Tanjungpinang (gokepri.com) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Muhmmad Faizal mengingatkan semua peserta rapat pleno rekapitulasi tingkat Kota Tanjungpinang agar menjaga suasana kondusif.
Menurut dia, rekapitulasi rapat pleno hasil perhitungan suara Pemilu 2024 sudah ada tahapannya sehingga para peserta rapat tinggal mengikutinya.
“Jangan sampai ada keributan. Karena sudah ada tahapannya,” kata dia, Sabtu 2 Maret 2024.
Baca Juga: Ricuh, Pleno Rekapitulasi Suara di Tanjungpinang Diskors
Pihaknya juga menyayangkan, kericuhan yang terjadi pada saat rapat pleno rekapitulasi hari ini. KPU, Bawaslu dan aparat Kepolisian sepakat agar rapat pleno ditunda dan dilanjutkan Minggu 3 Maret 2024.
“Kita tunda besok, kita harap semua pihak bisa menjaga diri, emosi dan suasana kondusif, makanya kami minta komitmennya untuk menandatangani penundaan besok,” kata dia.
Sebelumnya, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi penghitungan suara Pemilu tingkat Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau berlangsung ricuh.
Saksi dari partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andi Cori memprotes ke KPU karena suara dari partainya tidak sesuai. Akibatnya rapat pleno diskorsing selama 1×15 menit.
“Tidak benar. Saya keberatan total suara PDIP tidak seperti yang dibaca,” kata Andi, Sabtu 2 Maret 2024.
Data yang ia punya partai PDIP memperoleh 3.176 suara sementara yang dibacakan kurang dari itu hanya 3.076 suara. “Suara PDIP 3.176. Itu salah bukan 3.076,” kata dia.
Adu mulut antara saksi PDIP dengan panitia rapat berlangsung tegang ditambah, saksi dari partai Gokar dan Hanura juga ikut memprotes jumlah suara yang mereka punya.
Ketua KPU Tanjungpinang Muhamad Faizal menyayangkan, kericuhan tersebut bisa terjadi. Sebab, masalah perbedaan angka akan di bahas pada rapat lanjutan.
“Harusnya tidak terjadi karena pembahasan total suara masuk kedalam pembahasan rapat selanjutnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








