Pelanggaran Tak Pakai Sabuk Pengaman Dominan di Kepri

Kamera ETLE Batam
Anggota Kepolisian menggunakan ETLE Mobile Handeld di bilangan Batam Center. Foto: Dok. Polda Kepri

Batam (gokepri) – Kamera tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) di Kepri merekam ratusan pelanggaran lalu lintas selama Operasi Keselamatan Seligi 2024. Pelanggaran terbanyak adalah pengguna mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman.

Polda Kepulauan Riau (Kepri) menindak 415 pelanggar lalu lintas selama Operasi Keselamatan Seligi 2024. Penindakan ini dilakukan dengan menggunakan teknologi ETLE.

Dari 415 pelanggaran tersebut, 344 pelanggar tidak menggunakan sabuk pengaman, 17 pelanggar menggunakan handphone saat berkendara, 5 pelanggar mengabaikan rambu-rambu dan marka jalan, 158 pelanggar tidak menggunakan helm, dan 2 pelanggar tidak memiliki kelengkapan dokumen kendaraan bermotor TNKB tidak sah.

HBRL

Baca Juga: 

Sementara data menunjukkan terjadi sedikit peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas dari 36 kasus pada tahun 2023 menjadi 38 kasus pada tahun 2024, jumlah korban meninggal dunia dari 3 orang menjadi 4 orang.

Meskipun terjadi peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas dari tahun 2023 ke tahun 2024, Ditlantas Polda Kepri telah berhasil mengimplementasikan tindakan penindakan yang efektif terhadap pelanggaran-pelanggaran aturan lalu lintas melalui penggunaan teknologi ETLE serta upaya penegakan hukum yang intensif.

“Penerapan ETLE dan patroli intensif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas,” kata Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol. Tri Yulianto.

Tri menegaskan upaya untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya akan terus berlanjut meskipun Operasi Keselamatan Seligi 2024 telah berakhir. “Mari kita bersama-sama patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” imbuhnya.

Sebelumnya, Polda Kepri juga meningkatkan patroli selama bulan Ramadhan untuk mengantisipasi potensi balap liar dan tindak kejahatan lainnya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad mengatakan patroli dilakukan di titik-titik rawan kejahatan dan lokasi yang sering digunakan untuk balap liar. “Personel kepolisian juga aktif berinteraksi dengan masyarakat untuk mendengar dan menindaklanjuti laporan terkait keamanan lingkungan,” ujar Pandra.

Polda Kepri berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kepulauan Riau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Pos terkait