Batam (gokepri) – Realisasi penerimaan pajak di Batam sepanjang tiga bulan pertama 2024 terbilang positif. Ditopang program relaksasi, kontribusi terbesar dari sektor properti.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai lebih dari 25 persen dari target atau senilai Rp371,2 miliar. Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah, menyambut positif pencapaian ini, yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang positif sejak 2023.
“Capaian ini merupakan kabar gembira bagi kita semua. Realisasi penerimaan pajak di atas 25 persen menunjukkan bahwa gambaran dari pertumbuhan ekonomi tahun lalu berlanjut hingga 2024,” ungkap Azmansyah, Rabu 3 April 2024.
Baca Juga:
- Kejari Batam Paparkan Mekanisme Pengawasan Wajib Pajak oleh Jaksa
- Pajak BPHTB Kampung Tua se-Kota Batam Kini Gratis
Sektor properti menjadi kontributor utama, menyumbang sekitar 60 persen dari total penerimaan pajak. Program relaksasi untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak tenaga listrik menjadi motor penggerak di sektor ini.
“Sektor properti, melalui program BPHTB, PBB, dan pajak tenaga listrik, menjadi penyumbang terbesar. Dari total Rp371 miliar pajak di triwulan pertama, hampir 60 persen berasal dari sektor ini,” jelas Azmansyah.
Penerapan relaksasi PBB-P2 pada triwulan pertama terbukti efektif dalam meningkatkan penerimaan pajak. Pada Maret 2024, penerimaan pajak mencapai Rp150 miliar, meningkat dibandingkan Januari sebesar Rp114 miliar dan Februari sebesar Rp105 miliar.
Meski relaksasi PBB-P2 berlanjut di triwulan kedua, angkanya diturunkan menjadi 5 persen dari sebelumnya 10 persen. Azmansyah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan relaksasi ini sebelum berakhir pada Juni mendatang.
“Relaksasi PBB-P2 terbukti mendorong partisipasi masyarakat dalam membayar pajak. Terjadi penurunan piutang, terutama di sektor ini. Data lengkapnya sedang dalam proses rekapitulasi untuk evaluasi triwulan pertama,” imbuh Azmansyah.
Azmansyah menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Batam atas partisipasi aktif dalam membayar pajak, yang menjadi pilar penting dalam kelancaran pembangunan kota.
Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, OPD, masyarakat, dan pihak eksternal lainnya dalam optimalisasi penerimaan pajak daerah.
“Dengan kolaborasi yang solid, kami yakin dapat terus meningkatkan penerimaan pajak demi percepatan pembangunan Kota Batam menuju kota baru yang maju,” tutup Azmansyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi







