Siap-Siap, Polda Kepri Gelar Operasi Seligi 2024 Selama 14 Hari

operasi seligi 2024
Dirlantas Polda Kepri Kombes Tri Yulianto memimpin Latpraops Keselamatan Seligi 2024 di Polda Kepri, Rabu (28/2/2024). Foto: Humas Polda Kepri

Batam (gokepri.com) – Polda Kepri akan menggelar Operasi Keselamatan Seligi 2024 selama 14 hari. Operasi itu dilakukan dalam rangka menciptakan kondisi keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas menjelang Idul Fitri 1445 H.

Dirlantas Polda Kepri Kombes Tri Yulianto mengatakan sebanyak 77 personel Polda Kepri akan terlibat dalam operasi ini.

“Operasi akan dilaksanakan mulai dari tanggal 4 Maret 2024 sampai dengan 17 Maret 2024,” ujarnya, Rabu 28 Februari 2024.

HBRL

Baca Juga: Kapolda Kepri Janji Tindak Tegas Pelaku Kecurangan Pemilu

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi ini memprioritsakan kegiatan pendidikan masyarakat untuk mewujudkan rasa simpati masyarakat kepada Polri khususnya Polisi Lalu Lintas (Polantas). Selain itu juga untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui pentingnya keselamatan berkendara dan taat terhadap aturan berlalu lintas di jalan.

Tri mengatakan ada beberapa target dan tujuan Operasi Keselamatan Seligi 2024, antara lain meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara, menurunkan tingkat kecelakaan, kemudian kesadaran dan kelengkapan kendaraan pribadi atau umum yang dipakai untuk mudik.

“Serta pergelaran anggota polantas di daerah-daerah rawan lainnya,” ujarnya.

Selama operasi ada beberapa hal yang ditekankan antara lain, melaksanakan deteksi dini, lidik, pengamanan serta pemetaan terhadap lokasi/tempat yang rawan pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan.

Kemudian melaksanakan pembinaan penyuluhan kepada masyarakat tentang tertib berlalu lintas berupa giat sosialisasi, penyuluhan melalui pemasangan spanduk, banner, baliho, penyebaran leaflet dan pembagian sticker serta melalui media cetak, elektronik dan medsos.

“Melaksanakan patroli dan penjagaan pada lokasi rawan macet, laka dan pelanggaran lalu lintas, penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan ETLE statis dan mobile serta blangko teguran, kemudian penindakan odol (over demensi over load) secara humanis,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait