445 Hijriah/2024 Masehi di wilayah Kepri mencapai 10 persen.
“Kami memprediksi ada peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Rika Azmi, Rabu 22 Mei 2024.
Baca Juga: Jelang Iduladha, DKPP Batam Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Namun demikian, ia memastikan ketersediaan hewan kurban terpenuhi. Para peternak di seluruh wilayah kepri sudah mendatangkan hewan kurban kambing dan sapi dari Riau, Jambi, Nusa Tenggara Barat dan Jambi.
DP2KH Kepri juga melakukan pengawasan dan pemeriksaan Kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan kurban bebas penyakit.
“Petugas tetap turun melakukan pengawasan dan kesehatan hewan kurban,” ujarnya.
Sementara menjelang, Iduladha 1445 Hijriah pedagang hewan kurban mulai marak. Bahkan menurut pengakuan pedagang, hewan kurban yang dijajakan sudah habis terjual.
Salah seorang penjaga kandang sapi di Jalan Raya Dompak, Agus, mengatakan sebelumnya di kandangnya terdapat 53 ekor sapi dan 180 ekor kambing. Namun, karena peminat yang cukup banyak, maka hewan kurban yang tersisa hanya 17 ekor kambing dan 3 ekor sapi.
“Itu juga 17 ekor kambing yang sakit karena perjalanan kayak ada luka. Makanya tidak kami jual,” kata dia saat ditemui di lokasi, Rabu 22 Mei 2024.
Ia mengatakan dengan banyaknya peminat, kemungkinan akan ada penambahan sapi serta kambing yang akan didatangkan dari Lampung. “Kami juga rencananya mau menambah lagi 20 ekor sapi dan 30 ekor kambing,” sambungnya.
Ia mengaku, keuntungan yang didapat bisa mencapai ratusan juta rupiah tergantung penjualan. “Kalau satu ekor sapi itu diangka Rp21 juta sampai Rp25 juta. Untuk kambing juga bervariasi dari Rp2,5 juta sampai Rp6 juta,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ahmad, pedagang lainnya di Kampung Sidojasa. Ia mengatakan, penjualan sapi sama dengan tahun lalu. “Saat ini yang sudah laku ada 40 sapi. Nanti akan kami tambah lagi kurang lebih 40-an sapi lagi,” ucap Ahmad.
Ia menambahkan, untuk harga setiap sapi berbeda, tergantung dari ukuran sapi. “Harganya dari Rp21 juta sampai Rp27 juta,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti Fedro









